Kategori
Uncategorized

Mahasiswa Akan Geruduk Istana Lagi Hari Ini, Desak UU Ciptaker Dicabut

Mahasiswa Akan Geruduk Istana Lagi Hari Ini, Desak UU Ciptaker Dicabut

Mahasiswa Akan Geruduk Istana Lagi Hari Ini, Desak UU Ciptaker D’icabut – Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) berencana menggelar kembali aksi unjuk rasa hari ini, Jumat (16/10/2020). Unjuk rasa untuk menuntut pemerintah mencabut Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja yang tersahkan oleh DPR dan sudah terserahkan kepada Presiden Joko “Jokowi” Widodo.

Terlansikan dari http://utowndc.com/ .BEM SI akan menjalankan aksinya pada depan Istana Negara, Jakarta. “Kami akan tetap fokuskan ke Istana Rakyat sesuai dengan tuntutan,” kata Koordinator Media BEM SI Andi Khiyarullah.

“Estimasi massa sejauh ini kurang lebih 6.000,” ujar ia lagi.

Aksi ini menjadi aksi susulan setelah mahasiswa bersama buruh dan sejumlah elemen masyarakat lainnya turun unjuk rasa pada 8 Oktober 2020 lalu.

1. BEM SI akan turun aksi bersama elemen masyarakat lainnya, janji tidak akan anarkis

Dalam menjalankan aksi ini, mahasiswa tidak sendiri. “Sejauh ini elemen lain akan ikut turun juga,” ujar Andi.

“Aksi ini merupakan aksi damai dan lepas dari semua tindakan anarkis, sebagai perwujudan gerakan intelektual dan moral mahasiswa Indonesia,” tulis BEM SI.

BEM Seluruh Indonesia wilayah Jabodetabek-Banten akan kembali turun aksi untuk menyuarakan agar Omnibus Law UU Cipta Kerja tercabut dan kembali menyampaikan #MosiTidakPercaya kepada pemerintah dan wakil rakyat.

2. Massa datang dari Sulawesi dan Kalimantan

Ribuan massa yang memperkirakan akan turun aksi tidak hanya berasal dari Pulau Jawa. “Sudah datang dari wilayah Kalimantan dan Sulawesi,” ujar Andi.

Dalam unggahan Instagram BEM SI (@bem_si), BEM SI mengimbau agar massa aksi yang turun ke jalan melakukan unjuk rasa dengan tetap menjalankan protokol kesehatan.

“Kami telah mengimbau kepada setiap kampus untuk melengkapi protokol kesehatan dalam aksi ini,” ujar Andi.

3. BEM SI punya empat tuntutan dalam aksi ini

BEM SI memiliki empat tuntutan dalam aksi kali ini. Pertama, BEM SI menuntut agar Presiden Jokowi mengeluarkan Perppu guna mencabut Omnibus Law UU Cipta Kerja yang sudah tersahkan DPR.

Kedua, mengecam tindakan pemerintah yang berusaha mengintervensi gerakan dan suara rakyat atas penolakan terhadap UU Cipta Kerja.

Ketiga, “mengecam berbagai tindakan represif aparatur negara terhadap seluruh massa aksi,” tulis BEM SI.

Keempat, BEM SI mengajak mahasiswa seluruh Indonesia untuk terus bersatu menyampaikan penolakan atas UU Cipta Kerja hingga UU Cipta Kerja tercabut dan terbatalkan.

4. BEM SI sebut pemerintah berusaha cuci otak rakyat

BEM SI menilai, pemerintah dengan segala cara berusaha mencuci otak rakyat. Dengan berbagai macam instrumen yang memiliki, agar rakyat berhenti memperjuangkan penolakan UU Cipta Kerja.

“Misalnya saja melalui D’irektorat Jenderal Pendidikan Tinggi (D’itjen D’ikti), pemerintah mencoba mengintervensi. Gerakan mahasiswa dengan mengeluarkan surat nomor 1035/E/KM/2020 . Yang berisi tentang Imbauan Pembelajaran Secara Daring dan Sosialisasi UU Cipta Kerja,” ujar BEM SI.

“Belum lagi berbagai tindakan represif dari aparat kepolisian pada massa aksi yang menolak UU Cipta Kerja, serta berbagai upaya penyadapan terhadap para aktivis dan akademisi yang menolak UU Cipta Kerja,” demikian tertulis dalam keterangan BEM SI.