Kategori
Recreation Camps

Wisata Nangorak Camp Sudah Dibuka Lagi untuk Umum

Wisata Nangorak Camp Sudah Dibuka Lagi untuk Umum

Wisata Nangorak Camp Sudah Dibuka Lagi untuk Umum – Akibat adanya pandemik virus corona, beberapa tempat wisata di berbagai daerah ditutup untuk sementara waktu. Setelah memasuki Mas New Normal atau Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) kini beberapa tempat wisata sudah mulai dibuka kembali untuk umum.

Kawasan yang menawarkan keindahan panorama alam ini, sudah memperbolehkan pengunjungnya untuk melakukan aktivitas camping kembali. Salah satunya seperti objek wisata Nangorak Camp di kawasan Gunung Kareumbi, Desa Margamekar, Kabupaten Sumedang.

Selain itu, letaknya juga tidak jauh dari pusat kota, jadi bagi Anda yang berniat untuk menghilangkan stres karena hampir tiga bulan berada di rumah, bercamping di tempat ini sangatlah cocok.

Kawasan perbukitan yang memiliki ketinggian antara 830 sampai 1.060 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini memang memiliki pemandangan yang sangat indah.

Selain bisa menikmati sejuknya udara pegunungan yang masih asri, di Nangorak Camp ini para pengunjung bisa melihat pemandangan kota Sumedang dengan jelas.

Tidak heran jika pengelola Nangorak Camp selalu menjanjikan kepuasan kepada pengunjungnya. Sebab apabila pengunjung sudah datang ke sana, mereka pasti akan ketagihan ingin kembali menikmati suasana alam di kawasan tersebut.

“Bagi para pecinta alam yang benar-benar gemar berkemah. Pokonya saya jamin pasti puas bila melakukan camping ground di Nangorak Camp,” kata Pengelola Nangorak Camp, Zenni Bima pada Selasa, Juli 2020.

Objek wisata Nangorak Camp, kata Zenni, memang sempat ditutup beberapa bulan akibat adanya wabah Covid-19. Namun setelah Pemkab Sumedang memberlakukan AKB, maka aktivitas camping ground di Nangorak Camp kini sudah mulai diperbolehkan.

“Nangorak Camp ini telah kami buka kembali sejak tanggal Juni 2020. Dan Alhamdulillah peminatnya ternyata langsung banyak. Bahkan bila malam libur (Sabtu dan Minggu) jumlah pengunjung yang berkemah di sini selalu membludak,” katanya.

Namun demikian, meski Nangorak Camp ini merupakan objek wisata alam, tapi pihak pengelola tetap akan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Mematuhi protokol kesehatan

Bahkan saat ini, pihak pengelola juga telah membentuk Gugus Tugas Covid-19 untuk mengawasi penerapan protokol kesehatan bagi para pengunjung.

“Saya selalu tegaskan kepada para pengunjung, agar mematuhi protokol kesehatan yang telah kami tetapkan,” ujarnya.

Untuk memastikan kepatuhan para pengunjung, maka Gugus Tugas Covid-19 Nangorak Camp, akan melakukan patroli ke setiap tenda pengunjung.

Hal itu dilakukan guna memastikan kalau di setiap tenda tidak terjadi kerumunan massa melebihi dari lima orang.

“Buka itu saja gugus tugas ini, nantinya akan mengecek suhu tubuh para pengunjung yang akan masuk ke kawasan perkemahan. Sekaligus akan mensosialisasikan protokol kesehatan yang harus diikuti oleh para pengunjung,” katanya.

Kategori
Recreation Camps

Kawasan Wisata Eks Camp Vietnam Aman Dari Covid-19

Kawasan Wisata Eks Camp Vietnam Aman Dari Covid-19

Kawasan Wisata Eks Camp Vietnam Aman Dari Covid-19 – Badan Pengusahaan (BP) Batam menjamin kawasan wisata Eks Kamp Vietnam di Galang, aman dari Covid-19. Sekitar tahun 1980, ratusan ribu warga Vietnam selatan mengungsi ke negara lain pasca-perang saudara yang terjadi di sana.

Warga Vietnam menaiki perahu dan selama beberapa waktu terombang-ambing di Laut China Selatan tanpa tujuan jelas. Mereka pun mendapat julukan sebagai manusia perahu.

Lokasi bekas kamp pengungsi tersebut berjarak satu kilometer dari Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Galang serta dibatasi oleh pagar dijaga oleh aparat keamanan dari tentara dan polisi.

Asisten Pemasaran dan Pengembangan Usaha Hunian, Gedung, Agribisnis dan Taman BP Batam, Al-Azahari, mengatakan, RSKI Galang.

Memang berada dalam satu pengalokasian lahan (PL) dengan Eks Camp Vietnam yang luasnya mencapai 700 hektar. “Tapi lokasinya tidak berada di dalam situs sejarahnya yang selama ini dikunjungi oleh masyarakat serta wisatawan,” katanya, Senin.

Lokasi antara Eks Camp Vietnam dengan RSKI Galang cukup jauh yaitu dua kilometer. Hal itu dilakukan agar tidak menganggu keamanan dan kenyamanan para pengunjung yang datang ke situs kemanusiaan tersebut.

“Jadi kami tegaskan masuk ke kwasan wisata Eks camp Vietnam tidak ada kaitannya dengan rumah sakit Covid,” tuturnya.

Ia juga menyatakan, RSKI Galang dijaga ketat oleh personel gabungan TNI serta Polri. Dan pintu masuknya juga tidak melalui area Eks Camp Vietnam.

“Artinya baik pengunjung maupun petugas yang bertugas di RSKI Galang, kecuali petugas yang patroli,” tuturnya.

Karena lanjutnya ada alur sumber air yang melintasi di sekitar kawasan wisata Eks Camp Vietnam menuju RSKI Galang dengan menggunakan pipa.

“Jadi kita jamin aman,” tuturnya. Pihaknya juga telah menerapkan protokol kesehatan di kawasan wisata Eks Camp Vietnam.

“Kita sudah menyiapkan spanduk wajib masker, lokasi untuk mencuci tangan. Hand sanitizer serta pemeriksaan suhu untuk pengunjung dengan menggunakan thermo gun,” jelasnya.

Taman Rusa

Ia menjelaskan, sebelum pandemi Covid-19 pengunjung bisa mencapai seribuan orang. Namun sejak Maret hingga Juni 2020 hanya sedikit pengunjung yang datang ke Eks Camp Vietnam.

“Sekarang itu bisa dihitung dengan jari orang yang berkunjung ke sini,” jelasnya. Padahal di dalam area Eks Camp Vietnam juga terdapat taman rusa yang bisa menjadi salah satu tempat untuk bersantai.

“Sekali lagi kami sampaikan kawasan wisata Eks Camp Vietnam aman dari Covid-19,” tegasnya.

Kategori
Regional

Indonesia sepakat melawan covid 19 dengan negara asean

Sepakat melawan covid 19

Indonesia sepakat melawan covid 19 dengan negara asean – Indonesia dan seluruh negara ASEAN sepakat untuk memperkuat kerja sama untuk menangani Covid-19.

Hal itu disampaikan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi usai mendampingi Presiden Joko Widodo menghadiri KTT ASEAN virtual melalui konferensi video.

Indonesia sepakat melawan covid 19 dengan negara asean

Indonesia dan Singapura memiliki kerja sama yang erat di berbagai bidang termasuk di saat pandemi COVID-19. Singapura baik melalui pemerintahan ataupun swasta telah membantu Indonesia dalam langkah-langkahnya mencegah penyebaran virus corona.

“Terima kasih atas kerja sama yang terjalin dengan Yayasan Temasek Singapura dalam menanggulangi pandemi COVID-19. kata duta besar indonesia

Yayasan Temasek Singapura menyerahkan 3 juta masker untuk Kepulauan Riau, TNI dan Polri. Juga bantuan yang telah disalurkan seperti 40.000 test kit berbasis RT PCR ke Jakarta, Bali, dan Batam.

Kerjasama memenuhi kebutuhan medical

Selain penyerahan surgical masker tersebut, Singapura melalui Yayasan Temasek juga telah melakukan kerja sama lainnya, diantaranya pengadaan untuk kebutuhan dukungan non-medis Singapura untuk pembangunan sarana karantina, seperti 25 ribu set dipan dan kasur, pembelian reusable mask dan lain-lain.

Retno menambahkan, Indonesia dan negara anggota ASEAN juga sepakat untuk memberi perlindungan kepada warga negara anggota. Sebab, isu ini penting bagi ASEAN dalam masa pandemi covid-19.

Kata Retno, negara ASEAN juga memperkuat komunikasi publik dengan memerangi stigmatisasi dan juga diskriminasi bagi mereka yang terinfeksi virus corona.

Retno pun mengatakan, seluruh anggota ASEAN juga berkomitmen untuk mengambil tindakan kolektif dan kebijakan yang terkoordinasi untuk memitigasi dampak ekonomi dan sosial.

Para kepala anggota ASEAN meminta agar para menteri ekonomi di ASEAN dapat mengimplementasikan hasil pertemuan yang diselenggarakan pada 10 Maret.

Dubes Ngurah Swajaya mengharapkan pemenuhan kebutuhan alat kesehatan bisa ditanggulangi melalui kerja sama yang memanfaatkan potensi masing-masing negara.

KBRI Singapura juga menawarkan pengadaan kebutuhan (non-medical essential) yang diperlukan Singapura serta menjajaki kerja sama memproduksi medical supply di Indonesia.

Diharapkan akan ada kontribusi dalam penanggulangan COVID-19, tetapi juga untuk mendorong perekonomian sesuai dengan kesepakatan para pemimpin negara ASEAN dan G-20 oleh Presiden Joko Widodo.

Para menteri ekonomi ASEAN juga diminta menindaklanjuti persiapan program ekonomi di saat pandemi berakhir. Untuk saat ini Retno mengatakan dalam konteks dampak sosial ekonomi para pemimpin ASEAN memberikan perhatian terhadap UMKM dan kelompok rentan lainnya.

Indonesia bersama APEC melawan covid 19

Penguatan fasilitasi perdagangan dan penurunan hambatan non-tarif dapat berkontribusi langsung pada sektor swasta, khususnya UMKM dalam menghadapi pandemic. Upaya ini dipandang mempercepat pemulihan ekonomi di kawasan, mengingat 40%-60% komposisi produk domestik bruto anggota APEC berasal dari UMKM.

Turut hadir dalam memperkuat delegasi adalah Direktur Kerja Sama Intrakawasan dan Antarkawasan Asia Pasifik dan Afrika Kemlu, Direktur Perdagangan, Komoditas, dan Kekayaan Intelektual Kemlu, Direktur Afrika Kemlu, Direktur Perundingan APEC dan OI Lainnya Kemendag, dan Asisten Deputi VII Kemenko Perekonomian, serta perwakilan dari Direktorat Pembangunan Ekonomi dan Lingkungan Hidup Kemlu, dan Biro Hukum, Organisasi, dan Kerja sama BNPB.