Kategori
Rekreasi

7 Gunung Indonesia yang Paling Terkenal di Level Mancanegara

7 Gunung Indonesia yang Paling Terkenal di Level Mancanegara

7 Gunung Indonesia yang Paling Terkenal di Level Mancanegara – Indonesia memiliki banyak gunung yang gagah dan indah. Gak heran kalau beberapa gunung Indonesia menjadi favorit bagi sebagian pendaki.

Bahkan, ada beberapa gunung yang sudah terkenal hingga mancanegara, lho. Mau tahu gunung apa saja? Simak info berikut ini, yuk!

1. Gunung Rinjani

Gunung Rinjani sudah gak asing lagi bagi para pendaki. Salah satu daya tarik gunung ini adalah Danau Segara Anak. Selain itu, gunung ini juga memiliki Savana Sembalun Lawang dan 20 air terjun yang memesona.

Hal tersebut membuat Gunung Rinjani mendapatkan beberapa penghargaan internasional, seperti World Legacy Award dan tiga besar Tourism for Tommorow Award. Gunung pada Nusa Tenggara Barat ini juga memiliki tata kelola terbaik pada Asia Tenggara, lho. Terlansir dari http://utowndc.com/

2. Gunung Semeru

Pada Gunung berapi kerucut pada Jawa Timur ini menjadi salah satu jujugan favorit bagi para pendaki lokal dan mancanegara. Gunung tertinggi pada Pulau Jawa ini memiliki daya tarik yang gak boleh terlewatkan, yakni Danau Ranu Kumbolo.

Untuk menikmati keindahan gunung ini memang gak mudah. Pendaki harus melewati medan berupa pasir dan bebatuan yang mudah longsor. Namun, kamu akan tersuguhkan dengan pemandangan luar biasa saat tiba pada puncaknya.

3. Gunung Bromo

Gunung berapi aktif ini sudah gak perlu meragukan lagi keindahannya. Bahkan masuk ke dalam salah satu gunung terbaik pada dunia, lho.

Gak heran kalau gunung ini menjadi destinasi wajib saat berkunjung ke Jawa Timur. Kamu bisa menikmati sunrise dan sunset yang cantik, serta menikmati pemandangan yang memukau.

4. Gunung kerinci

Gunung tertinggi pada Sumatra ini memiliki alam yang masih sangat asri. Saat berada pada puncak, kamu bisa menikmati pemandangan kawah dengan warna air yang cantik.

Selain unik, Flora dan faunanya pun menarik. Para pendaki bisa melihat bunga rafflesia arnoldii, tapir, monyet ekor panjang, dan lain-lain.

5. Gunung Jaya Wijaya

Pada gunung pada Papua ini memiliki Puncak Cartensz yang terkenal hingga level mancanegara. Gunung yang identik dengan salju abadinya ini juga kenal dengan medan yang sulit dan biaya pendakian yang mahal. Bahkan, termasuk dalam tujuh puncak tertinggi pada dunia dari tujuh benua, lho.

6. Gunung Kelimutu

Gunung yang berada pada Nusa Tenggara Timur ini terkenal dengan kawahnya yang dapat berubah warna. Perubahan warna pada kawah meneyabkan  oleh kandungan mineral dan aktivitas vulkanik. Kamu juga bisa menikmati sunrise yang sangat menawan ke sini.

7. Gunung Ijen

Gunung pada Jawa Timur ini terkenal dengan semburan api biru dari kawahnya. Untuk menyaksikan api biru, kamu harus mendaki menuju kawah yang berada pada ketinggian 2.443 meter sebelum pukul 03.00 pagi.

Api biru hanya ada dua pada dunia, lho. Pada Islandia dan pada Gunung Ijen Indonesia ini.

Kategori
Tempat Wisata

Wisata Alam Kala Pandemi

Wisata Alam Kala Pandemi

Wisata Alam Kala Pandemi, – Kawasan pariwisata alam tersebut terdiri dari kawasan wisata bahari, kawasan konservasi perairan, kawasan wisata petualangan, taman nasional, taman wisata alam, taman hutan raya, suaka margasatwa serta geopark.

Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan COVID-19 akan membuka kembali wisata alam di Indonesia secara bertahap.

Kemudian juga pariwisata alam non-kawasan konservasi, antara lain kebun raya, kebun binatang, taman safari, desa wisata, dan kawasan wisata alam yang dikelola oleh masyarakat.

Saat ini, kawasan pariwisata alam yang diizinkan untuk dibuka adalah kawasan pariwisata alam yang berada di kabupaten dan kota dalam zona hijau atau zona kuning.

Sementara zona lain akan diatur sesuai dengan kesiapan daerah serta pengelola kawasan.

Dikutip dari USA Today, ahli kesehatan mengatakan bahwa wisata alam aman dilakukan sendiri atau bersama orang yang berada dalam satu rumah di kawasan yang tak terlalu ramai.

Meski demikian, asosiasi pendakian di Amerika Serikat, Pacific Crest Trail Association, tidak menyarankan untuk langsung melakukan wisata alam yang ekstrem.

Bagi yang sudah tidak sabar melakukan wisata alam, berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:

Cari informasi tempat wisata alam

Tempat wisata alam yang dibuka secara bertahap ialah yang berada di zona hijau dan zona kuning.

Sebelum diminta putar balik di tengah jalan, sebaiknya cari informasi sebanyak mungkin mengenai waktu buka dan tutup tempat wisata tujuan.

Cari tahu juga informasi soal kewajiban membawa surat keterangan bebas virus corona.

Yang baru pertama wisata alam tak perlu nekat

Setelah pandemi virus corona melanda dan manusia terpaksa berada di dalam rumah, mendadak ada banyak orang yang punya hobi berlari, berenang, sampai mendaki gunung, karena orang-orang ini merasa alam punya energi menyembuhkan.

Bagi para pemula yang belum pernah mendaki gunung atau menyelam di laut, sebaiknya urungkan niat untuk memulai hobi baru saat tempat wisata alam dibuka kembali.

Ketahuilah bahwa tempat wisata alam pasti kekurangan staf, sehingga kecerobohan pemula sebaiknya tidak sampai terjadi.

Jika sampai jatuh sakit, membawanya ke rumah sakit juga merepotkan, karena di rumah sakit saat ini sedang banyak pasien virus corona.

Untuk para pemula, sebaiknya datang ke tempat wisata alam yang medannya mudah, sehingga bisa kembali ke rumah dengan selamat.

Kenakan masker, jaga jarak sosial, dan jangan lupa cuci tangan

Kenakan masker saat jarak sosial tak memungkinkan dan jangan iseng menyentuh permukaan yang tidak perlu. Kalau terlanjur menyentuhnya, jangan lupa cuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau hand sanitizer.

Pergilah bersama orang yang berada dalam satu rumah dan hindari kerumunan. Oleh karena itu, datanglah ke tempat wisata sebaiknya sejak pagi hari.

Hingga saat ini penularan virus corona pada binatang peliharaan masih menjadi topik diskusi ahli kesehatan, jadi sebaiknya kenakan tali di leher anjing peliharaan jika sedang dibawa ke area yang banyak orang.

Bawa bekal dalam kemasan pakai ulang

Bawalah makanan dan minuman dari rumah, karena ada banyak tempat makan yang masih tutup, atau beroperasi dengan jam terbatas, atau tak mengizinkan konsumsi di tempat.

Agar tak membuat sampah bertumpuk, sebaiknya bawa makanan dan minuman dalam kemasan yang bisa dipakai ulang.