Kategori
Regional

Dokter Paru Minta Kemenkes Umumkan Syarat-syarat Penerima Vaksin

Dokter Paru Minta Kemenkes Umumkan Syarat-syarat Penerima Vaksin

Dokter Paru Minta Kemenkes Umumkan Syarat-syarat Penerima Vaksin – Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) meminta agar setiap jenis vaksin yang masuk ke Indonesia harus melewati uji klinis, sebelum tersuntikkan ke masyarakat Indonesia.

Ketua Pokja Bidang Infeksi PDPI Erlina Burhan mengatakan, PDPI telah melayangkan surat kepada Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) tentang pandangan PDPI mengenai vaksin COVID-19, salah satunya tentang keamanan vaksin.

“Selain harus melewati uji klinis, vaksin COVID-19 yang tergunakan juga harus mendapat persetujuan dari Badan POM sehingga aman,” ujar Erlina terlansirkan dari http://utowndc.com/

1. Kementerian Kesehatan perlu umumkan syarat-syarat penerima vaksin

Selain itu, PDPI juga meminta agar Kementerian Kesehatan perlu menyampaikan syarat-syarat penerima vaksin yang resmi dari pemerintah.

“Pada intinya kami mendukung proses inisiasi dan pengadaan vaksin COVID-19 asalkan ya itu memenuhi syarat, aman, termasuk gak ada efek sampingnya,” imbuh ia.

2. PB IDI meminta membuat pedoman pemberian vaksin COVID-19

PDPI juga memohon kepada PB IDI, agar dapat membuat pedoman pemberian vaksin COVID-19 yang dapat menjadikan pegangan oleh anggota IDI.

“Sebagai tenaga medis secara pribadi saya juga minta agar ada pedoman, selain itu vaksin yang memberikan aman,” ucapnya.

3. Sebanyak 9,1 juta penduduk Indonesia akan terima vaksin COVID-19

Ketahui, Kementerian Kesehatan memastikan 9,1 juta penduduk Indonesia akan mendapatkan vaksinasi COVID-19 secara bertahap, mulai akhir November sampai Desember 2020.

D’irektur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto mengatakan, prioritas pertama yang mendapat vaksin adalah tenaga kesehatan.

“Dari terdiskusi yang kami lakukan dengan beberapa pihak, termasuk dengan WHO, para ahli dan beberapa negara lain yang sudah melakukan vaksinasi, yang menjadi prioritas adalah tenaga kesehatan, karena merekalah yang akan lebih berisiko, dan sangat berisiko untuk tertular dan menjadi sakit oleh COVID-19” ujar Yuri dalam terdiskusi daring, Senin (19/10/2020).

4. Tenaga kesehatan pertama kali dapatkan vaksin

Ada pun tenaga kesehatan yang pertama kali mendapat vaksin, ucap Yuri, adalah tenaga kesehatan yang bertugas pada RS rujukan yang melayani pasien COVID-19.

“Kemudian, urutan berikutnya adalah petugas laboratorium yang bertugas pada tempat pemeriksaan spesimen COVID-19. Ini paling bahaya karena berhadapan langsung dengan virus bukan pasien,” ucap Yuri.

Kategori
Regional

Kasus COVID-19 Global Naik hingga 700 Ribu Kasus dalam 3 Hari

Kasus COVID-19 Global Naik hingga 700 Ribu Kasus dalam 3 Hari

Kasus COVID-19 Global Naik hingga 700 Ribu Kasus dalam 3 Hari – Kasus virus corona atau COVID-19 di dunia masih terus bertambah. Situs World O Meter mencatat hingga Kamis (15/10/2020) pukul 07.30 WIB ada 38,7 juta orang pada dunia terjangkit virus corona.

Angka ini naik 700 ribu kasus dibanding Selasa, 13 Oktober 2020 di mana pada waktu tersebut tercatat sebanyak 38 juta kasus. Lansirkan dari http://utowndc.com/

1. Kasus aktif, pasien sembuh, dan yang meninggal

World O Meter mencatat dari 38,7 juta kasus, angka kematian akibat virus kini sebanyak 1.096.300 jiwa dan mereka yang sembuh 29.110.959 jiwa.

Kasus aktif virus corona sekarang ini tercatat sebanyak 8.520.628 yang terbagi menjadi 8.450.563 jiwa pasien dengan gejala dan 70.065 pasien dalam kondisi kritis.

2. Negara dengan penambahan kasus harian lebih dari 10 ribu kasus

Ada delapan negara yang tercatat penambahan kasus COVID-19 baru lebih dari 10 ribu. Yakni Spanyol (11,9 ribu kasus), Rusia (14,2 ribu kasus), Argentina (14,9 ribu kasus), Inggris (19,7 ribu kasus), Prancis (22,5 ribu kasus), Brasil (26,6 ribu kasus), AS (57,9 ribu kasus) dan India (67,9 ribu kasus).

3. Negara dengan penambahan kasus kematian terbanyak

Sebanyak 15 negara tercatat dengan penambahan kasus meninggal karena COVID-19 lebih dari 100 kasus. Yakni Prancis (104 meninggal), Ukhraina (107 meninggal), Polandia (116 meninggal), Afrika Selatan (123 meninggal). Serta Indonesia (129 meninggal), Inggris (137 meninggal), Kolombia (165 meninggal).

Spanyol (209 meninggal), Rusia (239 meninggal), Iran (279 meninggal), Argentina (349 meninggal), Meksiko (475 meninggal), India (694 meninggal), Brasil (716 meninggal), dan AS (951 meninggal).

Pemerintah melalui Satuan Tugas Penanganan COVID-19, menggelar kampanye 3 M : Gunakan Masker, Menghindari Kerumunan atau jaga jarak fisik dan rajin Mencuci tangan dengan air sabun yang mengalir. Jika protokol kesehatan ini melakukan dengan tersiplin, dalam harapkan dapat memutus mata rantai penularan virus. Menjalankan gaya hidup 3 M, akan melindungi d’iri sendiri dan orang pada sekitar kita. Ikuti informasi penting dan terkini soal COVID-19

Banyaknya kasus COVID – 19 pada negara Indonesia semakin tinggi dan memiliki dampak yang begitu besar untuk masyarakat sendiri. Hilangnya pekerjaan maupun mata pencaharian masyarakat penduduk. Sangat ter himbau sekali dari pemerintah untuk masyarakat Indonesia harus menaati peraturan protocol. Guna agar tidak meningkatnya angka kematian maupun angka kenaikan yang terkena covid – 19. Jadi untuk kalian mari bekerja sama agar melindungin d’iri sendiri dan orang tercinta kita.

Kategori
Regional

Siap-siap, Begini Tahapan Imunisasi Vaksin COVID-19

Siap-siap, Begini Tahapan Imunisasi Vaksin COVID-19

Siap-siap, Begini Tahapan Imunisasi Vaksin COVID-19 – Kementerian kesehatan saat ini sudah mempersiapkan imunisasi COVID-19 seiring target pemerintah mendapatkan vaksin pada kuartal IV atau akhir 2020. Simulasi uji coba vaksin COVID-19 saat ini sudah melakukan pada dua Kota yakni Kota Bogor, Jawa Barat dan Badung, Bali.

Sekretaris D’irektorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit M Budi Hidayat mengungkapkan persiapan simulasi uji coba merupakan bagian dari kesiapan Indonesia untuk melakukan vaksinasi massal saat vaksin definitif COVID-19 telah temukan.

“Kita nunggu (uji coba), saat ini kita siapkan dulu SOP, SDM dan logistik yang terperlukan untuk menyatakan kita siap melakukan vaksinasi massal,” kata Budi lansirkan dari http://utowndc.com/

Lalu bagaimana tahap imunisasi vaksin COVID-19?

1. Tahap pertama peserta akan d’iskrining

Budi menjelaskan dalam tahapan vaksinasi, peserta akan d’iskrining terlebih dahulu untuk mengetahui apakah yang bersangkutan memiliki penyakit komorbid atau tidak.

“Tahap tersebut sebagai anamnase. Jika peserta vaksinasi terindikasi memiliki penyakit penyerta (komorbid) maka akan terarahkan ke ruang pemeriksaan umum, lalu berikan surat rujukan untuk selanjutnya merujuk ke RS,” ujarnya.

2. Peserta akan imunisasi lagi 2 minggu kemudian

Sementara bagi peserta yang sehat, dapat menerima vaksinasi tahap pertama. Usai penyuntikan vaksin, peserta tidak langsung pulang, melainkan harus menunggu selama 30 menit guna melihat apakah ada efek samping atau tidak.

“Jika vaksinasi tahap pertama selesai, nanti peserta akan imunisasi lagi 2 minggu kemudian,” imbuhnya.

3. Tenaga kesehatan gunakan APD level 2

Ia menekankan bahwa keselamatan tenaga kesehatan dan peserta vaksinasi adalah prioritas utama. Untuk itu, para tenaga kesehatan yang bertugas menggunakan APD level 2 serta apron.

“Sementara bagi masyarakat harus menerapkan 3M yakni sebelum uji coba vaksin harus mencuci tangan dengan sabun terlebih dahulu, menggunakan masker dan menjaga jarak aman antar peserta,” terangnya.

4. Kemkes jamin keamanan vaksin saat peserta imunisasi

Ia memastikan bahwa vaksin yang akan memberikan kepada peserta imunisasi saat uji coba vaksin aman, sehingga tidak akan berdampak buruk bagi kesehatan, sebab vaksin terpilih telah melewati sejumlah rangkaian uji coba dan telah teruji secara klinis.

“Sekarang sedang teliti dan terupayakan untuk meminimalisir risiko-risiko yang akan terjadi, kalau memang ada risiko pasti tidak akan kita lakukan. Yang sudah diberikan ini, yang sudah aman,” katanya.

5. 30 juta dosis vaksin akan keterima Indonesia pada kuartal IV atau akhir 2020

Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga Hartarto, mengungkapkan 30 juta dosis vaksin akan terima Indonesia pada kuartal IV atau akhir 2020.

Airlangga menyebutkan jumlah vaksin itu berasal dari Sinovac, Sinopharm, dan Astra Zeneca.

“Pemerintah telah mengorder 50 juta vaksin dari Astra Zeneca dan sekarang telah berangkat untuk pemesanan pertama. Menteri Kesehatan, Menteri Luar Negeri, dan Menteri BUMN sedang mengurus pembelian vaksin itu,” ujarnya

Kategori
Tempat Wisata

Wisata Alam Kala Pandemi

Wisata Alam Kala Pandemi

Wisata Alam Kala Pandemi, – Kawasan pariwisata alam tersebut terdiri dari kawasan wisata bahari, kawasan konservasi perairan, kawasan wisata petualangan, taman nasional, taman wisata alam, taman hutan raya, suaka margasatwa serta geopark.

Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan COVID-19 akan membuka kembali wisata alam di Indonesia secara bertahap.

Kemudian juga pariwisata alam non-kawasan konservasi, antara lain kebun raya, kebun binatang, taman safari, desa wisata, dan kawasan wisata alam yang dikelola oleh masyarakat.

Saat ini, kawasan pariwisata alam yang diizinkan untuk dibuka adalah kawasan pariwisata alam yang berada di kabupaten dan kota dalam zona hijau atau zona kuning.

Sementara zona lain akan diatur sesuai dengan kesiapan daerah serta pengelola kawasan.

Dikutip dari USA Today, ahli kesehatan mengatakan bahwa wisata alam aman dilakukan sendiri atau bersama orang yang berada dalam satu rumah di kawasan yang tak terlalu ramai.

Meski demikian, asosiasi pendakian di Amerika Serikat, Pacific Crest Trail Association, tidak menyarankan untuk langsung melakukan wisata alam yang ekstrem.

Bagi yang sudah tidak sabar melakukan wisata alam, berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:

Cari informasi tempat wisata alam

Tempat wisata alam yang dibuka secara bertahap ialah yang berada di zona hijau dan zona kuning.

Sebelum diminta putar balik di tengah jalan, sebaiknya cari informasi sebanyak mungkin mengenai waktu buka dan tutup tempat wisata tujuan.

Cari tahu juga informasi soal kewajiban membawa surat keterangan bebas virus corona.

Yang baru pertama wisata alam tak perlu nekat

Setelah pandemi virus corona melanda dan manusia terpaksa berada di dalam rumah, mendadak ada banyak orang yang punya hobi berlari, berenang, sampai mendaki gunung, karena orang-orang ini merasa alam punya energi menyembuhkan.

Bagi para pemula yang belum pernah mendaki gunung atau menyelam di laut, sebaiknya urungkan niat untuk memulai hobi baru saat tempat wisata alam dibuka kembali.

Ketahuilah bahwa tempat wisata alam pasti kekurangan staf, sehingga kecerobohan pemula sebaiknya tidak sampai terjadi.

Jika sampai jatuh sakit, membawanya ke rumah sakit juga merepotkan, karena di rumah sakit saat ini sedang banyak pasien virus corona.

Untuk para pemula, sebaiknya datang ke tempat wisata alam yang medannya mudah, sehingga bisa kembali ke rumah dengan selamat.

Kenakan masker, jaga jarak sosial, dan jangan lupa cuci tangan

Kenakan masker saat jarak sosial tak memungkinkan dan jangan iseng menyentuh permukaan yang tidak perlu. Kalau terlanjur menyentuhnya, jangan lupa cuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau hand sanitizer.

Pergilah bersama orang yang berada dalam satu rumah dan hindari kerumunan. Oleh karena itu, datanglah ke tempat wisata sebaiknya sejak pagi hari.

Hingga saat ini penularan virus corona pada binatang peliharaan masih menjadi topik diskusi ahli kesehatan, jadi sebaiknya kenakan tali di leher anjing peliharaan jika sedang dibawa ke area yang banyak orang.

Bawa bekal dalam kemasan pakai ulang

Bawalah makanan dan minuman dari rumah, karena ada banyak tempat makan yang masih tutup, atau beroperasi dengan jam terbatas, atau tak mengizinkan konsumsi di tempat.

Agar tak membuat sampah bertumpuk, sebaiknya bawa makanan dan minuman dalam kemasan yang bisa dipakai ulang.