Kategori
Tempat Wisata

Bulan Depan Singapura Izinkan Masuk WNA Pakai Travel Pass

Bulan Depan Singapura Izinkan Masuk WNA Pakai Travel Pass – Singapura mulai bulan depan mengizinkan masuk warga asing yang bisa menunjukkan travel pass yang d dalamnya terdapat sertifikat dgital tes Covid-19 (bebas corona), demikian menurut regulator penerbangan pada Senin (5/3), seperti dkutip dari Reuters. mamiya-usa.com

6e43ee5e 684e 4e1a 9143 847385d5be24 169 - Bulan Depan Singapura Izinkan Masuk WNA Pakai Travel Pass

Regulator penerbangan Singapura mengatakan mereka akan menerima tiket perjalanan seluler Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) untuk pemeriksaan pra-keberangkatan.

Para pelancong bisa mendapatkan izin terbang ke dan memasuki Singapura dengan menunjukkan aplikasi ponsel pintar berisi data mereka dari laboratorium terakredtasi

Tiket dgital itu berhasil duji oleh Singapore Airlines. Lebih dari 20 maskapai penerbangan, termasuk Emirates, Qatar Airways, dan Malaysia Airlines, juga menguji tiket tersebut.

“Keberhasilan upaya bersama kami akan menjadkan kemitraan IATA dengan pemerintah Singapura sebagai model untuk iikuti oleh yang lain,” kata Drektur Jenderal IATA Willie Walsh, Senin (5/4) sepert dikutip dari Reuters.

Singapura, negara dengan kasus virus corona relatif sedkit, menjad yang terdepan dalam mengembangkan dan menggunakan teknologi selama pandemi Covid-19.

Mereka juga ingin menjad salah satu negara pertama yang membuka dri untuk acara internasional.

Maskapai berharap lebih banyak negara menyetujui tiket dgital pada aplikasi untuk memungkinkan perjalanan dlanjutkan lebih cepat.

Tiket dgital juga dyakini dapat menghindari komplikasi dan penundaan d bandara yang memerlukan banyak pemeriksaan dokumen.

Saat ini pelancong yang ingin ke Singapura harus melakukan tes usap Covid-19 sebelum keberangkatan dengan batas waktu 72 jam. Hasil tes tersebut harus dtunjukkan saat check-in i bandara dan pada saat kedatangan. Bulan Depan Singapura Izinkan Masuk WNA Pakai Travel Pass

Singapura memang telah berencana melonggarkan batasan masuk bagi warga asing yang telah dsuntik vaksin corona. Singapura sendri memulai program vaksinasi nasional Covid-19 sejak akhir tahun lalu.

emerintah Singapura akan membuka jalur penerbangan bagi WNA mulai bulan depan. Syaratnya WNA harus membawa paspor vaksin igital dan sertifikat bebas Covid-19. Regulator penerbangan Singapura menjelaskan mereka akan menerima tiket perjalanan seluler dari Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) untuk pemeriksaan pra-keberangkatan.

Catatan redaksi: Berita dubah pada Jumat (9/4) dari semula “Mulai Bulan Depan Singapura Izinkan Masuk WNA Telah Daksin” setelah Kedutaan Besar Singapura mengkoreksi berita awal yang berasal dari Reuters. 

 

Kategori
Regional

Indonesia sepakat melawan covid 19 dengan negara asean

Sepakat melawan covid 19

Indonesia sepakat melawan covid 19 dengan negara asean – Indonesia dan seluruh negara ASEAN sepakat untuk memperkuat kerja sama untuk menangani Covid-19.

Hal itu disampaikan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi usai mendampingi Presiden Joko Widodo menghadiri KTT ASEAN virtual melalui konferensi video.

Indonesia sepakat melawan covid 19 dengan negara asean

Indonesia dan Singapura memiliki kerja sama yang erat di berbagai bidang termasuk di saat pandemi COVID-19. Singapura baik melalui pemerintahan ataupun swasta telah membantu Indonesia dalam langkah-langkahnya mencegah penyebaran virus corona.

“Terima kasih atas kerja sama yang terjalin dengan Yayasan Temasek Singapura dalam menanggulangi pandemi COVID-19. kata duta besar indonesia

Yayasan Temasek Singapura menyerahkan 3 juta masker untuk Kepulauan Riau, TNI dan Polri. Juga bantuan yang telah disalurkan seperti 40.000 test kit berbasis RT PCR ke Jakarta, Bali, dan Batam.

Kerjasama memenuhi kebutuhan medical

Selain penyerahan surgical masker tersebut, Singapura melalui Yayasan Temasek juga telah melakukan kerja sama lainnya, diantaranya pengadaan untuk kebutuhan dukungan non-medis Singapura untuk pembangunan sarana karantina, seperti 25 ribu set dipan dan kasur, pembelian reusable mask dan lain-lain.

Retno menambahkan, Indonesia dan negara anggota ASEAN juga sepakat untuk memberi perlindungan kepada warga negara anggota. Sebab, isu ini penting bagi ASEAN dalam masa pandemi covid-19.

Kata Retno, negara ASEAN juga memperkuat komunikasi publik dengan memerangi stigmatisasi dan juga diskriminasi bagi mereka yang terinfeksi virus corona.

Retno pun mengatakan, seluruh anggota ASEAN juga berkomitmen untuk mengambil tindakan kolektif dan kebijakan yang terkoordinasi untuk memitigasi dampak ekonomi dan sosial.

Para kepala anggota ASEAN meminta agar para menteri ekonomi di ASEAN dapat mengimplementasikan hasil pertemuan yang diselenggarakan pada 10 Maret.

Dubes Ngurah Swajaya mengharapkan pemenuhan kebutuhan alat kesehatan bisa ditanggulangi melalui kerja sama yang memanfaatkan potensi masing-masing negara.

KBRI Singapura juga menawarkan pengadaan kebutuhan (non-medical essential) yang diperlukan Singapura serta menjajaki kerja sama memproduksi medical supply di Indonesia.

Diharapkan akan ada kontribusi dalam penanggulangan COVID-19, tetapi juga untuk mendorong perekonomian sesuai dengan kesepakatan para pemimpin negara ASEAN dan G-20 oleh Presiden Joko Widodo.

Para menteri ekonomi ASEAN juga diminta menindaklanjuti persiapan program ekonomi di saat pandemi berakhir. Untuk saat ini Retno mengatakan dalam konteks dampak sosial ekonomi para pemimpin ASEAN memberikan perhatian terhadap UMKM dan kelompok rentan lainnya.

Indonesia bersama APEC melawan covid 19

Penguatan fasilitasi perdagangan dan penurunan hambatan non-tarif dapat berkontribusi langsung pada sektor swasta, khususnya UMKM dalam menghadapi pandemic. Upaya ini dipandang mempercepat pemulihan ekonomi di kawasan, mengingat 40%-60% komposisi produk domestik bruto anggota APEC berasal dari UMKM.

Turut hadir dalam memperkuat delegasi adalah Direktur Kerja Sama Intrakawasan dan Antarkawasan Asia Pasifik dan Afrika Kemlu, Direktur Perdagangan, Komoditas, dan Kekayaan Intelektual Kemlu, Direktur Afrika Kemlu, Direktur Perundingan APEC dan OI Lainnya Kemendag, dan Asisten Deputi VII Kemenko Perekonomian, serta perwakilan dari Direktorat Pembangunan Ekonomi dan Lingkungan Hidup Kemlu, dan Biro Hukum, Organisasi, dan Kerja sama BNPB.