Kategori
Regional

Tingkat Hunian Ruang Isolasi COVID-19 di Tabanan Menurun

Tingkat Hunian Ruang Isolasi COVID-19 di Tabanan Menurun

Tingkat Hunian Ruang Isolasi COVID-19 di Tabanan Menurun – Kenaikan kasus COVID-19 cukup signifikan pada Bali pada Agustus 2020. Hal ini sempat membuat ruang isolasi pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tabanan, yang dulunya sebanyak 17 tempat tidur, hampir terisi 100 persen. Bahkan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Rumah Sakit (RS) Nyitdah yang awalnya memiliki 26 tempat tidur sebagai ruang isolasi pasien COVID-19, sempat terisi hingga 24 tempat tidur atau sekitar 84 persen.

Kenaikan kasus COVID-19 tersebut menyebabkan RSUD Tabanan dan UPTD RS Nyitdah harus menambah tempat tidur sebagai ruang isolasi COVID-19. Lalu bagaimana kondisi ruang isolasi sekarang?

1. RSUD Tabanan menambah tempat tidur menjadi 46 tempat tidur

Kepala Sub Bidang Rawat Jalan Rawat Inap RSUD Tabanan, dr Made Karna, mengatakan ruang isolasi pasien COVID-19 pada RSUD Tabanan sekarang telah ytertambah dari 17 tempat tidur menjadi 46 tempat tidur.

Awalnya, 17 tempat tidur ini terbagi menjadi dua. Yaitu enam tempat tidur untuk ruang isolasi pasien positif COVID-19, dan 11 tempat tidur untuk pasien berstatus suspek.

Setelah tertambah menjadi 46 tempat tidur, maka 17 tempat tidur menjadikan sebagai ruang isolasi pasien terkonfirmasi positif COVID-19 dan 29 tempat tidur untuk pasien suspek.

2. UPTD RS Nyitdah menambah tempat tidur menjadi 40 tempat tidur

Hal yang sama melakukan oleh UPTD RS Nyitdah. Ruang isolasinya tertambah dari 26 tempat tidur menjadi 40 tempat tidur, karena kenaikan kasus pada bulan Agustus 2020 lalu. Bahkan pihak UPTD RS Nyitdah juga merekrut tenaga kontrak, baik tenaga kesehatan maupun tenaga penunjang, sebanyak 73 orang.

Melansirkan dari http://162.241.119.31/.”Sampai saat ini tenaga ini masih bertugas khusus menangani kasus COVID-19 pada UPTD RS Nyitdah,” ujar D’irektur UPTD RS Nyitdah, dr Nyoman Wisma Bratha.

3. Tingkat hunian ruang isolasi sekarang mulai menurun. Tim medis beraharap tidak ada peningkatan lagi

Made Karna menyebutkan, semenjak tertambah 46 tempat tidur, tingkat hunian tertinggi pada RSUD Tabanan pernah mencapai 25 tempat tidur atau sekitar 54 persen. Namun sekarang, penerimaan pasien COVID-19 pada RSUD Tabanan mulai menurun.

“Terakhir ada 11 pasien yang terrawat. Tujuh terkonfirmasi, empat masih status suspek. Sudah mulai menurun,” jelas Karna.

Sedangkan Wisma Bratha, mengatakan tingkat hunian tertinggi terjadi pada bulan Agustus-September, yaitu terisi 30 tempat tidur atau sekitar 75 persen.

“Tetapi sejak bulan Oktober kemarin sudah mulai menurun. Saat ini yang terrawat berkisar pada bawah 10 pasien,” papar Wisma.

Ia berharap penurunan kasus COVID-19 ini terus melandai dan tidak ada lagi peningkatan.