Kategori
Regional

Keuangan 5 Zodiak Ini Diprediksi Agak Bermasalah pada November 2020

Keuangan 5 Zodiak Ini Diprediksi Agak Bermasalah pada November 2020

Keuangan 5 Zodiak Ini Diprediksi Agak Bermasalah pada November 2020 – Pengaturan keuangan menjadi hal yang sangat krusial, walaupun bukanlah hal yang paling utama. Terlebih di masa pandemik seperti saat ini. Orang-orang dituntut untuk lebih waspada dan hati-hati dalam pengelolaan keuangannya.

Nah sayangnya ada lima zodiak yang pada November 2020 ini terprediksi keuangannya agak bermasalah. Walaupun begitu, tetap ini hanyalah sebuah prediksi, tetap yang paling menentukan adalah d’iri kamu sendiri. Terpenting selalu waspada dan hati-hati ya. Mungkin sebaiknya mulai tahan d’iri untuk pengeluaran yang tidak begitu penting.

1. Cancer

Melansirkan dari http://162.241.119.31/.Sesungguhnya, aliran pemasukanmu cukup baik pada bulan November 2020 ini. Sayangnya, adanya kesalahpahaman terhadap rekan bisnis, teman, atau pasangan yang membuat pengeluaranmu juga semakin bertambah.

Kamu juga perlu memperbaiki sikapmu yang terlalu royal pada orang-orang terdekat. Apabila sebelumnya ada teman yang meminjam uangmu, jangan lupa untuk menagih uang tersebut kembali! Rasa gak enak malah membuat keuanganmu terhambat, lho!

2. Aries

Bulan November 2020 bukan bulan yang menjanjikan untuk keuanganmu, Aries. Aspek planet memberi pengaruh negatif pada rumah keuanganmu, sehingga kamu sulit untuk menumbuhkan finansialmu.

Yuk, coba rombak kembali perencanaan keuanganmu! Potong biaya-biaya yang sekiranya tak terlalu penting. Kamu juga meyarankan  untuk menghindari investasi spekulatif demi menghindari kerugian bulan ini.

3. Capricorn

Keuangan Capricorn akan cukup bergejolak bulan ini. Planet Mars melukai rumah keuanganmu. Aspek ini mungkin membuatmu kesulitan untuk mendapat keuntungan finansial, meski telah bekerja cukup keras.

Kamu juga harus siap menghadapi banyak tantangan dalam menuju kesuksesan finansial. Tidak apa mengalami sedikit cekcok dengan teman atau keluarga karena masalah keuangan. Pada akhirnya nanti, mereka akan menghormati keputusan finansialmu kok!

4. Aquarius

Aquarius harus banyak-banyak berhemat pada bulan November 2020 ini. Kamu rentan mengalami krisis finansial karena kesalahanmu dalam mengelola uang pada masa lalu. Akibatnya, kamu terpaksa memakai dana daruratmu bulan ini.

Pada tengah krisis, kamu mungkin tergoda untuk mengembangkan uang lewat spekulasi keuangan. Namun, aspek planet menyarankanmu untuk menghindarinya dahulu. Lebih baik, gunakan dana daruratmu untuk membiayai kehidupanmu sehari-hari.

5. Libra

Keuanganmu bulan ini akan banyak tersalurkan untuk kesehatan. Kamu atau orang pada sekitarmu mungkin perlu pengobatan, sehingga kamu perlu merogoh lebih banyak uang untuk kesembuhan. Masalah ini membuatmu perlu mengatur ulang keuanganmu.

Kamu perlu berhemat maksimal pada bulan November 2020 ini. Selain itu, kamu juga bisa menambah sumber pemasukanmu dengan melakukan pekerjaan sampingan. Pastikan pemasukanmu sebanding dengan pengeluaranmu bulan ini.

Nah itu lima zodiak yang memprediksi pada November 2020 keuangannya agak bermasalah. Apabila ada zodiak kamu sana, coba mulai instropeksi dan perbaiki pengaturan finansial kamu ya.

Kategori
Regional

Angka Sembuh Terus Bertambah, Positif Corona Aktif Tersisa 2.229 Kasus

Angka Sembuh Terus Bertambah, Positif Corona Aktif Tersisa 2.229 Kasus

Angka Sembuh Terus Bertambah, Positif Corona Aktif Tersisa 2.229 Kasus – Jumlah kasus virus corona atau COVID-19 aktif pada Kaltim terus berkurang. Secara kuantitas saat ini merupakan yang terendah sejak 24 September 2020. Hingga kini, jumlah positif aktif terlaporkan tersisa 2.229 kasus saja. Ini merupakan angka terendah sejak September 2020.

“Makanya kami terus imbau masyarakat bersama-sama taat dengan protokol kesehatan (prokes),” ujar Andi Muhammad Ishak, juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kaltim seperti  dari rilis Pemprov Kaltim pada Selasa (3/11/2020) petang.

1. Akumulasi positif COVID-19 pada Kaltim kini mencapai 14.497 kasus

Satgas Penanganan COVID-19 Kaltim melaporkan tambahan 152 kasus terkonfirmasi positif hingga pukul 12.00 Wita tadi. Penambahan terdiri dari Berau 1 kasus, Kutai Kartanegara 50 kasus, Kutai Timur 10 kasus, Paser 3 kasus, Penajam Paser Utara 1 kasus, Balikpapan 27 kasus, Bontang 12 kasus, dan Samarinda 48 kasus.

Dengan penambahan tersebut, akumulasi kasus positif COVID-19 pada Kaltim kini mencapai 14.497 atau 389,2 kasus per 100 ribu penduduk. Dengan tingkat kesembuhan saat ini mencapai 81,2 persen dan kematian 3,4 persen. Tingkat kesembuhan kembali menunjukkan peningkatan dari sehari sebelumnya 80,2 persen. Tak lepas dari jumlah 275 kasus terlaporkan sembuh pada Selasa ini, 123 lebih banyak dari kasus terkonfirmasi positif.

“Dengan penambahan pasien sembuh terlaporkan dari Berau 2 kasus, Kutai Barat 2 kasus, Kutai Kartanegara 72 kasus, Kutai Timur 11 kasus, Paser 7 kasus, Penajam Paser Utara 3 kasus, Balikpapan 30 kasus, Bontang 16 kasus, dan Samarinda 132 kasus,” tuturnya.

2. Jumlah kasus aktif pada Kaltim mencatatkan angka terendah sejak 24 September 2020

Hingga saat ini total kasus COVID-19 sembuh hingga saat ini sudah sebanyak 11.775 orang. Sedangkan kasus meninggal dunia juga terlaporkan bertambah 4 orang. Berasal dari Kutai Timur 1 kasus, Penajam Paser Utara 1 kasus, Balikpapan 1 kasus, dan Samarinda 1 kasus.

Membuat total kematian positif COVID-19 pada Kaltim mencapai 493 orang. Meski terus bertambah, secara persentase tingkat kematian pada Kaltim juga terus menurun. Dari 4 persen pada awal Oktober 2020, kini 3,4 persen. Per 3 November 2020 ini, jumlah kasus aktif pada Kaltim juga mencatatkan angka terendah sejak 24 September 2020.

Terlansirkan dari http://162.241.119.31/ .“Pada saat itu kasus aktif pada Kaltim sebanyak 2.148 dari 7.459 kasus atau 28,79 persen, saat ini 2.229 dari 14.497 atau 15,37 persen,” urainya.

3. Tetap d’isiplin dengan protokol kesehatan

Ia menambahkan, penting bagi warga untuk saling menjaga. Utamanya dengan d’isiplin menerapkan protokol kesehatan. Mulai dari jaga jarak, pakai masker dan rajin cuci tangan.

“Mari jaga d’iri dan jaga sesama,” pungkasnya.

Pemerintah melalui Satuan Tugas Penanganan COVID-19, menggelar kampanye 3M: gunakan Masker, Menghindari kerumunan atau jaga jarak fisik, dan rajin Mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir. Jika protokol kesehatan ini terlakukan dengan d’isiplin, berharapkan dapat memutus mata rantai penularan virus. Menjalankan gaya hidup 3M, akan melindungi d’iri sendiri dan orang pada sekitar kita.

Kategori
Regional

10 Tahun Erupsi Merapi, Mereka yang Mengungsi Tak Bisa Pulang ke Rumah

10 Tahun Erupsi Merapi, Mereka yang Mengungsi Tak Bisa Pulang ke Rumah

10 Tahun Erupsi Merapi, Mereka yang Mengungsi Tak Bisa Pulang ke Rumah – 10 tahun yang lalu, tepatnya hari Selasa, 26 Oktober 2010, Gunung Merapi mengalami erupsi dahsyat. Akibatnya sebanyak 367 orang meninggal dunia, 277 orang terluka dan 410.388 orang terpaksa mengungsi. Meski sudah satu dasawarsa berlalu, namun ingatan warga yang saat itu tinggal pada lereng Merapi masih kuat.

Anwar Shidqi, warga asal Srondokan, Wukirsari hingga saat ini terpaksa tetap tinggal pada Hunian Tetap (Huntap) Dongkelsari. Laki-laki berusia 44 tahun ini, masih ingat d’irinya bersama warga dusun lainnya terpaksa mengungsi dan tidak pernah kembali ke rumah. Selama setahun lamanya harus tinggal pada hunian sementara (huntara).

“Warga menetap pada Huntara selama kurang lebih 1 tahun. Setelah itu harus pindah mengungsi lagi karena hunian sementara membongkar untuk pembangunan huntap. Setelah itu 2013 Huntap sudah jadi dan warga masuk tinggal pada huntap,” ungkapnya pada Jumat (30/10/2020).

1. 3.612 KK harus terelokasi ke hunian tetap

Warga pun harus rela meninggalkan tempat tinggalnya dan pindah ke huntap yang telah tersediakan pemerintah. Tercatat sebanyak 3.612 KK dari 9 dusun harus pindah ke tempat yang lebih aman.

Bagi Anwar tidak ada pilihan lain selain harus pindah ke huntap, walaupun sejumlah keterbatasan terrasakan warga.

Terlansirkan dari http://162.241.119.31/ .”Lambat laun karena lama tinggal  sini ya menikmati juga. Karena ya mau tidak mau kita harus tetap bisa menikmati hidup  sini, walaupun dengan segala keterbatasannya. Untuk aktivitas keseharian warga tetap seperti dulu. Kalau petani ya bertami. Kalau saya sendiri sore dan malam jualan kebetulan bikin kolam,” katanya.

2. Mengaku memiliki keterbatasan lahan

Warga Huntap Dongkelsari, Windarwati mengaku rumahnya habis tertimbun saat erupsi Gunung Merapi 2010 lalu. Untuk itu bersama keluarganya, mau tidak mau harus meninggalkan rumahnya.

Hidup pada huntap sendiri bukanlah tanpa kendala. Ada sejumlah permasalahan dan aktivitas berbeda yang melakukan warga. Salah satunya adalah warga tak bisa lagi mengadakan kegiatan besar.

“Sebenarnya kalau dulu pada tempat lama tempatnya juga luas. Antara tempat satu dengan tetangga yang lain juga cukup jauh. Sekarang rumah cukup dekat, berhimpitan. Untuk melakukan kegiatan seperti dulu, hajatan besar-besaran tidak bisa. Sekarang ini terhalang dengan situasi rumah yang sempit,” tutur perempuan berusia 57 tahun ini.

3. Setiap hari harus tempuh jarak 6 km untuk mencari rumput

Senada dengan Windarwati, seorang warga pada Huntap Pagerjurang, Raymon mengaku sempat menolak pindah dengan alasan jarak huntap dengan Merapi masih cukup dekat, yakni 9 km. Selain itu, posisi huntap tidak terlalu jauh dengan Sungai Opak yang berhulu pada Gunung Merapi.

“Pada awal ada juga isu tanah yang kami tinggali mau menjadikan hutan lindung. Sempat jadi miss (salah paham) dengan pemerintah. Mediasi yang kami lakukan ternyata (tanah kami) menjadikan hutan rakyat dan tetap menjadi hutan milik. Ya akhirnya mau tidak mau ke huntap, kami mengungsi tidak pernah kembali ke rumah,” jelasnya.

Meski sudah tinggal pada huntap, Raymon mengaku setiap hari masih mencari mencari rumput bagi ternaknya yang terletakkan pada kandang komunal huntap. Setiap hari ia harus memacu sepeda motor sejauh 6 km untuk bisa mendapatkan rumput pada sekitar rumahnya dulu.

Menurutnya, aktivitas ini cukup berbeda saat masih tinggal pada rumah lama. Sebelum pindah ke huntap, ia tidak perlu mengeluarkan uang bensin untuk mencari rumput. Saat ini setiap harinya yang harus merogoh uang Rp10 ribu untuk jatah membeli bensin.

“Tanah lama kita hanya tertanami tanaman tahunan, maksimal untuk rerumputan. Tidak mungkin menggarap tanah lama karena jarak jauh. Akses lumayan parah karena gunakan (lalu lalang) tambang,” katanya.

Meski awalnya menolak tinggal pada huntap, saat ini Raymon mengaku tidak ingin kembali ke tanah lamanya, ancaman Gunung Merapi masih membuatnya khawatir.

Kategori
Regional

Gubernur Gorontalo Jajal Trek Offroad Kebun Karet PTPN 7 Lampung

Gubernur Gorontalo Jajal Trek Offroad Kebun Karet PTPN 7 Lampung

Gubernur Gorontalo Jajal Trek Offroad Kebun Karet PTPN 7 Lampung – Gubernur Provinsi Gorontalo, Rusli Habibie melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Lampung akhir pekan ini. Selama ada terdekat  Lampung, Rusli menghadiri berbagai macam kegiatan.

“Sebelumnya kami terterima Gubernur Lampung Arinal Djunaidi dan berkesempatan mengunjungi beberapa objek wisata yang ada pada Provinsi Lampung. Kami juga berkesempatan hadir pada event offroad yang gelar ke perkebunan karet PTPN 7,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (1/11/2020).

1. Tantangan berkendara mobil 4WD pada alam bebas

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie dan Idah Syahidah, istrinya yang juga anggota DPR RI menjajal trek berlumpur pada kebun karet PTPN VII Unit Kedaton, Sabtu (31/10/2020). Mereka menikmati tantangan berkendara mobil 4WD pada alam bebas.

Meski tidak ikut menjajal jalur ekstrem, mereka meramaikan even JK Merah Putih Community (JKMPC) Gorontalo yang terikuti puluhan penggemar mobil Jimny. Menyusuri aliran sungai dan rawa yang ada pada kebun karet menjadi etape yang paling menantang bagi para peserta.

Turut berpartisipasi dalam ekshibisi ini antara lain, Bakri (Ketua JKMPC), Yan Naue (Pembina JKMPC), Rifli Katili (Kadis Pariwisata Provinsi Gorontalo), Wahyudin Katili (Kadis Kominfo Provinsi Gorontalo), dan beberapa lainnya. Sedangkan dari Lampung hadir salah satu pembina komunitas Jimny Saply TH, yang juga Bupati Kabupaten Mesuji, Lampung.

2. Trek offroad jadi pengalaman tak terlupakan

Pada lokasi even offroad, gubernur Provinsi Gorontalo dan rombongan tersambut Manajer PTPN VII Unit Kedaton Rusman. Dalam ramah tamah singkat, Rusman menyampaikan selamat datang kepada Gubernur Rusli Habibie dan rombongan pada kebun karet PTPN VII Unit Kedaton. Selain menginformasikan keberadaan kabun karet ini, Rusman juga mengapresiasi kepada panitia off road yang menggandeng gubernur untuk ikut hadir. Terlansirkan dari http://162.241.119.31/

Pada sela kegiatan, gubernur dan rombongan menyempatkan mengadakan bakti sosial berbagi sebagian rezeki kepada warga yang sangat membutuhkan pada sekitar lokasi. . Kegiatan lainnya penyerahan cendera mata dari Rusli mewakili ketua JKMPC kepada Bupati Mesuji Saply TH. Manajer PTPN VII Unit Kedaton Rusman juga menyerahkan cendera mata kepada gubernur Gorontalo.

“Kami berterima kasih kepada PTPN VII yang telah menyambut dengan hangat. Kegiatan ini memberikan pengalaman yang tak akan terlupakan bagi para offroader dengan spot sungai dan lumpur pada bawah sejuknya pohon karet,” kata Rusli.

3. Ajak offroader Lampung ke Gorontalo

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie menerangkan, relasi antar pemerintah provinsi tidak harus menjalin hanya hubungan formal birokrasi semata, tapi dapat melalui kegiatan lain seperti offroad. Ketika ada undangan untuk mengikuti even kerja sama antar provinsi melalui penggemar offroad, pihaknya menyambut dengan antusias.

“Kegiatan ini merupakan agenda touring JKMPC goes to Palembang-Lampung 28 Oktober–1 November 2020. Ini sangat penting kegiatan yang terinisiasi komunitas tertentu. Silaturahmi tidak harus melalui jalur formal, tetapi bisa dengan kegiatan olah raga hobi seperti ini,” kata ia.

Rusli menyatakan, pihaknya mengundang offroader Provinsi Lampung dan kabupaten untuk mengunjungi Gorontalo mencoba spot yang ada.