Kategori
Regional

Dokter Paru Minta Kemenkes Umumkan Syarat-syarat Penerima Vaksin

Dokter Paru Minta Kemenkes Umumkan Syarat-syarat Penerima Vaksin

Dokter Paru Minta Kemenkes Umumkan Syarat-syarat Penerima Vaksin – Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) meminta agar setiap jenis vaksin yang masuk ke Indonesia harus melewati uji klinis, sebelum tersuntikkan ke masyarakat Indonesia.

Ketua Pokja Bidang Infeksi PDPI Erlina Burhan mengatakan, PDPI telah melayangkan surat kepada Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) tentang pandangan PDPI mengenai vaksin COVID-19, salah satunya tentang keamanan vaksin.

“Selain harus melewati uji klinis, vaksin COVID-19 yang tergunakan juga harus mendapat persetujuan dari Badan POM sehingga aman,” ujar Erlina terlansirkan dari http://utowndc.com/

1. Kementerian Kesehatan perlu umumkan syarat-syarat penerima vaksin

Selain itu, PDPI juga meminta agar Kementerian Kesehatan perlu menyampaikan syarat-syarat penerima vaksin yang resmi dari pemerintah.

“Pada intinya kami mendukung proses inisiasi dan pengadaan vaksin COVID-19 asalkan ya itu memenuhi syarat, aman, termasuk gak ada efek sampingnya,” imbuh ia.

2. PB IDI meminta membuat pedoman pemberian vaksin COVID-19

PDPI juga memohon kepada PB IDI, agar dapat membuat pedoman pemberian vaksin COVID-19 yang dapat menjadikan pegangan oleh anggota IDI.

“Sebagai tenaga medis secara pribadi saya juga minta agar ada pedoman, selain itu vaksin yang memberikan aman,” ucapnya.

3. Sebanyak 9,1 juta penduduk Indonesia akan terima vaksin COVID-19

Ketahui, Kementerian Kesehatan memastikan 9,1 juta penduduk Indonesia akan mendapatkan vaksinasi COVID-19 secara bertahap, mulai akhir November sampai Desember 2020.

D’irektur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto mengatakan, prioritas pertama yang mendapat vaksin adalah tenaga kesehatan.

“Dari terdiskusi yang kami lakukan dengan beberapa pihak, termasuk dengan WHO, para ahli dan beberapa negara lain yang sudah melakukan vaksinasi, yang menjadi prioritas adalah tenaga kesehatan, karena merekalah yang akan lebih berisiko, dan sangat berisiko untuk tertular dan menjadi sakit oleh COVID-19” ujar Yuri dalam terdiskusi daring, Senin (19/10/2020).

4. Tenaga kesehatan pertama kali dapatkan vaksin

Ada pun tenaga kesehatan yang pertama kali mendapat vaksin, ucap Yuri, adalah tenaga kesehatan yang bertugas pada RS rujukan yang melayani pasien COVID-19.

“Kemudian, urutan berikutnya adalah petugas laboratorium yang bertugas pada tempat pemeriksaan spesimen COVID-19. Ini paling bahaya karena berhadapan langsung dengan virus bukan pasien,” ucap Yuri.

Kategori
Regional

Parah ! Ini 10 Negara dengan Kematian COVID-19 Terbanyak di Dunia

Parah ! Ini 10 Negara dengan Kematian COVID-19 Terbanyak di Dunia

Parah ! Ini 10 Negara dengan Kematian COVID-19 Terbanyak di Dunia – Hari ini, Rabu (21/10/2020) hingga pukul 06.43 WIB, kasus COVID-19 pada dunia tercatat meningkat sebanyak 378.717 orang. Dengan demikian, total sebanyak 41.018.129 orang sudah terpapar virus SARS-CoV-2 tersebut.

Dari jumlah seluruh kasus tersebut, sebanyak 9.274.715 kasus atau 22,61 persen merupakan kasus aktif. Sedangkan 30.614.622 orang lainnya, sudah sembuh alias kembali menjadi negatif.

Namun, kasus yang berujung kematian pun terus bertambah. Per hari ini, ada 6.033 kasus tambahan. Total kasus kematian akibat COVID-19 pun menjadi 1.128.792 kasus. Negara-negara mana saja yang tercatat memiliki kasus kematian terbanyak ?

1.  Amerika Serikat , 226.053 orang meninggal karena COVID-19

Terlansikan dari http://utowndc.com/ .Penyebaran COVID-19 pada Amerika Serikat masih terus mengalami lonjakan. Hanya dalam 24 jam, tercatat 59.744 orang terpapar. Secara total, AS memiliki 8.516.601 kasus.

Untuk kasus kematian, tercatat penambahan sebanyak 831, maka total menjadi 226.053 kasus kematian. Ini adalah kasus kematian terbanyak pada bandingkan negara mana pun pada dunia. Walaupun demikian, kasus sembuh pada AS juga kian meningkat, saat ini berjumlah 5.541.606 kasus.

2. 10 negara dengan total kasus kematian COVID-19 tertinggi dunia

Setelah AS, Brasil menempati posisi ke dua sebagai negara dengan total kasus kematian tertinggi. Berikut ini 10 negara dengan kasus kematian COVID-19 tertinggi dunia per 21 Oktober 2020:

1. Amerika Serikat: 226.053 kasus kematian

2. Brasil: 154.888 kasus kematian

3. India: 115.950 kasus kematian

4. Meksiko: 86.338 kasus kematian

5. Britania Raya: 43.967 kasus kematian

6. Italia: 36.705 kasus kematian

7. Spanyol: 34.210 kasus kematian

8. Prancis: 33.885 kasus kematian

9. Peru: 33.875 kasus kematian

10. Iran: 31.034 kasus kematian

3. Indonesia jadi negara ke-16 dengan kasus kematian tertinggi pada dunia

Indonesia tercatat menduduki peringkat ke-16 sebagai negara dengan kasus kematian terbanyak pada dunia. Dari 368.842 kasus COVID-19 pada Indonesia, 12.734  antaranya berujung kematian.

Kasus aktif yang perlu tertangani sebanyak 62.455 atau 16,93 persen dari total kasus. Sedangkan, 293.653 orang lainnya sudah sembuh dari penyakit akibat virus corona ini

Entah sampai kapan corona ini hadir, sudah sekitar 7 bulan virus ini membunuh banyak hal dari segi masyarakat, keluarga, kerabat, dalam segi per ekonomian, pekerjaan. Tidak ada yang pernah menyangka akan seperti ini, jadi untuk kalian yang masih sehat , tolong pada rumah saja jika tidak ada keperluan yang begitu penting seperti bercakap ke luar beramai ramai. Bantu dunia ini sembuh dengan mengikuti protokol yang sudah ada dan menjaga kesehatan untu d’iri kita sendiri dan orang yang kita cintai.

Kategori
Regional

WAH! Nama Jokowi Diabadikan Menjadi Nama Jalan di Abu Dhabi UEA

WAH! Nama Jokowi Diabadikan Menjadi Nama Jalan di Abu Dhabi UEA

WAH! Nama Jokowi Diabadikan Menjadi Nama Jalan di Abu Dhabi UEA – Tepat 1 tahun pemerintahannya pada periode ke-2, Presiden Joko “Jokowi” Widodo mencatatkan sejarah baru pada luar negeri. Namanya terabadikan menjadi sebuah jalan pada Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA).

Hal ini terungkapkan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Uni Emirat Arab dalam akun resmi Twitter-nya, @kbriabudhabi, Selasa (20/10/2020).

Melansirkan dari http://utowndc.com/ .”Anda mungkin sudah familiar dengan Jalan Sukarno pada Rabat, Maroko atau Jalan Raden Adjeng Kartini pada Amsterdam, Belanda. Nama tokoh Indonesia yg menjadikan nama jalan bertambah satu. Catat, Jalan Presiden Joko Widodo pada Abu Dhabi,” demikian cuit KBRI pada Abu Dhabi.

1. Jalan Presiden Joko Widodo teresmikan ke Abu Dhabi Senin sore, 19 Oktober 2020

Dalam akun Instagram-nya @kbriabudhabi, KBRI menyebutkan, Jalan Presiden Joko Widodo (dalam bahasa Inggris: President Joko Widodo Street, dalam bahasa Arab: شارع الرئيس جوكو ويدودو) terresmikan ke Abu Dhabi Senin (19/10/2020) sore pukul 16.45 waktu setempat.

Peresmian jadi melakukan langsung oleh Sheikh Khalid bin Mohammed bin Zayed Al Nahyan, jika anggota sekaligus Chairman Abu Dhabi Executive Office.

2. Sebagai bentuk penghormatan Pemerintah UEA kepada Presiden Jokowi

Peresmian jalan itu terhadiri oleh Duta Besar RI untuk UEA Husin Bagis dan Koordinator Fungsi Pensosbud KBRI Abu Dhabi.

Tampak hadir pula dalam peresmian jalan sejumlah pejabat setempat dari Kementerian Luar Negeri UEA dan Abu Dhabi Municipality.

Walaupun Nama Presiden Joko Widodo terabadikan menjadi nama jalan sebagai bentuk penghormatan. Jika pemerintah UEA kepada Presiden Jokowi, juga memajukan hubungan bilateral RI-UEA selama ini.

3. Jalan Presiden Joko Widodo terletak pada salah satu ruas jalan utama, pada kawasan kantor perwakilan d’iplomatik

Jalan Presiden Joko Widodo terletak pada salah satu ruas jalan utama, yang membelah ADNEC (Abu Dhabi National Exhibition Center) dengan Embassy Area, kawasan yang tertempati sejumlah kantor perwakilan d’iplomatik.

Karena nama jalan ini sebelumnya adalah Al Ma’arid Street (dalam bahasa Indonesia artinya ekshibisi/pameran). Tapi  yang menghubungkan Jalan Rabdan dengan Jalan Tunb Al Kubra.

Dubes RI Husin Bagis kepada wartawan Abu Dhabi menyampaikan harapan, semoga penamaan Jalan Presiden Joko Widodo pada Abu Dhabi semakin memperkokoh dan meningkatkan pengeksposan positif hubungan bilateral RI-UEA yang semakin erat belakangan ini.

Kategori
Regional

5 Hal Ini Menandakan Kamu Sudah Dewasa Secara Finansial

5 Hal Ini Menandakan Kamu Sudah Dewasa Secara Finansial

5 Hal Ini Menandakan Kamu Sudah Dewasa Secara Finansial – Memasuki usia 25 tahun ke atas mendorong kamu mulai menjadi sosok yang dewasa dalam segala hal, termasuk urusan keuangan. “Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian; bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian”. Pepatah tersebut pantas mendapatkan untuk kamu yang sudah mulai belajar mengatur finansial secara bijak sejak usia muda. Berikut lima hal ini menandakan kamu sudah dewasa secara finansial.

1. Tidak mudah goyah dengan godaan d’iskon

Melansirkan dari http://utowndc.com/.Baik laki-laki maupun perempuan, memiliki godaan masing-masing untuk mengelola keuangannya. Nah, biasanya kaum laki-laki lebih mudah tergiur dengan d’iskon gadget yang baru saja launching.

2. Menjalani gaya hidup sehat dan minimalis

Hidup sehat plus minimalis ternyata punya dampak positif untuk keuanganmu. Kok bisa? Kita ambil contoh saja, ketika kamu lebih senang memasak makanan sendiri daripada hobi order makanan online, lebih sehat dan irit mana? Tentu memasak sendiri, ‘kan?

Ketika kamu menyukai untuk memasak, keuntungannya adalah makan dari masakan yang tentu terbukti higienisnya dan tidak memakan banyak pengeluaran daripada kamu memesan makanan yang belum termasuk ongkirnya.

3. Rajin menyisihkan gaji untuk menabung

Dalam satu bulan, ada satu tanggal yang selalu kamu nantikan. Apalagi kalau bukan tanggal gajian. Salah satu cara yang menjaga finansial aman yakni sisihkan sebagian penghasilanmu untuk tertabung. Niat saja tidak cukup. Kamu juga perlu mempertimbangkan ke mana tempat yang tepat untuk menabung.

Dalam satu bulan, ada satu tanggal yang selalu kamu nantikan. Apalagi kalau bukan tanggal gajian. Salah satu cara yang menjaga finansial aman yakni sisihkan sebagian penghasilanmu untuk tertabung. Niat saja tidak cukup. Kamu juga perlu mempertimbangkan ke mana tempat yang tepat untuk menabung.

4. Sudah mulai membuat financial plan

Yuk, jangan habiskan waktumu yang sudah kepala dua hanya untuk bersenang-senang saja. Sebab, sudah waktunya kamu membuat financial plan untuk masa depanmu. Jika kamu sudah memiliki pasangan, ajaklah ia untuk membicarakan bersama. Ini akan menjadi pengalaman seru karena mendiskusinya pun membahas masa depan. Kamu ingin masa depan yang seperti apa, jawabannya ada pada keputusan kamu masing-masing lho, guys.

Nah, bagi kamu yang masih lajang, bukan berarti kamu jadi skip financial plan. Sembari menunggu jodoh dari Tuhan, perlahan-lahan menyusun rencanamu, mulai dari sederhana dulu yakni investasi. Sudahkah memulainya?

5. Bangun bisnis kecil-kecilan, kenapa tidak?

Walaupun kamu sudah menjadi bagian dalam sebuah perusahaan, nggak ada salahnya kamu juga membangun bisnis kecil-kecilan untuk menambah penghasilan. Nggak perlu yang susah berbisnis itu! Coba deh, lihat barang-barang yang kamu punya dan masih bagus kualitasnya, kemudian jual lah pada media sosial. Lumayan untungnya lho! Finansial kamu pun jadi semakin aman.

Kategori
Regional

Tidak Peduli Pandemik, Jumlah Pernikahan di Aceh Tetap Tinggi

Tidak Peduli Pandemik, Jumlah Pernikahan di Aceh Tetap Tinggi

Tidak Peduli Pandemik, Jumlah Pernikahan di Aceh Tetap Tinggi – Meski dalam suasana pandemik virus corona atau COVID-19, jumlah pernikahan pada Provinsi Aceh terbilang tinggi selama kurun waktu 2020. Jumlah tersebut bahkan tidak jauh berbeda dari tahun sebelumnya.

Kepala Bidang Urusan Agama Islam Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Marzuki Ansari, mengatakan wabah COVID-19 sepertinya tidak mengurangi keinginan para calon pasangan pengantin ke daerah berjulukan Serambi Makkah itu untuk melangsungkan pernikahan.

Melansikan dari https://testyfesty.com/ . “Wabah tidak menghalangi niat baik para calon pengantin ke Aceh untuk menikah. Kita prediksikan jumlah ini akan terus meningkat hingga akhir tahun ini,” kata Marzuki, Jumat (16/10/2020).

1. Enam bulan pandemik jumlah pasangan yang menikah mencapai 24.165 pasangan

Enam bulan sejak pandemik COVID-19 pertama kali tertemukan ke Aceh, ternyata tidak mempengaruhi jumlah pasangan yang menikah. Angka pernikahan pada seluruh daerah Aceh lebih dari 20 ribu pasangan.

Berdasarkan catatan dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, selama periode Maret hingga September 2020, ada 24.165 pasangan yang menikah. Jika membandingkan tahun sebelumnya, hanya terpaut 3.400 pasangan atau ada 27.565 pasangan untuk periode yang sama pada tahun 2019.

Sementara itu, untuk total dari Januari hingga September 2020, ada 31.618 pasangan pada Aceh melangsungkan pernikahan. Sedangkan periode yang sama pada 2019, jumlah pernikahan mencapai 34.881 pasangan.

“Dari jumlah total peristiwa nikah tahun ini, 20.979 pasangan melaksanakan pernikahan ke Kantor Urusan Agama (KUA) dan 10.638 ke luar kantor,” kata kepala Bidang Urusan Agama Islam Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh tersebut.

2. Pada awal pandemik COVID-19, jumlah pernikahan hanya menurun 132 pasangan membandingkan tahun lalu

Kasus pertama COVID-19 yang menemukan  pada Indonesia pada Februari 2020 silam. Sementara itu, pada Provinsi Aceh sendiri wabah tersebut baru terdeteksi dan ketahui setelah ada salah seorang pasien meninggal dengan hasil swab terkonfirmasi positif pada Maret 2020 lalu. Sejak kasus pertama kali tertemukan, Aceh masuk dalam daerah yang terkena wabah virus mematikan tersebut.

3. Masyarakat Aceh tidak berpikir untuk menunda pernikahan dalam kondisi apa pun

Suasana pandemik COVID-19, menganggap  masyarakat Aceh bukanlah suatu penghalang untuk menyelenggarakan pernikahan. Menurut Marzuki, pernikahan tidak dapat tertunda dalam kondisi apa pun.

Oleh sebab itu, demi kelancaran pernikahan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh telah melakukan sosialisasi agar pernikahan melaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan.

“Selain itu, untuk mengantisipasi penyebaran wabah Corona pada Kantor Urusan Agama, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh juga telah mendistribusikan 274 wastafel, 5.263 masker dan 9.900 sarung tangan ke semua unit Kantor Urusan Agama pada Aceh,” katanya.

4. Ramadan mempengatuhi minimnya jumlah pernikahan  Aceh

Berdasarkan data Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, dalam dua tahun terakhir, tampak jumlah pernikahan nyaris rata-rata ke atas dua ribu pasangan yang menikah setiap bulannya.

Ada satu bulan yang pelaksanaan pernikahan tidak sampai seribu pasangan, yakni pada Mei. Selama dua tahun ini, pada bulan tersebut jumlah menikah hanya 941 pasangan untuk 2019 dan 232 pasangan pada 2020.

“Pada bulan Mei kita lihat tidak banyak pernikahan karena puasa Ramadan dan lebaran Idulfitri, jadi tidak banyak terjadi peristiwa nikah. Ini bukan hanya terjadi di tengah pandemik, sebelum pandemi juga demikian,” kata Marzuki.

Kategori
Uncategorized

Mahasiswa Akan Geruduk Istana Lagi Hari Ini, Desak UU Ciptaker Dicabut

Mahasiswa Akan Geruduk Istana Lagi Hari Ini, Desak UU Ciptaker Dicabut

Mahasiswa Akan Geruduk Istana Lagi Hari Ini, Desak UU Ciptaker D’icabut – Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) berencana menggelar kembali aksi unjuk rasa hari ini, Jumat (16/10/2020). Unjuk rasa untuk menuntut pemerintah mencabut Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja yang tersahkan oleh DPR dan sudah terserahkan kepada Presiden Joko “Jokowi” Widodo.

Terlansikan dari http://utowndc.com/ .BEM SI akan menjalankan aksinya pada depan Istana Negara, Jakarta. “Kami akan tetap fokuskan ke Istana Rakyat sesuai dengan tuntutan,” kata Koordinator Media BEM SI Andi Khiyarullah.

“Estimasi massa sejauh ini kurang lebih 6.000,” ujar ia lagi.

Aksi ini menjadi aksi susulan setelah mahasiswa bersama buruh dan sejumlah elemen masyarakat lainnya turun unjuk rasa pada 8 Oktober 2020 lalu.

1. BEM SI akan turun aksi bersama elemen masyarakat lainnya, janji tidak akan anarkis

Dalam menjalankan aksi ini, mahasiswa tidak sendiri. “Sejauh ini elemen lain akan ikut turun juga,” ujar Andi.

“Aksi ini merupakan aksi damai dan lepas dari semua tindakan anarkis, sebagai perwujudan gerakan intelektual dan moral mahasiswa Indonesia,” tulis BEM SI.

BEM Seluruh Indonesia wilayah Jabodetabek-Banten akan kembali turun aksi untuk menyuarakan agar Omnibus Law UU Cipta Kerja tercabut dan kembali menyampaikan #MosiTidakPercaya kepada pemerintah dan wakil rakyat.

2. Massa datang dari Sulawesi dan Kalimantan

Ribuan massa yang memperkirakan akan turun aksi tidak hanya berasal dari Pulau Jawa. “Sudah datang dari wilayah Kalimantan dan Sulawesi,” ujar Andi.

Dalam unggahan Instagram BEM SI (@bem_si), BEM SI mengimbau agar massa aksi yang turun ke jalan melakukan unjuk rasa dengan tetap menjalankan protokol kesehatan.

“Kami telah mengimbau kepada setiap kampus untuk melengkapi protokol kesehatan dalam aksi ini,” ujar Andi.

3. BEM SI punya empat tuntutan dalam aksi ini

BEM SI memiliki empat tuntutan dalam aksi kali ini. Pertama, BEM SI menuntut agar Presiden Jokowi mengeluarkan Perppu guna mencabut Omnibus Law UU Cipta Kerja yang sudah tersahkan DPR.

Kedua, mengecam tindakan pemerintah yang berusaha mengintervensi gerakan dan suara rakyat atas penolakan terhadap UU Cipta Kerja.

Ketiga, “mengecam berbagai tindakan represif aparatur negara terhadap seluruh massa aksi,” tulis BEM SI.

Keempat, BEM SI mengajak mahasiswa seluruh Indonesia untuk terus bersatu menyampaikan penolakan atas UU Cipta Kerja hingga UU Cipta Kerja tercabut dan terbatalkan.

4. BEM SI sebut pemerintah berusaha cuci otak rakyat

BEM SI menilai, pemerintah dengan segala cara berusaha mencuci otak rakyat. Dengan berbagai macam instrumen yang memiliki, agar rakyat berhenti memperjuangkan penolakan UU Cipta Kerja.

“Misalnya saja melalui D’irektorat Jenderal Pendidikan Tinggi (D’itjen D’ikti), pemerintah mencoba mengintervensi. Gerakan mahasiswa dengan mengeluarkan surat nomor 1035/E/KM/2020 . Yang berisi tentang Imbauan Pembelajaran Secara Daring dan Sosialisasi UU Cipta Kerja,” ujar BEM SI.

“Belum lagi berbagai tindakan represif dari aparat kepolisian pada massa aksi yang menolak UU Cipta Kerja, serta berbagai upaya penyadapan terhadap para aktivis dan akademisi yang menolak UU Cipta Kerja,” demikian tertulis dalam keterangan BEM SI.

Kategori
Regional

Kasus COVID-19 Global Naik hingga 700 Ribu Kasus dalam 3 Hari

Kasus COVID-19 Global Naik hingga 700 Ribu Kasus dalam 3 Hari

Kasus COVID-19 Global Naik hingga 700 Ribu Kasus dalam 3 Hari – Kasus virus corona atau COVID-19 di dunia masih terus bertambah. Situs World O Meter mencatat hingga Kamis (15/10/2020) pukul 07.30 WIB ada 38,7 juta orang pada dunia terjangkit virus corona.

Angka ini naik 700 ribu kasus dibanding Selasa, 13 Oktober 2020 di mana pada waktu tersebut tercatat sebanyak 38 juta kasus. Lansirkan dari http://utowndc.com/

1. Kasus aktif, pasien sembuh, dan yang meninggal

World O Meter mencatat dari 38,7 juta kasus, angka kematian akibat virus kini sebanyak 1.096.300 jiwa dan mereka yang sembuh 29.110.959 jiwa.

Kasus aktif virus corona sekarang ini tercatat sebanyak 8.520.628 yang terbagi menjadi 8.450.563 jiwa pasien dengan gejala dan 70.065 pasien dalam kondisi kritis.

2. Negara dengan penambahan kasus harian lebih dari 10 ribu kasus

Ada delapan negara yang tercatat penambahan kasus COVID-19 baru lebih dari 10 ribu. Yakni Spanyol (11,9 ribu kasus), Rusia (14,2 ribu kasus), Argentina (14,9 ribu kasus), Inggris (19,7 ribu kasus), Prancis (22,5 ribu kasus), Brasil (26,6 ribu kasus), AS (57,9 ribu kasus) dan India (67,9 ribu kasus).

3. Negara dengan penambahan kasus kematian terbanyak

Sebanyak 15 negara tercatat dengan penambahan kasus meninggal karena COVID-19 lebih dari 100 kasus. Yakni Prancis (104 meninggal), Ukhraina (107 meninggal), Polandia (116 meninggal), Afrika Selatan (123 meninggal). Serta Indonesia (129 meninggal), Inggris (137 meninggal), Kolombia (165 meninggal).

Spanyol (209 meninggal), Rusia (239 meninggal), Iran (279 meninggal), Argentina (349 meninggal), Meksiko (475 meninggal), India (694 meninggal), Brasil (716 meninggal), dan AS (951 meninggal).

Pemerintah melalui Satuan Tugas Penanganan COVID-19, menggelar kampanye 3 M : Gunakan Masker, Menghindari Kerumunan atau jaga jarak fisik dan rajin Mencuci tangan dengan air sabun yang mengalir. Jika protokol kesehatan ini melakukan dengan tersiplin, dalam harapkan dapat memutus mata rantai penularan virus. Menjalankan gaya hidup 3 M, akan melindungi d’iri sendiri dan orang pada sekitar kita. Ikuti informasi penting dan terkini soal COVID-19

Banyaknya kasus COVID – 19 pada negara Indonesia semakin tinggi dan memiliki dampak yang begitu besar untuk masyarakat sendiri. Hilangnya pekerjaan maupun mata pencaharian masyarakat penduduk. Sangat ter himbau sekali dari pemerintah untuk masyarakat Indonesia harus menaati peraturan protocol. Guna agar tidak meningkatnya angka kematian maupun angka kenaikan yang terkena covid – 19. Jadi untuk kalian mari bekerja sama agar melindungin d’iri sendiri dan orang tercinta kita.

Kategori
Regional

TransJakarta Kembali Beroperasi Hingga Pukul 22.00 WIB Hari Ini

TransJakarta Kembali Beroperasi Hingga Pukul 22.00 WIB Hari Ini

TransJakarta Kembali Beroperasi Hingga Pukul 22.00 WIB Hari Ini – TransJakarta pastikan kembali beroperasi normal pada Rabu (14/10/2020). Sebelumnya, PT TransJakarta sempat menghentikan seluruh operasionalnya lantaran mengantisipasi demonstrasi menolak Undang-undang Cipta Kerja. Lansirkan dari http://utowndc.com/

“Sehubungan dengan adanya penutupan layanan Transjakarta pada hari ini (13/10), untuk besok Rabu, 14 Oktober 2020 seluruh layanan Transjakarta BRT, Non BRT dan Mikrotrans kembali beroperasi normal. Transjakarta siap melayani pelanggan mulai pukul 05.00–22.00 WIB dan Layanan Nakes (Tenaga Kesehatan) pukul 22.00-23.00 WIB,” jelas D’irektur Utama TransJakarta, Sardjono Jhony Tjitrokusumo melalui keterangan tertulis pada Rabu (13/10/2020) malam.

1. TransJakarta lakukan koordinasi dengan Polda Metro Jaya

hony mengatakan, TransJakarta tetap berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya meski saat ini telah beroperasi normal. Tujuannya, agar bisa mengetahui informasi terkini pada sekitar ruas jalan yang bersinggungan dengan jalur TransJakarta untuk memastikan keamanan dan kelancaran operasional.

“Untuk itu, kami mengimbau bagi para pelanggan yang akan melakukan aktivitas untuk selalu berhati-hati dengan jalan dan selalu mengutamakan keselamatan d’iri dan keluarga,” jelas Jhony.

2. TransJakarta sempat setop operasional karena demo

Sebelumnya, TransJakarta sempat menghentikan seluruh operasional armadanya karena ada demonstrasi yang lakukan pada kawasan Patung Kuda, Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.

“Sehubungan dengan adanya kegiatan aksi unjuk rasa pada kawasan Patung Kuda, Istana Presiden, Monas dan sekitarnya dan melihat kondisi masa yang mulai memadati sekitar lokasi.

Maka seluruh layanan Transjakarta hari ini tutup sejak pukul 10.30 WIB,” ujar D’irektur Operasional PT TransJakarta Prasetia Budi melalui keterangan tertulis, Selasa (13/10/2020).

3. TransJakarta lakukan langkah antisipasi

Budi menjelaskan, langkah ini merupakan antisipasi untuk menjaga fasilitas publik. Agar tidak menjadi sasaran dari aksi oknum unjuk rasa yang tidak bertanggung jawab. Harapannya agar baik seluruh pelanggan maupun petugas kami yang berada pada sekitar lokasi aksi terjaga keamanannya.

Jadi kalian yang bekerja atau melakukan sebuah aktivitas tidak perlu khawatir ya. Karena TransJakarta sudah aman untuk kalian yang beraktivitas sampai jam 22.00. Selain itu kalian juga harus menaati protocol yang ada ya, agar dapat melindungi diri sendiri dari covid-19. Have a nice day 🙂

Kategori
Regional

Siap-siap, Begini Tahapan Imunisasi Vaksin COVID-19

Siap-siap, Begini Tahapan Imunisasi Vaksin COVID-19

Siap-siap, Begini Tahapan Imunisasi Vaksin COVID-19 – Kementerian kesehatan saat ini sudah mempersiapkan imunisasi COVID-19 seiring target pemerintah mendapatkan vaksin pada kuartal IV atau akhir 2020. Simulasi uji coba vaksin COVID-19 saat ini sudah melakukan pada dua Kota yakni Kota Bogor, Jawa Barat dan Badung, Bali.

Sekretaris D’irektorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit M Budi Hidayat mengungkapkan persiapan simulasi uji coba merupakan bagian dari kesiapan Indonesia untuk melakukan vaksinasi massal saat vaksin definitif COVID-19 telah temukan.

“Kita nunggu (uji coba), saat ini kita siapkan dulu SOP, SDM dan logistik yang terperlukan untuk menyatakan kita siap melakukan vaksinasi massal,” kata Budi lansirkan dari http://utowndc.com/

Lalu bagaimana tahap imunisasi vaksin COVID-19?

1. Tahap pertama peserta akan d’iskrining

Budi menjelaskan dalam tahapan vaksinasi, peserta akan d’iskrining terlebih dahulu untuk mengetahui apakah yang bersangkutan memiliki penyakit komorbid atau tidak.

“Tahap tersebut sebagai anamnase. Jika peserta vaksinasi terindikasi memiliki penyakit penyerta (komorbid) maka akan terarahkan ke ruang pemeriksaan umum, lalu berikan surat rujukan untuk selanjutnya merujuk ke RS,” ujarnya.

2. Peserta akan imunisasi lagi 2 minggu kemudian

Sementara bagi peserta yang sehat, dapat menerima vaksinasi tahap pertama. Usai penyuntikan vaksin, peserta tidak langsung pulang, melainkan harus menunggu selama 30 menit guna melihat apakah ada efek samping atau tidak.

“Jika vaksinasi tahap pertama selesai, nanti peserta akan imunisasi lagi 2 minggu kemudian,” imbuhnya.

3. Tenaga kesehatan gunakan APD level 2

Ia menekankan bahwa keselamatan tenaga kesehatan dan peserta vaksinasi adalah prioritas utama. Untuk itu, para tenaga kesehatan yang bertugas menggunakan APD level 2 serta apron.

“Sementara bagi masyarakat harus menerapkan 3M yakni sebelum uji coba vaksin harus mencuci tangan dengan sabun terlebih dahulu, menggunakan masker dan menjaga jarak aman antar peserta,” terangnya.

4. Kemkes jamin keamanan vaksin saat peserta imunisasi

Ia memastikan bahwa vaksin yang akan memberikan kepada peserta imunisasi saat uji coba vaksin aman, sehingga tidak akan berdampak buruk bagi kesehatan, sebab vaksin terpilih telah melewati sejumlah rangkaian uji coba dan telah teruji secara klinis.

“Sekarang sedang teliti dan terupayakan untuk meminimalisir risiko-risiko yang akan terjadi, kalau memang ada risiko pasti tidak akan kita lakukan. Yang sudah diberikan ini, yang sudah aman,” katanya.

5. 30 juta dosis vaksin akan keterima Indonesia pada kuartal IV atau akhir 2020

Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga Hartarto, mengungkapkan 30 juta dosis vaksin akan terima Indonesia pada kuartal IV atau akhir 2020.

Airlangga menyebutkan jumlah vaksin itu berasal dari Sinovac, Sinopharm, dan Astra Zeneca.

“Pemerintah telah mengorder 50 juta vaksin dari Astra Zeneca dan sekarang telah berangkat untuk pemesanan pertama. Menteri Kesehatan, Menteri Luar Negeri, dan Menteri BUMN sedang mengurus pembelian vaksin itu,” ujarnya

Kategori
Regional

5 Fakta Gedung DPR/MPR RI yang Kerap Jadi Sasaran Aksi Demonstrasi

5 Fakta Gedung DPR/MPR RI yang Kerap Jadi Sasaran Aksi Demonstrasi

5 Fakta Gedung DPR/MPR RI yang Kerap Jadi Sasaran Aksi Demonstrasi – Pada pusat Ibu Kota Jakarta, berdiri sebuah bangunan megah yang terkenal dengan kubah berwarna hijau. Bangunan ini tak lain adalah gedung Dewan Perwakilan Rakyat dan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (DPR/MPR RI) yang mulai membangun pada masa kepemimpinan Presiden Sukarno, 8 Maret 1965.

Melansikan dari http://utowndc.com/ .Gedung tempat berkantornya para wakil rakyat ini sering kali menjadikan sasaran unjuk rasa berbagai elemen masyarakat, mulai dari petani hingga mahasiswa. Masih lekat dalam ingatan, pada era reformasi 1998, kubah berbentuk tempurung kura-kura ini terduduki oleh ribuan mahasiswa yang berunjuk rasa untuk melengserkan Presiden Soeharto.

Bagaimana sejarah awal terbangunnya gedung DPR/MPR RI ini? Berikut fakta-fakta.

1. Sejarah gedung DPR/MPR RI yang membangun pada masa Presiden Sukarno

Gedung DPR/MPR RI mulai membangun saat masa kepemimpinan Presiden Sukarno, 8 Maret 1965. Bung Karno menjadi pencetus pembangunan gedung untuk para wakil rakyat itu.

Kala itu, Presiden Sukarno berencana menyelenggarakan Conference of the News Emerging Forces (CONEFO), yang merupakan wadah dari semua News Emerging Forces. Adapun beberapa anggotanya berasal dari berbagai negara, antara lain negara-negara pada Asia, Afrika, Amerika Latin, negara-negara sosialis, negara-negara komunis, dan semua Progressive Forces dalam kapitalis.

CONEFO yang terrencanakan menjadi sebuah senjata untuk menandingi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) itu, akhirnya memputuskan Sukarno melalui Keppres No 48 Tahun 1965, sehingga menugaskan Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga (PUT) Soeprajogi untuk menerbitkan Peraturan Menteri PUT No 6/PRT/1965 tentang komando pembangunan proyek CONEFO.

Pada 19 April 1965, bertepatan dengan perayaan Dasa Warsa Konferensi Asia-Afrika, terpancangkanlah tiang pertama pembangunan proyek political venues pada Kompleks Senayan, Jakarta.

2. Arsitek pembuat maket gedung DPR/MPR RI

Soejoedi Wirjoatmodjo terpilih menjadi perancang dari pembangunan Gedung DPR/MPR RI kala itu dan rancangannya mensahkan pada 22 Februari 1965. Ia merancang sebuah maket yang memamerkan seluruh bangunan kompleks dan rancangannya saat terpandang dari Jembatan Semanggi. Usai rancangannya menyentujui , pembangunan gedung pun mulai pada 8 Maret 1965.

Rupanya, pembangunan gedung belum bisa terselesaikan pada masa pemerintahan Sukarno. Sehingga, usai pemerintahan Sukarno berakhir, pembangunan Gedung DPR/MPR RI melanjutkan pemerintah Orde Baru pada bawah kepemimpinan Soeharto. Melalui proses pembangunan yang cukup lama, akhirnya pembangunan Gedung MPR/DPR RI bisa terselesaikan pada 1 Februari 1983.

3. Gedung DPR/MPR RI terinspirasi dari burung garuda, bukan kura-kura

Arsitek Soejoedi Wirjoatmodjo membuat kubah yang berbentuk setengah lingkaran pada kedua sisi kanan dan kiri gedung. Hal tersebut menibaratkan sebagai kepakan burung garuda yang gagah.

Bila berada pada bagian depan dan tengah dalam gedung DPR/MPR Ri ini, akan terlihat tiang-tiang penyangga gedung yang berbentuk seolah-olah menjadi kaki burung garuda. Dengan begitu, bangunan ini akan lebih terlihat seolah seperti burung garuda, bukan kura-kura.

Selain itu, pemilihan warna hijau pada gedung DPR/MPR RI ini ialah sebagai simbol dari kemakmuran dan kesuburan. Karena pada saat membangun kala itu, Indonesia sangat kental dengan unsur agraris. Sebab itu, gedung ini dengan mewarnai dengan warna hijau.

4. Kompleks parlemen terdiri dari lima gedung

Gedung DPR/MPR RI memiliki luas sekitar 80.000 meter persegi. Dengan bangunan yang luas, gedung wakil rakyat tersebut terbagi menjadi beberapa area. Apabila melewati Jalan Gatot Subroto, terlihat  dalam area gedung sebuah bangunan berwarna hijau dan berbentuk kubah.

Bangunan yang terlihat cukup megah itu tersebut Gedung Nusantara atau Gedung Kura-kura. Pada dalam gedung tersebut terdapat Ruang KK I, Ruang KK II, Ruang Rapat Komisi II dan IV, Ruang Sidang MPR RI, dan Museum DPR RI.

Selain itu, terdapat Gedung Nusantara I. Gedung ini memiliki tinggi sekitar 100 meter, dengan 24 lantai dan mengalami kemiringan tujuh derajat. Di dalam gedung tinggi tersebut, terdapat ruangan-ruangan fraksi DPR RI. Ada pula Ruang Baleg, Ruang Rapat Komisi IX dan VII di gedung itu.

Terdapat juga Gedung Nusantara II yang bersebelahan dengan Nusantara I. Sedangkan Gedung Nusantara II terdiri dari Ruang Rapat Komisi I, III, dan VIII. Ruang Sidang Paripurna DPR RI juga berada di lantai paling atas Nusantara II, yaitu di lantai tiga.

Gedung lainnya adalah Nusantara III. Gedung ini merupakan tempat para pimpinan MPR, DPR, dan juga DPD RI berkumpul. Terdapat pula press room untuk wartawan parlemen yang meliput kegiatan anggota dewan sehari-hari.

Bagian gedung lainnya adalah Gedung Nusantara IV dan V. Kedua gedung ini digunakan untuk acara-acara yang digelar MPR dan DPD RI.

Bukan hanya terdiri dari gedung-gedung megah, di kompleks Gedung DPR/MPR RI terdapat juga air mancur di halaman depan yang terlihat mewah, Gedung Sekretariat Jenderal, dan masjid di sekitar kompleks parlemen Senayan.

5. Menjadi lokasi demonstrasi mahasiswa sejak reformasi tahun 1998

Meski telah berumur 22 tahun, peristiwa Mei 1998 tidak pernah terlupakan. Tragedi yang menewaskan sejumlah mahasiswa tersebut terus terkenang seiring berjalannya waktu.
Gedung DPR/MPR RI yang menjadi tempat bersejarah dari reformasi 98 memiliki beberapa lokasi yang tak terlupakan. Beberapa lokasi yang pernah menjadi pusat ‘penyerbuan’ ribuan mahasiswa tersebut, di antaranya gerbang Gedung DPR/MPR RI, tempat parkir, dan juga air mancur di halaman depan gedung.

Gedung Kura-kura kala itu menjadi pusat berkumpulnya ribuan mahasiswa. Dengan semangat tinggi, mereka menggeruduk Gedung Kura-Kura hingga naik ke atapnya. Seketika, gedung itu dipenuhi ribuan mahasiswa.

Tak hanya itu, air mancur dan lapangan parkir juga menjadi lokasi berkumpulnya pahlawan ‘reformasi 98’ tersebut. Mereka bersorak-sorai, mengitari area parkir, hingga berenang di air mancur halaman depan gedung DPR/MPR.

Walau suasana saat itu begitu mencekam, mahasiswa tetap gencar melakukan demonstrasi dengan tuntutan melengserkan Presiden Soeharto bersama kroni-kroninya.

Hingga kini, gedung DPR/MPR RI masih sering dijadikan sasaran untuk aksi unjuk rasa masyarakat Indonesia. Seperti halnya aksi hari buruh, hari tani, hingga aksi tolak Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja.