Kategori
Regional

Bersiap Hadapi Dampak La Nina, Warga Lebak Ungsikan Berkas Penting

Bersiap Hadapi Dampak La Nina, Warga Lebak Ungsikan Berkas Penting

Bersiap Hadapi Dampak La Nina, Warga Lebak Ungsikan Berkas Penting – Fenomena La Nina yang terjadi pada akhir tahun ini membuat curah hujan tinggi pada Provinsi Banten. Kondisi ini berpotensi menyebabkan bencana banjir, longsor, angin kencang, dan gelombang pasang pada sejumlah daerah  Banten.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sebagian wilayah pada Indonesia, termasuk Banten, akan melanda fenomena La Nina hingga Desember 2020. Fenomena ini tertandai dengan curah hujan tinggi, yakni dari 20-40 persen.

Salah satu lokasi pada Banten yang rawan menerjang bencana adalah sepanjang Sungai Ciberang, Kabupaten Lebak. Jika sungai ini meluap kembali, bisa menyebabkan bencana lebih besar ketimbang awal 2020.

Lalu bagaimana persiapan warga yang tinggal sekitar bantaran Sungai Ciberang menghadapi ancaman bencana akibat fenomena La Nina?

1. Warga sudah siap mengungsi dan mengamankan berkas-berkas penting

Seorang warga Kecamatan Cipanas bernama Widodo (29) mengatakan, masyarakat pada wilayahnya saat ini masih trauma dengan bencana banjir bandang dan longsor yang menimpa sejumlah daerah pada Lebak pada awal 2020 , bertambah dengan informasi prediksi curah hujan tinggi pada akhir tahun.

Untuk mengantisipasi dampak bencana banjir bandang, warga kata Widodo, telah melakukan mitigasi bencana secara mandiri dengan mengamankan berkas dan barang penting. Sebagian warga juga berencana mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Melansir dari laman http://162.241.119.31/  . “Persiapan buat ngungsi mah udah ada, berkas-berkas penting udah terpisah-pisah biar pas ada bencana susulan gampang buat bawanya,” kata Widodo saat terkonfirmasi, Kamis (12/11/2020)

2. Pasca-bencana banjir bandang awal 2020, setiap malam warga tidak tenang

Ia menceritakan, pasca-bencana banjir bandang awal 2020 lalu, masyarakat pada wilayahnya hingga saat ini tidak bisa tidur dengan tenang, karena khawatir akan ada banjir bandang dan longsor susulan, terutama saat hujan turun.

Ketahui ada enam kecamatan terdampak banjir dan longsor awal tahun, yakni Curug Bitung, Sajira, Cipanas, Lebakgedong, Maja, dan Cimarga. Dari enam kecamatan itu, wilayah Curug Bitung, Lebak Gedong, dan Sajira mengalami kerusakan terparah.

Akibatnya, ribuan rumah dan fasilitas umum mengalami rusak berat. Bahkan hingga saat ini masih ada sekitar 115 kepala keluarga masih tinggal pada pengungsian atau  hunian sementara.

“Sebelumnya mah aman-aman aja tentram, gak kaya gini,” kata Widodo.

3. Pemerintah meminta aktif terjun ke daerah rawan bencana

Ia berharap, pemerintah bisa belajar dari bencana awal tahun agar lebih mengantisipasi dengan aktif terjun ke daerah-daerah rawan bencana. “Itu kurangnya apa? Apa yang harus memperbaiki biar gak ada bencana susulan lagi,” katanya.

Berdasarkan kajian BNPB, bencana baniir bandang dan longsor yang terjadi pada Lebak, Banten dan Bogor, Jawa Barat karena curah hujan yang tinggi dan aktivitas tambang emas ilegal pada Kawasan Gunung Halimum Salak.