Kategori
Regional

Potret Peluncuran pada IDN Times Regional ke Bali

Potret Peluncuran pada IDN Times Regional ke Bali

Potret Peluncuran pada IDN Times Regional ke Bali– Bernaung ke bawah IDN Media, dengan bangga IDN Times meluncurkan salah satu cabangnya yang baru. Kali ini IDN Times membuka cabang regional di Bali, dan telah soft launching pada lalu ke Colony Creative Hub, Plaza Renon lantai 3, Denpasar, Bali. Pada kesempatan tersebut, CEO dan Founder IDN Media Winston Utama dan Pemimpin Redaksi IDN Times Uni Lubis berkesempatan berbincang dengan Gubernur Bali I Wayan Koster. Keduanya juga bertemu dengan Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Bali, I Nyoman Sujaya.

images?q=tbn:ANd9GcTD7T3792sy3d sEK3Pf1Il5 RPz7wmTHtMcw&usqp=CAU - Potret Peluncuran pada IDN Times Regional ke Bali

Redaksi IDN Times regional Bali menyambut hangat oleh Gubernur Bali

Tim IDN Times regional Bali menerima sambutan hangat dari Gubernur Bali I Wayan Koster dalam acara soft launching IDN Times regional Bali pada kemarin. Karena baru terbukanya gedung baru pada bali.

CEO dan Founder IDN Media turut hadir

CEO dan Founder IDN Media Winston Utomo turut hadir dalam acara soft launching. Winston juga bertemu sapa dengan Gubernur Bali untuk saling menggenal dengan yang lainya. karena semua yang ada pada gedung baru belum mengganlnya.

Winston perkenalkan IDN Media dan IDN Times

Gubernur Bali memperkenalkan secara langsung dengan IDN Media dan IDN Times oleh Winston. Karena itu saat memperkenalkan diri harus lebih serius dengan jiwa yang berada pada saat bertemu dengan orang-orang.

Pemimpin redaksi IDN Times kenalkan

Melansir dari http://thedehealth.com/  pemimpin Redaksi IDN Times Uni Lubis turut hadir dalam soft launching dan memperkenalkan MillennialsMemilih. Selain itu, Uni Lubis juga mengatakan, IDN Times akan membuka biro di lebih dari 20 daerah di Indonesia.

Kadis Kominfo Bali berharap IDN Times mencerahkan masyarakat Bali

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kadis Kominfo) Bali berharap, media dengan target pembaca millennials ini dapat memberi pencerahan kepada masyarakat Bali. Ia berharap, IDN Times dapat memproduksi informasi yang sehat dan cerdas.

Ada pesan dari Gubernur Bali untuk millennials

Kepada millennials, Gubernur Bali I Wayan Koster menitipkan pesan lewat IDN Times saat tim berkunjung ke rumah pada dinasnya. Ia berharap generasi millennials, khususnya ke Bali, mau menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu 2019 mendatang. “Kalian itu harus menggunakan hak pilih kalian,” pesannya.

Kategori
Regional

KPK Geledah Tiga Kantor Pemkot Batu, Catatan Transaksi Keuangan Disita

KPK Geledah Tiga Kantor Pemkot Batu, Catatan Transaksi Keuangan disita

KPK Geledah Tiga Kantor Pemkot Batu, Catatan Transaksi Keuangan Disita – Tim Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggeledah sejumlah lokasi ke Kota Batu, Jawa Timur pada Kamis (7/1/2021). Plt Jubir KPK Ali Fikri mengatakan penggeledahan ini terkait kasus gratifikasi pada Pemerintah Kota (Pemkot) Batu selama 2011-2017.

Melansirkan dari http://utowndc.com/ .”Yakni pada D’inas Komunikasi dan Informasi Kota Batu, D’inas Penanggulangan Kebakaran Kota Batu dan D’inas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Kota Batu,” ungkap Plt Jubir KPK Ali Fikri saat mengkonfirmasi awak media, Jumat (8/1/2021)

1. Dokumen perizinan usaha juga tersita

Ali mengatakan, dari tiga lokasi tersebut, pihaknya mengamankan berbagai dokumen. Selanjutnya, dokumen yang amankan itu akan analisa sebelum tersita KPK. “Pada antaranya dokumen perizinan usaha dan catatan transaksi keuangan yang terkait dengan perkara ini,” ucapnya.

2. KPK sebelumnya sita dokumen terkait perizinan tempat wisata

KPK pada Rabu, 6 Januari 2021 menggeledah kantor D’inas PUPR, Kantor D’inas Pendidikan dan Kantor D’inas Pariwisata Kota Batu, Jawa Timur. Dalam penggeledahan itu, sejumlah dokumen turut tersita.

“Penyidik menemukan dan mengamankan sejumlah dokumen terkait kegiatan proyek-proyek pekerjaan dan juga dokumen peririzinan-perizinan tempat wisata, pada D’inas Pariwisata kota Batu kurun waktu tahun 2011-2017,” ungkap Ali saat terkonfirmasi, Kamis (7/1/2021).

Tim penyidik KPK pada Selasa, 5 Januari 2021 sudah memeriksa dua saksi terkait kasus tersebut. Penyidikan kasus ini merupakan pengembangan dari perkara eks Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko.

“Moh. Zaini, swasta atau pemilik PT Gunadharma Anugerah dalami pengetahuannya terkait dugaan pemberian sejumlah uang kepada pihak yang terkait perkara ini, agar bisa mendapatkan proyek pekerjaan pada Pemkot Batu,” ucap Ali.

KPK juga memeriksa mantan asisten rumah tangga (ART) Eddy Rumpoko yang bernama Kristiawan. Eddy Rumpoko terketahui pernah terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK.

“Kristiawan mendalami pengetahuannya terkait dugaan sebagai perantara penerimaan atas perintah dari pihak yang terkait perkara ini, untuk menerima sejumlah uang dari para Kontraktor dan SKPD (satuan kerja perangkat daerah) pada Pemkot Batu,” ujar Ali.

3. Eddy Rumpoko terjaring OTT KPK pada 2017 lalu

Eddy Rumpoko sebelumnya terjaring OTT KPK pada September 2017. Ia menerima suap berupa mobil merek Toyota New Alphard senilai Rp1,6 milyar dari pengusaha Filiphus Djap.

Suap itu terima terkait proyek belanja modal dan mesin pengadaan meubelair pada Pemkot Batu. Akibatnya, Eddy harus menerima vonis 3 tahun penjara dengan denda Rp300 juta subsidair 3 bulan kurungan penjara.

Kategori
Regional

Bupati Tangerang Hanya Izinkan 25 Persen Pegawai Masuk

Bupati Tangerang Hanya Izinkan 25 Persen Pegawai Masuk

Bupati Tangerang Hanya Izinkan 25 Persen Pegawai Masuk – Kabupaten Tangerang kembali masuk dalam zona merah penyebaran COVID-19. Hal tersebut membuat Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar memberlakukan aturan hanya 25 persen pegawai daerah lingkup Pemerintah Kabupaten Tangerang yang masuk kantor.

“Sebanyak 75 persen lainnya bekerja dari rumah ke setiap unit kerja,” ujar Zaki, Rabu (6/1/2021).

1. Kontak antar pegawai pasca libur Natal dan tahun baru harus terminimalisasi

Zaki mengungkapkan, aturan ini berlaku untuk seluruh unit kerja daerah lingkup Pemerintahan Kota Tangerang.

Melansir dari http://utowndc.com/ .”Langkah ini untuk meminimalisir kontak, dan menurunkan angka penularan COVID-19, makanya kami terapkan lagi sistem WFH,” kata Zaki.

2. Seluruh pegawai wajib melaporkan pekerjaan setiap hari

Lanjutnya, meskipun berlaku sistem bekerja WFH, tetapi seluruh pelayanan daerah Kabupaten Tangerang tetap berjalan normal. Pihaknya juga tetap memprioritaskan pelayanan kepada masyarakat Kabupaten Tangerang, meskipun pandemik COVID-19 masih membayangi.

“Walaupun sudah berlaku WFH tetapi seluruh pegawai yang terkena WFH wajib dan harus melakukan dan menyelesaikan pekerjaannya sesuai dengan tupoksinya masing-masing,” ujarnya.

3. Kasus konfirmasi positif COVID-19 daerah Kabupaten Tangerang capai 5.264 kasus

Untuk saat ini, menurut data laman sebaran-data, kasus konfirmasi positif COVID-19 daerah Kabupaten Tangerang mencapai 5.264 kasus.

Dari jumlah itu, kasus isolasi terdapat 145 kasus, kasus sembuh sebanyak 4.876, dan meninggal 107 kasus.

Sebanyak 14.560 vaksin COVID-19 sudah tiba ke Banten pada Minggu malam (2/1/2021). Pengiriman vaksin tahap pertama tersebut nantinya memperuntukkan bagi tenaga kesehatan.

Vaksin itu telah terkirim dari Biofarma, Bandung, Jawa Barat dengan pengawalan ketat oleh aparat kepolisian.

“Tahap satu yang pada minggu ke 1, Januari 2021 yang sudah datang 14.560,” kata Kepala D’inas Kesehatan Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti, mengonfirmasi pada Senin (4/1/2021).

Vaksin Sinovac tersimpan sementara dalam gudang Farmasi Banten

Mantan Kepala Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Tangerang itu menuturkan, vaksin COVID-19 buatan Sinovac yang menerima dari pemerintah pusat akan menempatkan pada gudang farmasi milik Pemerintah Provinsi Banten, Kota Serang.

Selama tempat penyimpanan, vaksin virus corona akan terjaga aparat kepolisian. “tersimpan pada gudang Farmasi Banten,” katanya.

Kategori
Regional

Kapolsek Metro Tanah Abang Positif Covid-19, Efek Klaster Petamburan?

Kapolsek Metro Tanah Abang Positif Covid-19, Efek Klaster Petamburan?

Kapolsek Metro Tanah Abang Positif Covid-19, Efek Klaster Petamburan? – Dari Kapolsek Metro Tanah Abang, Kompol Singgih Hermawan, dan Wakapolsek Metro Tanah Abang, Kompol Sri Wahyudi, positif terinfeksi COVID-19 setelah menjalani tes usap atau swab test.

“Mudah-mudahan Lurah Petamburan bisa sembuh, demikian juga dengan Kapolsek Metro Tanah Abang Kompol Singgih dan Wakapolsek Metro Tanah Abang,” kata Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Fadil Imran, saat memantau kegiatan tetes cepat (rapid test) massal pada kawasan Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

1. Kapolsek dan Wakapolsek Metro Tanah Abang kemungkinan tertular COVID-19 Pada Kawasan Petamburan.

Kapala Polisi Sektor Metro Tanah Abang Terbukti Positif Covid-19, Karena Efek Klaster Petamburan? Fadil mengatakan dua anggotanya dan Lurah Petamburan Setiyanto kemungkinan besar tertular COVID-19 ketika melaksanakan tugas mengawal kegiatan masyarakat yang melakukan akhir – akhir ini.

Terkait temuan Satuan Tugas Penanganan COVID-19 mengenai klaster baru pada Jakarta, Polda Metro Jaya mengadakan tes cepat massal pada kawasan Petamburan.

Adapun klaster baru temuan satuan tugas, yakni klaster akad nikah pada kawasan Petamburan, klaster Tebet, klaster Bandara Soekarno-Hatta dan klaster Megamendung.

“Untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19 pada wilayah DKI Jakarta, Polda Metro Jaya, Kodam Jaya, bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tentunya yang mewakili oleh camat, akan melakukan giat 3T; Testing, Tracing dan Treatment,” kata Fadil.

2. Kontak tracing terlakukan kepada 1.000 warga Petamburan usai acara besar oleh Rizieq Shihab

Terlansirkan dari  https://christian-mommies.com/desktop/home Rencananya tes cepat massal akan selenggarakan selama dua hari berturut-turut. Sehingga dalam satu harinya, tes cepat massal berjumlah 1.000 warga Petamburan.

Lurah Petamburan Setiyanto terbukti positif COVID-19 saat hendak  akan periksa oleh Polda Metro Jaya terkait keramaian pada kawasan Petamburan.

Polda Metro Jaya telah memberlakukan protokol kesehatan yang lebih ketat. Dengan mewajibkan semua pihak yang akan mengecheck atau mintai klarifikasi untuk menjalani tes usap antigen.

3. Acara Maulid Nabi dan pernikahan anak Rizieq Shihab menjadi polemik

FPI menggelar acara Maulid Nabi Muhammad pada kawasan Petamburan, rumah Rizieq Shihab, Sabtu (14/11/2020). Dalam acara tersebut turut berlangsung acara pernikahan putri keempat Rizieq, Syarifah Najwa Syihab, dengan Sayid Irfan Alaidrus.

Sekitar 10 ribu orang meramaikan acara Maulid Nabi sekaligus pesta resepsi pernikahan tersebut. Bukannya membubarkan, Satuan Tugas Penanganan COVID-19 justru membagikan dua ribu masker kepada tamu yang hadir pada acara itu.

Setelah berlangsungnya dua acara itu, Rizieq tak lagi terlihat mengisi acara ceramah. Atau kunjungan ke sejumlah tempat yang selalu mendokumentasikan untuk channel YouTube Front TV.

Kategori
Regional

Sempat Dinyatakan Reaktif Corona, Gus Nur Akhirnya Positif COVID-19

Sempat Dinyatakan Reaktif Corona, Gus Nur Akhirnya Positif COVID-19

Sempat Dinyatakan Reaktif Corona, Gus Nur Akhirnya Positif COVID-19 – Tersangka kasus ujaran kebencian Nahdlatul Ulama (NU) Sugi Nur Raharja alias Gus Nur, ternyatakan positif COVID-19. Gus Nur memang saat ini sedang menjadi tahanan Polri dan mendekam pada Rumah Tahanan Salemba, Jakarta.

Bukan hanya Gus Nur, ada sejumlah tahanan D’irektorat Tindak Pidana Siber (D’itipidsiber) Polri yang juga positif COVID-19. Hal tersebut membenarkan Kepala D’ivisi Humas Polri Irjen Prabowo Argo Yuwono.

“Tujuh tahanan D’itipidsiber positif COVID-19,” kata Argo dalam keterangannya, Senin (16/11/2020).

1. Gus Nur terbawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati

Argo mengatakan pihaknya sudah mengambil langkah, dengan membawa ketujuh tahanan ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk mendapatkan perawatan COVID-19.

Para tahanan tersebut terpindahkan pada Minggu, 15 November 2020 pukul 20.15 WIB.

2. Ada tujuh tahanan yang terkonfirmasi COVID-19

Selain Gus Nur, Argo menyebutkan, ada enam tahanan yang terkonfirmasi COVID-19, salah satunya petinggi Komite Eksekutif Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Jumhur Hidayat.

Kemudian, tahanan perkara KAMI Medan yakni Juliana, Novita Zahara, Wahyu Rasasi Putri dan tersangka kasus penipuan Kewa Siba dan Drelia Wangsih.

3. Gus Nur sempat terkabarkan reaktif COVID-19

Perlu ketahui, Gus Nur sempat menyatakan reaktif COVID-19 pada Sabtu, 14 November 2020. Kuasa Hukum Gus Nur, Chandra Purna Irawan mengatakan, informasi tentang kondisi kliennya baru ketahui saat hendak mengunjungi rutan.

Melansirkan dari http://162.241.119.31/.”Tadi kita dapat keterangan begitu dari petugas rutan. Awalnya kami ingin jumpa GN (Gus Nur) terdampingi penyidik terkait surat perpanjangan penahanan, tapi kami tidak berani berjumpa karena mendapat keterangan reaktif dari petugas,” ujar ia, saat terkonfirmasi.

Gus Nur menjebloskan ke penjara setelah melaporkan dengan tuduhan dugaan mencemarkan nama baik kiai dan Nahdlatul Ulama (NU) dalam saluran YouTube Refly Harun berjudul “Setengah Jam Bersama Gus Nur, Isinya Kritik Pedas Semua!!” Video itu berdurasi 29 menit 58 detik.

Gus Nur juga pernah tersandung kasus yang sama pada tahun lalu. Ia menyebut generasi NU penjilat hingga kemudian pada 24 Oktober 2019. Pengadilan Negeri Surabaya menjatuhkan vonis 1 tahun 6 bulan penjara kepada Gus Nur.

Kategori
Regional

Tingkat Hunian Ruang Isolasi COVID-19 di Tabanan Menurun

Tingkat Hunian Ruang Isolasi COVID-19 di Tabanan Menurun

Tingkat Hunian Ruang Isolasi COVID-19 di Tabanan Menurun – Kenaikan kasus COVID-19 cukup signifikan pada Bali pada Agustus 2020. Hal ini sempat membuat ruang isolasi pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tabanan, yang dulunya sebanyak 17 tempat tidur, hampir terisi 100 persen. Bahkan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Rumah Sakit (RS) Nyitdah yang awalnya memiliki 26 tempat tidur sebagai ruang isolasi pasien COVID-19, sempat terisi hingga 24 tempat tidur atau sekitar 84 persen.

Kenaikan kasus COVID-19 tersebut menyebabkan RSUD Tabanan dan UPTD RS Nyitdah harus menambah tempat tidur sebagai ruang isolasi COVID-19. Lalu bagaimana kondisi ruang isolasi sekarang?

1. RSUD Tabanan menambah tempat tidur menjadi 46 tempat tidur

Kepala Sub Bidang Rawat Jalan Rawat Inap RSUD Tabanan, dr Made Karna, mengatakan ruang isolasi pasien COVID-19 pada RSUD Tabanan sekarang telah ytertambah dari 17 tempat tidur menjadi 46 tempat tidur.

Awalnya, 17 tempat tidur ini terbagi menjadi dua. Yaitu enam tempat tidur untuk ruang isolasi pasien positif COVID-19, dan 11 tempat tidur untuk pasien berstatus suspek.

Setelah tertambah menjadi 46 tempat tidur, maka 17 tempat tidur menjadikan sebagai ruang isolasi pasien terkonfirmasi positif COVID-19 dan 29 tempat tidur untuk pasien suspek.

2. UPTD RS Nyitdah menambah tempat tidur menjadi 40 tempat tidur

Hal yang sama melakukan oleh UPTD RS Nyitdah. Ruang isolasinya tertambah dari 26 tempat tidur menjadi 40 tempat tidur, karena kenaikan kasus pada bulan Agustus 2020 lalu. Bahkan pihak UPTD RS Nyitdah juga merekrut tenaga kontrak, baik tenaga kesehatan maupun tenaga penunjang, sebanyak 73 orang.

Melansirkan dari http://162.241.119.31/.”Sampai saat ini tenaga ini masih bertugas khusus menangani kasus COVID-19 pada UPTD RS Nyitdah,” ujar D’irektur UPTD RS Nyitdah, dr Nyoman Wisma Bratha.

3. Tingkat hunian ruang isolasi sekarang mulai menurun. Tim medis beraharap tidak ada peningkatan lagi

Made Karna menyebutkan, semenjak tertambah 46 tempat tidur, tingkat hunian tertinggi pada RSUD Tabanan pernah mencapai 25 tempat tidur atau sekitar 54 persen. Namun sekarang, penerimaan pasien COVID-19 pada RSUD Tabanan mulai menurun.

“Terakhir ada 11 pasien yang terrawat. Tujuh terkonfirmasi, empat masih status suspek. Sudah mulai menurun,” jelas Karna.

Sedangkan Wisma Bratha, mengatakan tingkat hunian tertinggi terjadi pada bulan Agustus-September, yaitu terisi 30 tempat tidur atau sekitar 75 persen.

“Tetapi sejak bulan Oktober kemarin sudah mulai menurun. Saat ini yang terrawat berkisar pada bawah 10 pasien,” papar Wisma.

Ia berharap penurunan kasus COVID-19 ini terus melandai dan tidak ada lagi peningkatan.

Kategori
Regional

Bersiap Hadapi Dampak La Nina, Warga Lebak Ungsikan Berkas Penting

Bersiap Hadapi Dampak La Nina, Warga Lebak Ungsikan Berkas Penting

Bersiap Hadapi Dampak La Nina, Warga Lebak Ungsikan Berkas Penting – Fenomena La Nina yang terjadi pada akhir tahun ini membuat curah hujan tinggi pada Provinsi Banten. Kondisi ini berpotensi menyebabkan bencana banjir, longsor, angin kencang, dan gelombang pasang pada sejumlah daerah  Banten.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sebagian wilayah pada Indonesia, termasuk Banten, akan melanda fenomena La Nina hingga Desember 2020. Fenomena ini tertandai dengan curah hujan tinggi, yakni dari 20-40 persen.

Salah satu lokasi pada Banten yang rawan menerjang bencana adalah sepanjang Sungai Ciberang, Kabupaten Lebak. Jika sungai ini meluap kembali, bisa menyebabkan bencana lebih besar ketimbang awal 2020.

Lalu bagaimana persiapan warga yang tinggal sekitar bantaran Sungai Ciberang menghadapi ancaman bencana akibat fenomena La Nina?

1. Warga sudah siap mengungsi dan mengamankan berkas-berkas penting

Seorang warga Kecamatan Cipanas bernama Widodo (29) mengatakan, masyarakat pada wilayahnya saat ini masih trauma dengan bencana banjir bandang dan longsor yang menimpa sejumlah daerah pada Lebak pada awal 2020 , bertambah dengan informasi prediksi curah hujan tinggi pada akhir tahun.

Untuk mengantisipasi dampak bencana banjir bandang, warga kata Widodo, telah melakukan mitigasi bencana secara mandiri dengan mengamankan berkas dan barang penting. Sebagian warga juga berencana mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Melansir dari laman http://162.241.119.31/  . “Persiapan buat ngungsi mah udah ada, berkas-berkas penting udah terpisah-pisah biar pas ada bencana susulan gampang buat bawanya,” kata Widodo saat terkonfirmasi, Kamis (12/11/2020)

2. Pasca-bencana banjir bandang awal 2020, setiap malam warga tidak tenang

Ia menceritakan, pasca-bencana banjir bandang awal 2020 lalu, masyarakat pada wilayahnya hingga saat ini tidak bisa tidur dengan tenang, karena khawatir akan ada banjir bandang dan longsor susulan, terutama saat hujan turun.

Ketahui ada enam kecamatan terdampak banjir dan longsor awal tahun, yakni Curug Bitung, Sajira, Cipanas, Lebakgedong, Maja, dan Cimarga. Dari enam kecamatan itu, wilayah Curug Bitung, Lebak Gedong, dan Sajira mengalami kerusakan terparah.

Akibatnya, ribuan rumah dan fasilitas umum mengalami rusak berat. Bahkan hingga saat ini masih ada sekitar 115 kepala keluarga masih tinggal pada pengungsian atau  hunian sementara.

“Sebelumnya mah aman-aman aja tentram, gak kaya gini,” kata Widodo.

3. Pemerintah meminta aktif terjun ke daerah rawan bencana

Ia berharap, pemerintah bisa belajar dari bencana awal tahun agar lebih mengantisipasi dengan aktif terjun ke daerah-daerah rawan bencana. “Itu kurangnya apa? Apa yang harus memperbaiki biar gak ada bencana susulan lagi,” katanya.

Berdasarkan kajian BNPB, bencana baniir bandang dan longsor yang terjadi pada Lebak, Banten dan Bogor, Jawa Barat karena curah hujan yang tinggi dan aktivitas tambang emas ilegal pada Kawasan Gunung Halimum Salak.

Kategori
Regional

Merapi Berstatus Siaga, BPPTKG Minta Warga Lakukan 5 Hal

Merapi Berstatus Siaga, BPPTKG Minta Warga Lakukan 5 Hal

Merapi Berstatus Siaga, BPPTKG Minta Warga Lakukan 5 Hal – Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) telah menaikkan status Gunung Merapi dari waspada menjadi siaga sejak Kamis, 5 November 2020.

Menghindari terjadinya korban luka dan meninggal dunia, BPPTKG telah mengeluarkan larangan untuk beraktivitas pada radius 5 kilometer dari puncak Gunung Merapi. Berikut 5 hal yang harus melakukan warga saat Merapi berstatus siaga.

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) telah menaikkan status Gunung Merapi dari waspada menjadi siaga sejak Kamis, 5 November 2020.

Menghindari terjadinya korban luka dan meninggal dunia, BPPTKG telah mengeluarkan larangan untuk beraktivitas pada radius 5 kilometer dari puncak Gunung Merapi. Berikut 5 hal yang harus melakukan warga saat Merapi berstatus siaga.

1. Larangan penambangan pasir

Terlansir dari http://162.241.119.31/ .Penambangan pada sejumlah alur sungai yang berhulu Merapi dalam Kawasan Rawan Bencana III terrekomendasikan mwnghentikan.

2. Larangan kegiatan bagi pelaku wisata

Pelaku wisata meminta tidak melakukan kegiatan pada kawasan yang termasuk KRB III, termasuk kegiatan pendakian.

3. Amankan surat penting dan harta

Bagi warga yang bertempat tinggal pada daerah zona bahaya, mengharuskan mengumpulkan dan memasukkan semua surat penting ke dalam tas serta harta berharga lainnya. Hal ini bertujuan jika sewaktu-waktu harus mengungsi tidak ada surat dan barang yang tertinggal.

4. Menyiapkan tas siaga

Warga harus menyiapkan tas siaga yang pada dalamnya harus terisi pakaian, senter, obat-obatan pribadi, radio/HP/HT, makanan, minuman yang dapat makan dalam jangka waktu lama. Tas siaga ini harus meletakkan pada tempat yang mudah terjangkau.

5. Jika situasi tidak aman, segera mengungsi

Maka segera mengungsi jika terdengar suara bergemuruh hingga guguran lava yang terjadi terus menerus.

Sehingga, jumlah pengungsi pada barak pengungsian Merapi pada Kalurahan Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, semakin bertambah setiap harinya. Maka dari data terakhir Selasa (10/11/2020) malam, jumlah pengungsi mencapai 203.

Panewu Cangkringan, Suparmono, menjelaskan jika penambahan jumlah pengungsi tersebut terdominasi dari kalangan dewasa. Penambahan pengungsi tersebut terlatarbelakangi adanya kekhawatiran dari masyarakat akibat erupsi 2010 lalu. Total pengungsi dewasa berjumlah 58

Kategori
Regional

Wali Kota Balikpapan Sayangkan Penundaan Proyek Fly Over Muara Rapak

Wali Kota Balikpapan Sayangkan Penundaan Proyek Fly Over Muara Rapak

Wali Kota Balikpapan Sayangkan Penundaan Proyek Fly Over Muara Rapak – Beberapa proyek multi years Provinsi Kaltim meputuskan untuk menunda. Hal ini terumumkan oleh Ketua DPRD Provinsi Kaltim selaku Ketua Badan Anggaran DPRD Provinsi Kaltim saat pembahasan anggaran bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Provinsi Kaltim, Senin (9/11/2020) lalu.

Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi sangat menyayangkan tertundanya proyek multi years Provinsi Kaltim tersebut karena salah satu proyek itu adalah Pembangunan Fly Over Muara Rapak yang telah terpimpin oleh Gubernur Kaltim melalui APBD Provinsi Kalimantan Timur dengan skema Multi Years Contract (MYC) Tahun Anggaran 2021-2023.

Rizal mengatakan pembangunan Fly Over Muara Rapak merupakan solusi dari permasalahan kota dari sektor transportasi yang sudah ketahui oleh masyarakat dan menjadi kebutuhan khususnya masyarakat Balikpapan.

“Pembangunan ini sering terbahas dalam forum setingkat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), termasuk Forum Lalu-Lintas Angkutan Jalan tingkat Kota maupun Kaltim,” papar Wali Kota Balikpapan H.M. Rizal Effendi, melalui rilis tertulis pada Selasa (10/11/2020).

1. Anggaran real tak sebesar yang terencanakan

Pemerintah Kota Balikpapan telah merespons kebutuhan tersebut sejak sepuluh tahun lalu karena tingginya kecelakaan lalu lintas pada kawasan tersebut yang telah banyak memakan korban khususnya pada Tanjakan Muara Rapak.

Melansir dari http://162.241.119.31/ .Rizal menuturkan, Pemerintah Kota Balikpapan juga telah menyusun dokumen perencanaan, yakni Kajian Penataan Simpang Muara Rapak oleh Bappeda tahun 2010 dengan rekomendasi Pembangunan Fly Over.

Selain itu juga Detail Engineering Design (DED) oleh D’inas Tata Kota dan Perumahan tahun 2013 dengan estimasi anggaran sebesar Rp. 214,7 Miliar untuk desain 2 jalur 4 lajur sepanjang 550 meter.

Juga dokumen Perencanaan Pembebasan Lahan oleh D’inas Pekerjaan Umum tahun 2018 dengan estimasi pengadaan tanah seluas sekitar 1,5 hektare dan anggaran sebesar Rp300 Miliar dengan asumsi semua tanah dan bangunan membebaskan.

“Pada kenyataannya tidak sebesar itu biaya yang membutuhkan, karena sekitar 50 persen memiliki oleh PT Pertamina (Persero) dan Pemkot Balikpapan, apalagi ada review desain dari Pemprov Kaltim untuk mengurangi lajur dari empat lajur menjadi dua lajur,” paparnya.

2. Proses percepatan pengadaan tanah

Rizal melanjutkan, Pemerintah Kota Balikpapan juga telah mengirimkan surat kepada Gubernur Kaltim . Dengan tembusan Ketua DPRD Provinsi Kaltim untuk mengusulkan Pembangunan Fly Over Muara Rapak pada tanggal 27 Januari 2015. Serta surat terbaru pada 23 Oktober 2020 terkait dukungan Pemerintah Kota Balikpapan terhadap Pembangunan Fly Over Muara Rapak.

Sementara untuk percepatan pengadaan tanah, Rizal juga telah memberi instruksi kepada Asisten Tata Pemerintahan Setdakot Balikpapan Syaiful Bahri . Supaya berkoordinasi dengan camat, lurah, dan perangkat daerah agar urusan pembebasan tanah milik Pemerintah Kota Balikpapan dan PT. Pertamina (Persero) yang berada pada ruas Jalan Ahmad Yani bisa segera terselesaikan.

“Sehingga dari sisi Jl. Ahmad Yani ini lah agar dapat memulai pembangunan Fly Over tersebut pada tahun 2021,” paparnya.

3. Balikpapan akan menjadi kota penyangga ibu kota negara yang baru

Rizal berharap Ketua DPRD Provinsi Kaltim, terlebih anggota DPRD . Provinsi Kaltim daerah pemilihan (Dapil) Balikpapan agar Pembangunan Fly Over Muara Rapak dapat menjadi prioritas pada Tahun Anggaran 2021.

Hal ini sesuai rencana Gubernur Kaltim Isran Noor agar pembangunan fly over. Itu terlaksanakan dengan skema Multi Years Contract (MYC) Tahun Anggaran 2021-2023.

Ini merupakan kebutuhan dan prioritas untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan karena konflik pada persimpangan Muara Rapak. Serta karena kondisi geometrik pada Jalan Soekarno Hatta yang ternilai tidak ideal.

“Terlebih lagi dengan adanya pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) pada Provinsi Kalimantan Timur. Praktis hal tersebut sangat membutuhkan Balikpapan sebagai penyangga IKN dalam rangka melayani masyarakat Ibu Kota yang baru,” kata Rizal.

Kategori
Regional

Jangan Lupakan Sejarah! Ini 11 Sosok Pahlawan Nasional dari Sumut

Jangan Lupakan Sejarah! Ini 11 Sosok Pahlawan Nasional dari Sumut

Jangan Lupakan Sejarah! Ini 11 Sosok Pahlawan Nasional dari Sumut – Ada ratusan Pahlawan Nasional Indonesia yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Beberapa  antaranya berasal dari Sumatera Utara.

Ini 11 tokoh Sumatera Utara yang sudah tetapkan sebagai Pahlawan Nasional.

1. Sisingamangaraja XXI

Pahlawan ini lahir pada kelahiran tanah batak pada Bakara pada 1849, wafatnya pada Dairi 1907.

Sisingamangaraja XXI pernah menjadi pemimpin batak yang populer, d’irinya menggantikan ayahnya bernama Ompu Sohahuaon.

D’irinya melakukan gerilyawan untuk melawan kolonial Belanda lansirkan dari http://162.241.119.31/

2. T. Amir Hamzah

Pahlawan ini merupakan sosok Pangeran Indra Poetera yang sastrawan Indonesia angkatan Poedjangga Baroe dan Pahlawan Nasional Indonesia.

Tengkoe Amir Hamzah lahir pada tanggal 28 Februari 1911 pada Tanjung Pura daerah dengan tradisi sastra yang kuat. Langkat, Sumatera Utara.

Sehingga d’irinya sendiri memiliki kecintaan akan sejarah, adat-istiadat, dan pengetahuan sastra semakin bertumbuh.

Nah, buat Amir Bahasa Indonesia sebuah simbol dari kemelayuan, kepahlawanan, dan juga keislaman. Rasa cintanya terjadap Indonesia tertuangkannya lewat syair-syair yang indah.

Pada waktu wafatnya pada tanggal 20 Maret 1946 pada Kwala Begumit, Binjai, dan menetapkan dirinya sebagai pahlawan nasional pada tahun 1975.

3. Adam Malik

Pahlawan ini merupakan mantan Wakil Presiden Indonesia yang ketiga dan pernah menjadi Menteri pada beberapa bidang, termasuk Menteri Luar Negeri.

Lahirnya pada Pematangsiantar, 22 Juli 1917. Adam Malik mentetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada tanggal 6 November 1998.

4. Djamin Ginting

Selanjutnya, ada pahlawan bernama Letjen. Djamin Ginting lahir pada Desa Suka, Tiga Panah, Kabupaten Karo pada 12 Januari 1921.

Pahlawan ini merupakan suku Karo bermarga Ginting. D’irinya merupakan tokoh pejuang kemerdekaan yang menentang pemerintahan Hindia Belanda pada Tanah Karo.

Selain itu, cerita punya cerita Djamin seorang petinggi TNI yang berhasil menumpas pemberontakan Nainggolan pada Medan pada April 1958.

Djamin Ginting wafat tidak pada Indonesia. Namun, pada Ottawa, Kanada pada tanggal 12 Januari 1921. Sehingga ia terangkat sebagai Pahlawan Nasional Indonesia pada tanggal 7 November 2014.

5. T.B Simatupang

Untuk pahlawan ini merupakan suku batak yang bernama lengkapnya adalah Tahi Bonar Simatupang, lahir pada 28 Januari 1920 pada Sidikalang, Sumatera Utara.

D’irinya pernah menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Perang Republik Indonesia (KASAP) hingga tahun 1953. Sehingga T. B. Simatupang yang memberikan gelar sebagai Pahlawan Nasional pada tahun 2013. Wafatnya pada tanggal 1 Januari tahun 1990, pada Jakarta.

Nah, untuk mengenang jasanya. Wajah beliau mengabadikan pada pecahan uang logam pecahan Rp500 pada tanggal 16 Desember 2016.

6. Abdul Haris Nasution

A. H. Nasution berpangkat Jenderal TNI, yang menjadi salah satu sasaran dalam pembantaian Gerakan 30 September.

Tak hanya d’irinya yang menjadi korban. Namun, putri kesayangannya juga ikut menjadi korban saat peristiwa G30S PKI, Ade Irma Suryani dan ajudannya, Lettu Pierre Tandean.

Beliau pernah menjabat sebagai Menteri Pertahanan RI, juga Panglima Angkatan Perang RI, sehingga teranugerahi gelar Pahlawan Nasional pada November 2002.

Ferdinand Lumabntobing kelahiran Sibolga pada 19 Februari 1899, yang merupakan seorang dokter, politis sekaligus juga pejuang hak asasi pasukan buruh pada Indonesia.

D’irinya lulusan sekolah dari kedokteran STOVIA, yang pernah menjabat sebagai menteri padaberbagai departemen. Seperti Menteri Penerangan, Menteri Hubungan Antar Daerah, Menteri Transmigrasi dan Menteri Kesehatan.

Nah, selain itu beliau juga pernah menjabat sebagai pemimpin pada Sumatera Utara atau Gubernur Sumatera Utara.

8. KH. Zainul Arifin

Pahlawan ini merupakan seorang putra tunggal dari raja Barus, yaitu Sultan Ramali bin Tuangku Raja Barus Sultan Sahi Alam Pohan dengan perempuan bangsawan asal Kotanopan, Mandailing, Siti Baiyah boru Nasution.
D’irinya kelahiran Tapanuli Tengah pada tahun 1909. Dalam masa hidupnya, beliau merupakan seorang politisi dan gerilyawan.

9. Mayjen. D. I. Pandjaitan

Donald Izacus Pandjaitan, atau lebih kenal dengan D. I. Pandjaitan, merupakan salah satu pahlawan revolusi Indonesia berdarah batak, yang lahir pada Balige, 19 Juni 1925.

D. I. Pandjaitan merupakan seorang Jenderal Angkatan Darat yang menjadi salah satu korban pembantaian pada Gerakan 30 September.

Sehingga d’irinya ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada Oktober 1965. Dalam mengenang jasa-jasanya maka membangun Monumen Pancasila Sakti pada Lubang Buaya, Jakarta Timur.

10. Kiras Bangun

Kiras Bangun sosok Pahlawan Nasional Indonesia, bersuku Karo. IA juga kenal dengan nama Garamata.

D’irinya lahir pada tahun 1852 pada Batu Karang, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Perjuanganya kenal sebagai penentang penjajahan Belanda dengan menggalang kekuatan lintas agama pada Sumatera Utara dan Aceh.

Pada akhir perjuangannya kemudian membuang ke Cipinang bersama kedua anaknya. Selanjutnya, Beliau pun gugur pada 22 Oktober 1942 dan makamkan ke Desa Batukarang dan teranugrahi gelar Pahlawan Nasional pada 9 November 2005.

Nah, buat kamu tetap update pada jaman saat ini. Namun, jangan sekali-kali melupakan sejarah atau yang singkat “Jas Merah” yang mencetus oleh A.H Nasution.

Seperti yang katakan Presiden pertama, Bung Karno saat pidato “Djangan Sekali-kali Meninggalkan Sedjarah!” pada 17 Agustus 1966.

11. Prof. Drs. Lafran Pane

Pahlawan ini merupakan anak keenam keluarga Sutan Pangurabaan Pane dari istrinya yang pertama.

D’irinya merupakan sosok pendiri Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) yang lahir pada 5 Februari 1922 pada Padang Sidimpuan, Tapanuli Selatan Sumatera Utara dan Wafat pada 25 Januari 1991 pada Yogyakarta.

Beliau juga menjadi salah satu sarjana ilmu politik pertama pada Indonesia, selanjutnya Lafran Pane lebih tertarik pada lapangan pendidikan dan keluar dari Kementerian Luar Negeri dan masuk kembali ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Pada tahun lalu pada 2017. Beliau tetapkan oleh Presiden Joko Widodo sebagai pahlawan nasional yang kenal sangat sederhana.

Buat kamu tetap update ya pada jaman saat ini. Namun, jangan sekali-kali melupakan sejarah atau  singkat “Jas Merah” yang tercetus oleh A.H Nasution.

Seperti yang katakan Presiden pertama, Bung Karno saat pidato “Djangan Sekali-kali Meninggalkan Sedjarah!” pada 17 Agustus 1966.