Kategori
Regional

Parah ! Ini 10 Negara dengan Kematian COVID-19 Terbanyak di Dunia

Parah ! Ini 10 Negara dengan Kematian COVID-19 Terbanyak di Dunia

Parah ! Ini 10 Negara dengan Kematian COVID-19 Terbanyak di Dunia – Hari ini, Rabu (21/10/2020) hingga pukul 06.43 WIB, kasus COVID-19 pada dunia tercatat meningkat sebanyak 378.717 orang. Dengan demikian, total sebanyak 41.018.129 orang sudah terpapar virus SARS-CoV-2 tersebut.

Dari jumlah seluruh kasus tersebut, sebanyak 9.274.715 kasus atau 22,61 persen merupakan kasus aktif. Sedangkan 30.614.622 orang lainnya, sudah sembuh alias kembali menjadi negatif.

Namun, kasus yang berujung kematian pun terus bertambah. Per hari ini, ada 6.033 kasus tambahan. Total kasus kematian akibat COVID-19 pun menjadi 1.128.792 kasus. Negara-negara mana saja yang tercatat memiliki kasus kematian terbanyak ?

1.  Amerika Serikat , 226.053 orang meninggal karena COVID-19

Terlansikan dari http://utowndc.com/ .Penyebaran COVID-19 pada Amerika Serikat masih terus mengalami lonjakan. Hanya dalam 24 jam, tercatat 59.744 orang terpapar. Secara total, AS memiliki 8.516.601 kasus.

Untuk kasus kematian, tercatat penambahan sebanyak 831, maka total menjadi 226.053 kasus kematian. Ini adalah kasus kematian terbanyak pada bandingkan negara mana pun pada dunia. Walaupun demikian, kasus sembuh pada AS juga kian meningkat, saat ini berjumlah 5.541.606 kasus.

2. 10 negara dengan total kasus kematian COVID-19 tertinggi dunia

Setelah AS, Brasil menempati posisi ke dua sebagai negara dengan total kasus kematian tertinggi. Berikut ini 10 negara dengan kasus kematian COVID-19 tertinggi dunia per 21 Oktober 2020:

1. Amerika Serikat: 226.053 kasus kematian

2. Brasil: 154.888 kasus kematian

3. India: 115.950 kasus kematian

4. Meksiko: 86.338 kasus kematian

5. Britania Raya: 43.967 kasus kematian

6. Italia: 36.705 kasus kematian

7. Spanyol: 34.210 kasus kematian

8. Prancis: 33.885 kasus kematian

9. Peru: 33.875 kasus kematian

10. Iran: 31.034 kasus kematian

3. Indonesia jadi negara ke-16 dengan kasus kematian tertinggi pada dunia

Indonesia tercatat menduduki peringkat ke-16 sebagai negara dengan kasus kematian terbanyak pada dunia. Dari 368.842 kasus COVID-19 pada Indonesia, 12.734  antaranya berujung kematian.

Kasus aktif yang perlu tertangani sebanyak 62.455 atau 16,93 persen dari total kasus. Sedangkan, 293.653 orang lainnya sudah sembuh dari penyakit akibat virus corona ini

Entah sampai kapan corona ini hadir, sudah sekitar 7 bulan virus ini membunuh banyak hal dari segi masyarakat, keluarga, kerabat, dalam segi per ekonomian, pekerjaan. Tidak ada yang pernah menyangka akan seperti ini, jadi untuk kalian yang masih sehat , tolong pada rumah saja jika tidak ada keperluan yang begitu penting seperti bercakap ke luar beramai ramai. Bantu dunia ini sembuh dengan mengikuti protokol yang sudah ada dan menjaga kesehatan untu d’iri kita sendiri dan orang yang kita cintai.

Kategori
Regional

Tidak Peduli Pandemik, Jumlah Pernikahan di Aceh Tetap Tinggi

Tidak Peduli Pandemik, Jumlah Pernikahan di Aceh Tetap Tinggi

Tidak Peduli Pandemik, Jumlah Pernikahan di Aceh Tetap Tinggi – Meski dalam suasana pandemik virus corona atau COVID-19, jumlah pernikahan pada Provinsi Aceh terbilang tinggi selama kurun waktu 2020. Jumlah tersebut bahkan tidak jauh berbeda dari tahun sebelumnya.

Kepala Bidang Urusan Agama Islam Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Marzuki Ansari, mengatakan wabah COVID-19 sepertinya tidak mengurangi keinginan para calon pasangan pengantin ke daerah berjulukan Serambi Makkah itu untuk melangsungkan pernikahan.

Melansikan dari https://testyfesty.com/ . “Wabah tidak menghalangi niat baik para calon pengantin ke Aceh untuk menikah. Kita prediksikan jumlah ini akan terus meningkat hingga akhir tahun ini,” kata Marzuki, Jumat (16/10/2020).

1. Enam bulan pandemik jumlah pasangan yang menikah mencapai 24.165 pasangan

Enam bulan sejak pandemik COVID-19 pertama kali tertemukan ke Aceh, ternyata tidak mempengaruhi jumlah pasangan yang menikah. Angka pernikahan pada seluruh daerah Aceh lebih dari 20 ribu pasangan.

Berdasarkan catatan dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, selama periode Maret hingga September 2020, ada 24.165 pasangan yang menikah. Jika membandingkan tahun sebelumnya, hanya terpaut 3.400 pasangan atau ada 27.565 pasangan untuk periode yang sama pada tahun 2019.

Sementara itu, untuk total dari Januari hingga September 2020, ada 31.618 pasangan pada Aceh melangsungkan pernikahan. Sedangkan periode yang sama pada 2019, jumlah pernikahan mencapai 34.881 pasangan.

“Dari jumlah total peristiwa nikah tahun ini, 20.979 pasangan melaksanakan pernikahan ke Kantor Urusan Agama (KUA) dan 10.638 ke luar kantor,” kata kepala Bidang Urusan Agama Islam Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh tersebut.

2. Pada awal pandemik COVID-19, jumlah pernikahan hanya menurun 132 pasangan membandingkan tahun lalu

Kasus pertama COVID-19 yang menemukan  pada Indonesia pada Februari 2020 silam. Sementara itu, pada Provinsi Aceh sendiri wabah tersebut baru terdeteksi dan ketahui setelah ada salah seorang pasien meninggal dengan hasil swab terkonfirmasi positif pada Maret 2020 lalu. Sejak kasus pertama kali tertemukan, Aceh masuk dalam daerah yang terkena wabah virus mematikan tersebut.

3. Masyarakat Aceh tidak berpikir untuk menunda pernikahan dalam kondisi apa pun

Suasana pandemik COVID-19, menganggap  masyarakat Aceh bukanlah suatu penghalang untuk menyelenggarakan pernikahan. Menurut Marzuki, pernikahan tidak dapat tertunda dalam kondisi apa pun.

Oleh sebab itu, demi kelancaran pernikahan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh telah melakukan sosialisasi agar pernikahan melaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan.

“Selain itu, untuk mengantisipasi penyebaran wabah Corona pada Kantor Urusan Agama, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh juga telah mendistribusikan 274 wastafel, 5.263 masker dan 9.900 sarung tangan ke semua unit Kantor Urusan Agama pada Aceh,” katanya.

4. Ramadan mempengatuhi minimnya jumlah pernikahan  Aceh

Berdasarkan data Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, dalam dua tahun terakhir, tampak jumlah pernikahan nyaris rata-rata ke atas dua ribu pasangan yang menikah setiap bulannya.

Ada satu bulan yang pelaksanaan pernikahan tidak sampai seribu pasangan, yakni pada Mei. Selama dua tahun ini, pada bulan tersebut jumlah menikah hanya 941 pasangan untuk 2019 dan 232 pasangan pada 2020.

“Pada bulan Mei kita lihat tidak banyak pernikahan karena puasa Ramadan dan lebaran Idulfitri, jadi tidak banyak terjadi peristiwa nikah. Ini bukan hanya terjadi di tengah pandemik, sebelum pandemi juga demikian,” kata Marzuki.

Kategori
Regional

Kasus COVID-19 Global Naik hingga 700 Ribu Kasus dalam 3 Hari

Kasus COVID-19 Global Naik hingga 700 Ribu Kasus dalam 3 Hari

Kasus COVID-19 Global Naik hingga 700 Ribu Kasus dalam 3 Hari – Kasus virus corona atau COVID-19 di dunia masih terus bertambah. Situs World O Meter mencatat hingga Kamis (15/10/2020) pukul 07.30 WIB ada 38,7 juta orang pada dunia terjangkit virus corona.

Angka ini naik 700 ribu kasus dibanding Selasa, 13 Oktober 2020 di mana pada waktu tersebut tercatat sebanyak 38 juta kasus. Lansirkan dari http://utowndc.com/

1. Kasus aktif, pasien sembuh, dan yang meninggal

World O Meter mencatat dari 38,7 juta kasus, angka kematian akibat virus kini sebanyak 1.096.300 jiwa dan mereka yang sembuh 29.110.959 jiwa.

Kasus aktif virus corona sekarang ini tercatat sebanyak 8.520.628 yang terbagi menjadi 8.450.563 jiwa pasien dengan gejala dan 70.065 pasien dalam kondisi kritis.

2. Negara dengan penambahan kasus harian lebih dari 10 ribu kasus

Ada delapan negara yang tercatat penambahan kasus COVID-19 baru lebih dari 10 ribu. Yakni Spanyol (11,9 ribu kasus), Rusia (14,2 ribu kasus), Argentina (14,9 ribu kasus), Inggris (19,7 ribu kasus), Prancis (22,5 ribu kasus), Brasil (26,6 ribu kasus), AS (57,9 ribu kasus) dan India (67,9 ribu kasus).

3. Negara dengan penambahan kasus kematian terbanyak

Sebanyak 15 negara tercatat dengan penambahan kasus meninggal karena COVID-19 lebih dari 100 kasus. Yakni Prancis (104 meninggal), Ukhraina (107 meninggal), Polandia (116 meninggal), Afrika Selatan (123 meninggal). Serta Indonesia (129 meninggal), Inggris (137 meninggal), Kolombia (165 meninggal).

Spanyol (209 meninggal), Rusia (239 meninggal), Iran (279 meninggal), Argentina (349 meninggal), Meksiko (475 meninggal), India (694 meninggal), Brasil (716 meninggal), dan AS (951 meninggal).

Pemerintah melalui Satuan Tugas Penanganan COVID-19, menggelar kampanye 3 M : Gunakan Masker, Menghindari Kerumunan atau jaga jarak fisik dan rajin Mencuci tangan dengan air sabun yang mengalir. Jika protokol kesehatan ini melakukan dengan tersiplin, dalam harapkan dapat memutus mata rantai penularan virus. Menjalankan gaya hidup 3 M, akan melindungi d’iri sendiri dan orang pada sekitar kita. Ikuti informasi penting dan terkini soal COVID-19

Banyaknya kasus COVID – 19 pada negara Indonesia semakin tinggi dan memiliki dampak yang begitu besar untuk masyarakat sendiri. Hilangnya pekerjaan maupun mata pencaharian masyarakat penduduk. Sangat ter himbau sekali dari pemerintah untuk masyarakat Indonesia harus menaati peraturan protocol. Guna agar tidak meningkatnya angka kematian maupun angka kenaikan yang terkena covid – 19. Jadi untuk kalian mari bekerja sama agar melindungin d’iri sendiri dan orang tercinta kita.

Kategori
Regional

Siap-siap, Begini Tahapan Imunisasi Vaksin COVID-19

Siap-siap, Begini Tahapan Imunisasi Vaksin COVID-19

Siap-siap, Begini Tahapan Imunisasi Vaksin COVID-19 – Kementerian kesehatan saat ini sudah mempersiapkan imunisasi COVID-19 seiring target pemerintah mendapatkan vaksin pada kuartal IV atau akhir 2020. Simulasi uji coba vaksin COVID-19 saat ini sudah melakukan pada dua Kota yakni Kota Bogor, Jawa Barat dan Badung, Bali.

Sekretaris D’irektorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit M Budi Hidayat mengungkapkan persiapan simulasi uji coba merupakan bagian dari kesiapan Indonesia untuk melakukan vaksinasi massal saat vaksin definitif COVID-19 telah temukan.

“Kita nunggu (uji coba), saat ini kita siapkan dulu SOP, SDM dan logistik yang terperlukan untuk menyatakan kita siap melakukan vaksinasi massal,” kata Budi lansirkan dari http://utowndc.com/

Lalu bagaimana tahap imunisasi vaksin COVID-19?

1. Tahap pertama peserta akan d’iskrining

Budi menjelaskan dalam tahapan vaksinasi, peserta akan d’iskrining terlebih dahulu untuk mengetahui apakah yang bersangkutan memiliki penyakit komorbid atau tidak.

“Tahap tersebut sebagai anamnase. Jika peserta vaksinasi terindikasi memiliki penyakit penyerta (komorbid) maka akan terarahkan ke ruang pemeriksaan umum, lalu berikan surat rujukan untuk selanjutnya merujuk ke RS,” ujarnya.

2. Peserta akan imunisasi lagi 2 minggu kemudian

Sementara bagi peserta yang sehat, dapat menerima vaksinasi tahap pertama. Usai penyuntikan vaksin, peserta tidak langsung pulang, melainkan harus menunggu selama 30 menit guna melihat apakah ada efek samping atau tidak.

“Jika vaksinasi tahap pertama selesai, nanti peserta akan imunisasi lagi 2 minggu kemudian,” imbuhnya.

3. Tenaga kesehatan gunakan APD level 2

Ia menekankan bahwa keselamatan tenaga kesehatan dan peserta vaksinasi adalah prioritas utama. Untuk itu, para tenaga kesehatan yang bertugas menggunakan APD level 2 serta apron.

“Sementara bagi masyarakat harus menerapkan 3M yakni sebelum uji coba vaksin harus mencuci tangan dengan sabun terlebih dahulu, menggunakan masker dan menjaga jarak aman antar peserta,” terangnya.

4. Kemkes jamin keamanan vaksin saat peserta imunisasi

Ia memastikan bahwa vaksin yang akan memberikan kepada peserta imunisasi saat uji coba vaksin aman, sehingga tidak akan berdampak buruk bagi kesehatan, sebab vaksin terpilih telah melewati sejumlah rangkaian uji coba dan telah teruji secara klinis.

“Sekarang sedang teliti dan terupayakan untuk meminimalisir risiko-risiko yang akan terjadi, kalau memang ada risiko pasti tidak akan kita lakukan. Yang sudah diberikan ini, yang sudah aman,” katanya.

5. 30 juta dosis vaksin akan keterima Indonesia pada kuartal IV atau akhir 2020

Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga Hartarto, mengungkapkan 30 juta dosis vaksin akan terima Indonesia pada kuartal IV atau akhir 2020.

Airlangga menyebutkan jumlah vaksin itu berasal dari Sinovac, Sinopharm, dan Astra Zeneca.

“Pemerintah telah mengorder 50 juta vaksin dari Astra Zeneca dan sekarang telah berangkat untuk pemesanan pertama. Menteri Kesehatan, Menteri Luar Negeri, dan Menteri BUMN sedang mengurus pembelian vaksin itu,” ujarnya

Kategori
Recreation Camps

Wisata Nangorak Camp Sudah Dibuka Lagi untuk Umum

Wisata Nangorak Camp Sudah Dibuka Lagi untuk Umum

Wisata Nangorak Camp Sudah Dibuka Lagi untuk Umum – Akibat adanya pandemik virus corona, beberapa tempat wisata di berbagai daerah ditutup untuk sementara waktu. Setelah memasuki Mas New Normal atau Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) kini beberapa tempat wisata sudah mulai dibuka kembali untuk umum.

Kawasan yang menawarkan keindahan panorama alam ini, sudah memperbolehkan pengunjungnya untuk melakukan aktivitas camping kembali. Salah satunya seperti objek wisata Nangorak Camp di kawasan Gunung Kareumbi, Desa Margamekar, Kabupaten Sumedang.

Selain itu, letaknya juga tidak jauh dari pusat kota, jadi bagi Anda yang berniat untuk menghilangkan stres karena hampir tiga bulan berada di rumah, bercamping di tempat ini sangatlah cocok.

Kawasan perbukitan yang memiliki ketinggian antara 830 sampai 1.060 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini memang memiliki pemandangan yang sangat indah.

Selain bisa menikmati sejuknya udara pegunungan yang masih asri, di Nangorak Camp ini para pengunjung bisa melihat pemandangan kota Sumedang dengan jelas.

Tidak heran jika pengelola Nangorak Camp selalu menjanjikan kepuasan kepada pengunjungnya. Sebab apabila pengunjung sudah datang ke sana, mereka pasti akan ketagihan ingin kembali menikmati suasana alam di kawasan tersebut.

“Bagi para pecinta alam yang benar-benar gemar berkemah. Pokonya saya jamin pasti puas bila melakukan camping ground di Nangorak Camp,” kata Pengelola Nangorak Camp, Zenni Bima pada Selasa, Juli 2020.

Objek wisata Nangorak Camp, kata Zenni, memang sempat ditutup beberapa bulan akibat adanya wabah Covid-19. Namun setelah Pemkab Sumedang memberlakukan AKB, maka aktivitas camping ground di Nangorak Camp kini sudah mulai diperbolehkan.

“Nangorak Camp ini telah kami buka kembali sejak tanggal Juni 2020. Dan Alhamdulillah peminatnya ternyata langsung banyak. Bahkan bila malam libur (Sabtu dan Minggu) jumlah pengunjung yang berkemah di sini selalu membludak,” katanya.

Namun demikian, meski Nangorak Camp ini merupakan objek wisata alam, tapi pihak pengelola tetap akan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Mematuhi protokol kesehatan

Bahkan saat ini, pihak pengelola juga telah membentuk Gugus Tugas Covid-19 untuk mengawasi penerapan protokol kesehatan bagi para pengunjung.

“Saya selalu tegaskan kepada para pengunjung, agar mematuhi protokol kesehatan yang telah kami tetapkan,” ujarnya.

Untuk memastikan kepatuhan para pengunjung, maka Gugus Tugas Covid-19 Nangorak Camp, akan melakukan patroli ke setiap tenda pengunjung.

Hal itu dilakukan guna memastikan kalau di setiap tenda tidak terjadi kerumunan massa melebihi dari lima orang.

“Buka itu saja gugus tugas ini, nantinya akan mengecek suhu tubuh para pengunjung yang akan masuk ke kawasan perkemahan. Sekaligus akan mensosialisasikan protokol kesehatan yang harus diikuti oleh para pengunjung,” katanya.

Kategori
Recreation Camps

Kawasan Wisata Eks Camp Vietnam Aman Dari Covid-19

Kawasan Wisata Eks Camp Vietnam Aman Dari Covid-19

Kawasan Wisata Eks Camp Vietnam Aman Dari Covid-19 – Badan Pengusahaan (BP) Batam menjamin kawasan wisata Eks Kamp Vietnam di Galang, aman dari Covid-19. Sekitar tahun 1980, ratusan ribu warga Vietnam selatan mengungsi ke negara lain pasca-perang saudara yang terjadi di sana.

Warga Vietnam menaiki perahu dan selama beberapa waktu terombang-ambing di Laut China Selatan tanpa tujuan jelas. Mereka pun mendapat julukan sebagai manusia perahu.

Lokasi bekas kamp pengungsi tersebut berjarak satu kilometer dari Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Galang serta dibatasi oleh pagar dijaga oleh aparat keamanan dari tentara dan polisi.

Asisten Pemasaran dan Pengembangan Usaha Hunian, Gedung, Agribisnis dan Taman BP Batam, Al-Azahari, mengatakan, RSKI Galang.

Memang berada dalam satu pengalokasian lahan (PL) dengan Eks Camp Vietnam yang luasnya mencapai 700 hektar. “Tapi lokasinya tidak berada di dalam situs sejarahnya yang selama ini dikunjungi oleh masyarakat serta wisatawan,” katanya, Senin.

Lokasi antara Eks Camp Vietnam dengan RSKI Galang cukup jauh yaitu dua kilometer. Hal itu dilakukan agar tidak menganggu keamanan dan kenyamanan para pengunjung yang datang ke situs kemanusiaan tersebut.

“Jadi kami tegaskan masuk ke kwasan wisata Eks camp Vietnam tidak ada kaitannya dengan rumah sakit Covid,” tuturnya.

Ia juga menyatakan, RSKI Galang dijaga ketat oleh personel gabungan TNI serta Polri. Dan pintu masuknya juga tidak melalui area Eks Camp Vietnam.

“Artinya baik pengunjung maupun petugas yang bertugas di RSKI Galang, kecuali petugas yang patroli,” tuturnya.

Karena lanjutnya ada alur sumber air yang melintasi di sekitar kawasan wisata Eks Camp Vietnam menuju RSKI Galang dengan menggunakan pipa.

“Jadi kita jamin aman,” tuturnya. Pihaknya juga telah menerapkan protokol kesehatan di kawasan wisata Eks Camp Vietnam.

“Kita sudah menyiapkan spanduk wajib masker, lokasi untuk mencuci tangan. Hand sanitizer serta pemeriksaan suhu untuk pengunjung dengan menggunakan thermo gun,” jelasnya.

Taman Rusa

Ia menjelaskan, sebelum pandemi Covid-19 pengunjung bisa mencapai seribuan orang. Namun sejak Maret hingga Juni 2020 hanya sedikit pengunjung yang datang ke Eks Camp Vietnam.

“Sekarang itu bisa dihitung dengan jari orang yang berkunjung ke sini,” jelasnya. Padahal di dalam area Eks Camp Vietnam juga terdapat taman rusa yang bisa menjadi salah satu tempat untuk bersantai.

“Sekali lagi kami sampaikan kawasan wisata Eks Camp Vietnam aman dari Covid-19,” tegasnya.

Kategori
Regional

Indonesia sepakat melawan covid 19 dengan negara asean

Sepakat melawan covid 19

Indonesia sepakat melawan covid 19 dengan negara asean – Indonesia dan seluruh negara ASEAN sepakat untuk memperkuat kerja sama untuk menangani Covid-19.

Hal itu disampaikan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi usai mendampingi Presiden Joko Widodo menghadiri KTT ASEAN virtual melalui konferensi video.

Indonesia sepakat melawan covid 19 dengan negara asean

Indonesia dan Singapura memiliki kerja sama yang erat di berbagai bidang termasuk di saat pandemi COVID-19. Singapura baik melalui pemerintahan ataupun swasta telah membantu Indonesia dalam langkah-langkahnya mencegah penyebaran virus corona.

“Terima kasih atas kerja sama yang terjalin dengan Yayasan Temasek Singapura dalam menanggulangi pandemi COVID-19. kata duta besar indonesia

Yayasan Temasek Singapura menyerahkan 3 juta masker untuk Kepulauan Riau, TNI dan Polri. Juga bantuan yang telah disalurkan seperti 40.000 test kit berbasis RT PCR ke Jakarta, Bali, dan Batam.

Kerjasama memenuhi kebutuhan medical

Selain penyerahan surgical masker tersebut, Singapura melalui Yayasan Temasek juga telah melakukan kerja sama lainnya, diantaranya pengadaan untuk kebutuhan dukungan non-medis Singapura untuk pembangunan sarana karantina, seperti 25 ribu set dipan dan kasur, pembelian reusable mask dan lain-lain.

Retno menambahkan, Indonesia dan negara anggota ASEAN juga sepakat untuk memberi perlindungan kepada warga negara anggota. Sebab, isu ini penting bagi ASEAN dalam masa pandemi covid-19.

Kata Retno, negara ASEAN juga memperkuat komunikasi publik dengan memerangi stigmatisasi dan juga diskriminasi bagi mereka yang terinfeksi virus corona.

Retno pun mengatakan, seluruh anggota ASEAN juga berkomitmen untuk mengambil tindakan kolektif dan kebijakan yang terkoordinasi untuk memitigasi dampak ekonomi dan sosial.

Para kepala anggota ASEAN meminta agar para menteri ekonomi di ASEAN dapat mengimplementasikan hasil pertemuan yang diselenggarakan pada 10 Maret.

Dubes Ngurah Swajaya mengharapkan pemenuhan kebutuhan alat kesehatan bisa ditanggulangi melalui kerja sama yang memanfaatkan potensi masing-masing negara.

KBRI Singapura juga menawarkan pengadaan kebutuhan (non-medical essential) yang diperlukan Singapura serta menjajaki kerja sama memproduksi medical supply di Indonesia.

Diharapkan akan ada kontribusi dalam penanggulangan COVID-19, tetapi juga untuk mendorong perekonomian sesuai dengan kesepakatan para pemimpin negara ASEAN dan G-20 oleh Presiden Joko Widodo.

Para menteri ekonomi ASEAN juga diminta menindaklanjuti persiapan program ekonomi di saat pandemi berakhir. Untuk saat ini Retno mengatakan dalam konteks dampak sosial ekonomi para pemimpin ASEAN memberikan perhatian terhadap UMKM dan kelompok rentan lainnya.

Indonesia bersama APEC melawan covid 19

Penguatan fasilitasi perdagangan dan penurunan hambatan non-tarif dapat berkontribusi langsung pada sektor swasta, khususnya UMKM dalam menghadapi pandemic. Upaya ini dipandang mempercepat pemulihan ekonomi di kawasan, mengingat 40%-60% komposisi produk domestik bruto anggota APEC berasal dari UMKM.

Turut hadir dalam memperkuat delegasi adalah Direktur Kerja Sama Intrakawasan dan Antarkawasan Asia Pasifik dan Afrika Kemlu, Direktur Perdagangan, Komoditas, dan Kekayaan Intelektual Kemlu, Direktur Afrika Kemlu, Direktur Perundingan APEC dan OI Lainnya Kemendag, dan Asisten Deputi VII Kemenko Perekonomian, serta perwakilan dari Direktorat Pembangunan Ekonomi dan Lingkungan Hidup Kemlu, dan Biro Hukum, Organisasi, dan Kerja sama BNPB.