Kategori
Regional

Bupati Tangerang Hanya Izinkan 25 Persen Pegawai Masuk

Bupati Tangerang Hanya Izinkan 25 Persen Pegawai Masuk

Bupati Tangerang Hanya Izinkan 25 Persen Pegawai Masuk – Kabupaten Tangerang kembali masuk dalam zona merah penyebaran COVID-19. Hal tersebut membuat Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar memberlakukan aturan hanya 25 persen pegawai daerah lingkup Pemerintah Kabupaten Tangerang yang masuk kantor.

“Sebanyak 75 persen lainnya bekerja dari rumah ke setiap unit kerja,” ujar Zaki, Rabu (6/1/2021).

1. Kontak antar pegawai pasca libur Natal dan tahun baru harus terminimalisasi

Zaki mengungkapkan, aturan ini berlaku untuk seluruh unit kerja daerah lingkup Pemerintahan Kota Tangerang.

Melansir dari http://utowndc.com/ .”Langkah ini untuk meminimalisir kontak, dan menurunkan angka penularan COVID-19, makanya kami terapkan lagi sistem WFH,” kata Zaki.

2. Seluruh pegawai wajib melaporkan pekerjaan setiap hari

Lanjutnya, meskipun berlaku sistem bekerja WFH, tetapi seluruh pelayanan daerah Kabupaten Tangerang tetap berjalan normal. Pihaknya juga tetap memprioritaskan pelayanan kepada masyarakat Kabupaten Tangerang, meskipun pandemik COVID-19 masih membayangi.

“Walaupun sudah berlaku WFH tetapi seluruh pegawai yang terkena WFH wajib dan harus melakukan dan menyelesaikan pekerjaannya sesuai dengan tupoksinya masing-masing,” ujarnya.

3. Kasus konfirmasi positif COVID-19 daerah Kabupaten Tangerang capai 5.264 kasus

Untuk saat ini, menurut data laman sebaran-data, kasus konfirmasi positif COVID-19 daerah Kabupaten Tangerang mencapai 5.264 kasus.

Dari jumlah itu, kasus isolasi terdapat 145 kasus, kasus sembuh sebanyak 4.876, dan meninggal 107 kasus.

Sebanyak 14.560 vaksin COVID-19 sudah tiba ke Banten pada Minggu malam (2/1/2021). Pengiriman vaksin tahap pertama tersebut nantinya memperuntukkan bagi tenaga kesehatan.

Vaksin itu telah terkirim dari Biofarma, Bandung, Jawa Barat dengan pengawalan ketat oleh aparat kepolisian.

“Tahap satu yang pada minggu ke 1, Januari 2021 yang sudah datang 14.560,” kata Kepala D’inas Kesehatan Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti, mengonfirmasi pada Senin (4/1/2021).

Vaksin Sinovac tersimpan sementara dalam gudang Farmasi Banten

Mantan Kepala Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Tangerang itu menuturkan, vaksin COVID-19 buatan Sinovac yang menerima dari pemerintah pusat akan menempatkan pada gudang farmasi milik Pemerintah Provinsi Banten, Kota Serang.

Selama tempat penyimpanan, vaksin virus corona akan terjaga aparat kepolisian. “tersimpan pada gudang Farmasi Banten,” katanya.

Kategori
Regional

Kapolsek Metro Tanah Abang Positif Covid-19, Efek Klaster Petamburan?

Kapolsek Metro Tanah Abang Positif Covid-19, Efek Klaster Petamburan?

Kapolsek Metro Tanah Abang Positif Covid-19, Efek Klaster Petamburan? – Dari Kapolsek Metro Tanah Abang, Kompol Singgih Hermawan, dan Wakapolsek Metro Tanah Abang, Kompol Sri Wahyudi, positif terinfeksi COVID-19 setelah menjalani tes usap atau swab test.

“Mudah-mudahan Lurah Petamburan bisa sembuh, demikian juga dengan Kapolsek Metro Tanah Abang Kompol Singgih dan Wakapolsek Metro Tanah Abang,” kata Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Fadil Imran, saat memantau kegiatan tetes cepat (rapid test) massal pada kawasan Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

1. Kapolsek dan Wakapolsek Metro Tanah Abang kemungkinan tertular COVID-19 Pada Kawasan Petamburan.

Kapala Polisi Sektor Metro Tanah Abang Terbukti Positif Covid-19, Karena Efek Klaster Petamburan? Fadil mengatakan dua anggotanya dan Lurah Petamburan Setiyanto kemungkinan besar tertular COVID-19 ketika melaksanakan tugas mengawal kegiatan masyarakat yang melakukan akhir – akhir ini.

Terkait temuan Satuan Tugas Penanganan COVID-19 mengenai klaster baru pada Jakarta, Polda Metro Jaya mengadakan tes cepat massal pada kawasan Petamburan.

Adapun klaster baru temuan satuan tugas, yakni klaster akad nikah pada kawasan Petamburan, klaster Tebet, klaster Bandara Soekarno-Hatta dan klaster Megamendung.

“Untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19 pada wilayah DKI Jakarta, Polda Metro Jaya, Kodam Jaya, bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tentunya yang mewakili oleh camat, akan melakukan giat 3T; Testing, Tracing dan Treatment,” kata Fadil.

2. Kontak tracing terlakukan kepada 1.000 warga Petamburan usai acara besar oleh Rizieq Shihab

Terlansirkan dari  https://christian-mommies.com/desktop/home Rencananya tes cepat massal akan selenggarakan selama dua hari berturut-turut. Sehingga dalam satu harinya, tes cepat massal berjumlah 1.000 warga Petamburan.

Lurah Petamburan Setiyanto terbukti positif COVID-19 saat hendak  akan periksa oleh Polda Metro Jaya terkait keramaian pada kawasan Petamburan.

Polda Metro Jaya telah memberlakukan protokol kesehatan yang lebih ketat. Dengan mewajibkan semua pihak yang akan mengecheck atau mintai klarifikasi untuk menjalani tes usap antigen.

3. Acara Maulid Nabi dan pernikahan anak Rizieq Shihab menjadi polemik

FPI menggelar acara Maulid Nabi Muhammad pada kawasan Petamburan, rumah Rizieq Shihab, Sabtu (14/11/2020). Dalam acara tersebut turut berlangsung acara pernikahan putri keempat Rizieq, Syarifah Najwa Syihab, dengan Sayid Irfan Alaidrus.

Sekitar 10 ribu orang meramaikan acara Maulid Nabi sekaligus pesta resepsi pernikahan tersebut. Bukannya membubarkan, Satuan Tugas Penanganan COVID-19 justru membagikan dua ribu masker kepada tamu yang hadir pada acara itu.

Setelah berlangsungnya dua acara itu, Rizieq tak lagi terlihat mengisi acara ceramah. Atau kunjungan ke sejumlah tempat yang selalu mendokumentasikan untuk channel YouTube Front TV.

Kategori
Regional

Sempat Dinyatakan Reaktif Corona, Gus Nur Akhirnya Positif COVID-19

Sempat Dinyatakan Reaktif Corona, Gus Nur Akhirnya Positif COVID-19

Sempat Dinyatakan Reaktif Corona, Gus Nur Akhirnya Positif COVID-19 – Tersangka kasus ujaran kebencian Nahdlatul Ulama (NU) Sugi Nur Raharja alias Gus Nur, ternyatakan positif COVID-19. Gus Nur memang saat ini sedang menjadi tahanan Polri dan mendekam pada Rumah Tahanan Salemba, Jakarta.

Bukan hanya Gus Nur, ada sejumlah tahanan D’irektorat Tindak Pidana Siber (D’itipidsiber) Polri yang juga positif COVID-19. Hal tersebut membenarkan Kepala D’ivisi Humas Polri Irjen Prabowo Argo Yuwono.

“Tujuh tahanan D’itipidsiber positif COVID-19,” kata Argo dalam keterangannya, Senin (16/11/2020).

1. Gus Nur terbawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati

Argo mengatakan pihaknya sudah mengambil langkah, dengan membawa ketujuh tahanan ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk mendapatkan perawatan COVID-19.

Para tahanan tersebut terpindahkan pada Minggu, 15 November 2020 pukul 20.15 WIB.

2. Ada tujuh tahanan yang terkonfirmasi COVID-19

Selain Gus Nur, Argo menyebutkan, ada enam tahanan yang terkonfirmasi COVID-19, salah satunya petinggi Komite Eksekutif Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Jumhur Hidayat.

Kemudian, tahanan perkara KAMI Medan yakni Juliana, Novita Zahara, Wahyu Rasasi Putri dan tersangka kasus penipuan Kewa Siba dan Drelia Wangsih.

3. Gus Nur sempat terkabarkan reaktif COVID-19

Perlu ketahui, Gus Nur sempat menyatakan reaktif COVID-19 pada Sabtu, 14 November 2020. Kuasa Hukum Gus Nur, Chandra Purna Irawan mengatakan, informasi tentang kondisi kliennya baru ketahui saat hendak mengunjungi rutan.

Melansirkan dari http://162.241.119.31/.”Tadi kita dapat keterangan begitu dari petugas rutan. Awalnya kami ingin jumpa GN (Gus Nur) terdampingi penyidik terkait surat perpanjangan penahanan, tapi kami tidak berani berjumpa karena mendapat keterangan reaktif dari petugas,” ujar ia, saat terkonfirmasi.

Gus Nur menjebloskan ke penjara setelah melaporkan dengan tuduhan dugaan mencemarkan nama baik kiai dan Nahdlatul Ulama (NU) dalam saluran YouTube Refly Harun berjudul “Setengah Jam Bersama Gus Nur, Isinya Kritik Pedas Semua!!” Video itu berdurasi 29 menit 58 detik.

Gus Nur juga pernah tersandung kasus yang sama pada tahun lalu. Ia menyebut generasi NU penjilat hingga kemudian pada 24 Oktober 2019. Pengadilan Negeri Surabaya menjatuhkan vonis 1 tahun 6 bulan penjara kepada Gus Nur.

Kategori
Regional

Tingkat Hunian Ruang Isolasi COVID-19 di Tabanan Menurun

Tingkat Hunian Ruang Isolasi COVID-19 di Tabanan Menurun

Tingkat Hunian Ruang Isolasi COVID-19 di Tabanan Menurun – Kenaikan kasus COVID-19 cukup signifikan pada Bali pada Agustus 2020. Hal ini sempat membuat ruang isolasi pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tabanan, yang dulunya sebanyak 17 tempat tidur, hampir terisi 100 persen. Bahkan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Rumah Sakit (RS) Nyitdah yang awalnya memiliki 26 tempat tidur sebagai ruang isolasi pasien COVID-19, sempat terisi hingga 24 tempat tidur atau sekitar 84 persen.

Kenaikan kasus COVID-19 tersebut menyebabkan RSUD Tabanan dan UPTD RS Nyitdah harus menambah tempat tidur sebagai ruang isolasi COVID-19. Lalu bagaimana kondisi ruang isolasi sekarang?

1. RSUD Tabanan menambah tempat tidur menjadi 46 tempat tidur

Kepala Sub Bidang Rawat Jalan Rawat Inap RSUD Tabanan, dr Made Karna, mengatakan ruang isolasi pasien COVID-19 pada RSUD Tabanan sekarang telah ytertambah dari 17 tempat tidur menjadi 46 tempat tidur.

Awalnya, 17 tempat tidur ini terbagi menjadi dua. Yaitu enam tempat tidur untuk ruang isolasi pasien positif COVID-19, dan 11 tempat tidur untuk pasien berstatus suspek.

Setelah tertambah menjadi 46 tempat tidur, maka 17 tempat tidur menjadikan sebagai ruang isolasi pasien terkonfirmasi positif COVID-19 dan 29 tempat tidur untuk pasien suspek.

2. UPTD RS Nyitdah menambah tempat tidur menjadi 40 tempat tidur

Hal yang sama melakukan oleh UPTD RS Nyitdah. Ruang isolasinya tertambah dari 26 tempat tidur menjadi 40 tempat tidur, karena kenaikan kasus pada bulan Agustus 2020 lalu. Bahkan pihak UPTD RS Nyitdah juga merekrut tenaga kontrak, baik tenaga kesehatan maupun tenaga penunjang, sebanyak 73 orang.

Melansirkan dari http://162.241.119.31/.”Sampai saat ini tenaga ini masih bertugas khusus menangani kasus COVID-19 pada UPTD RS Nyitdah,” ujar D’irektur UPTD RS Nyitdah, dr Nyoman Wisma Bratha.

3. Tingkat hunian ruang isolasi sekarang mulai menurun. Tim medis beraharap tidak ada peningkatan lagi

Made Karna menyebutkan, semenjak tertambah 46 tempat tidur, tingkat hunian tertinggi pada RSUD Tabanan pernah mencapai 25 tempat tidur atau sekitar 54 persen. Namun sekarang, penerimaan pasien COVID-19 pada RSUD Tabanan mulai menurun.

“Terakhir ada 11 pasien yang terrawat. Tujuh terkonfirmasi, empat masih status suspek. Sudah mulai menurun,” jelas Karna.

Sedangkan Wisma Bratha, mengatakan tingkat hunian tertinggi terjadi pada bulan Agustus-September, yaitu terisi 30 tempat tidur atau sekitar 75 persen.

“Tetapi sejak bulan Oktober kemarin sudah mulai menurun. Saat ini yang terrawat berkisar pada bawah 10 pasien,” papar Wisma.

Ia berharap penurunan kasus COVID-19 ini terus melandai dan tidak ada lagi peningkatan.

Kategori
Regional

Angka Sembuh Terus Bertambah, Positif Corona Aktif Tersisa 2.229 Kasus

Angka Sembuh Terus Bertambah, Positif Corona Aktif Tersisa 2.229 Kasus

Angka Sembuh Terus Bertambah, Positif Corona Aktif Tersisa 2.229 Kasus – Jumlah kasus virus corona atau COVID-19 aktif pada Kaltim terus berkurang. Secara kuantitas saat ini merupakan yang terendah sejak 24 September 2020. Hingga kini, jumlah positif aktif terlaporkan tersisa 2.229 kasus saja. Ini merupakan angka terendah sejak September 2020.

“Makanya kami terus imbau masyarakat bersama-sama taat dengan protokol kesehatan (prokes),” ujar Andi Muhammad Ishak, juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kaltim seperti  dari rilis Pemprov Kaltim pada Selasa (3/11/2020) petang.

1. Akumulasi positif COVID-19 pada Kaltim kini mencapai 14.497 kasus

Satgas Penanganan COVID-19 Kaltim melaporkan tambahan 152 kasus terkonfirmasi positif hingga pukul 12.00 Wita tadi. Penambahan terdiri dari Berau 1 kasus, Kutai Kartanegara 50 kasus, Kutai Timur 10 kasus, Paser 3 kasus, Penajam Paser Utara 1 kasus, Balikpapan 27 kasus, Bontang 12 kasus, dan Samarinda 48 kasus.

Dengan penambahan tersebut, akumulasi kasus positif COVID-19 pada Kaltim kini mencapai 14.497 atau 389,2 kasus per 100 ribu penduduk. Dengan tingkat kesembuhan saat ini mencapai 81,2 persen dan kematian 3,4 persen. Tingkat kesembuhan kembali menunjukkan peningkatan dari sehari sebelumnya 80,2 persen. Tak lepas dari jumlah 275 kasus terlaporkan sembuh pada Selasa ini, 123 lebih banyak dari kasus terkonfirmasi positif.

“Dengan penambahan pasien sembuh terlaporkan dari Berau 2 kasus, Kutai Barat 2 kasus, Kutai Kartanegara 72 kasus, Kutai Timur 11 kasus, Paser 7 kasus, Penajam Paser Utara 3 kasus, Balikpapan 30 kasus, Bontang 16 kasus, dan Samarinda 132 kasus,” tuturnya.

2. Jumlah kasus aktif pada Kaltim mencatatkan angka terendah sejak 24 September 2020

Hingga saat ini total kasus COVID-19 sembuh hingga saat ini sudah sebanyak 11.775 orang. Sedangkan kasus meninggal dunia juga terlaporkan bertambah 4 orang. Berasal dari Kutai Timur 1 kasus, Penajam Paser Utara 1 kasus, Balikpapan 1 kasus, dan Samarinda 1 kasus.

Membuat total kematian positif COVID-19 pada Kaltim mencapai 493 orang. Meski terus bertambah, secara persentase tingkat kematian pada Kaltim juga terus menurun. Dari 4 persen pada awal Oktober 2020, kini 3,4 persen. Per 3 November 2020 ini, jumlah kasus aktif pada Kaltim juga mencatatkan angka terendah sejak 24 September 2020.

Terlansirkan dari http://162.241.119.31/ .“Pada saat itu kasus aktif pada Kaltim sebanyak 2.148 dari 7.459 kasus atau 28,79 persen, saat ini 2.229 dari 14.497 atau 15,37 persen,” urainya.

3. Tetap d’isiplin dengan protokol kesehatan

Ia menambahkan, penting bagi warga untuk saling menjaga. Utamanya dengan d’isiplin menerapkan protokol kesehatan. Mulai dari jaga jarak, pakai masker dan rajin cuci tangan.

“Mari jaga d’iri dan jaga sesama,” pungkasnya.

Pemerintah melalui Satuan Tugas Penanganan COVID-19, menggelar kampanye 3M: gunakan Masker, Menghindari kerumunan atau jaga jarak fisik, dan rajin Mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir. Jika protokol kesehatan ini terlakukan dengan d’isiplin, berharapkan dapat memutus mata rantai penularan virus. Menjalankan gaya hidup 3M, akan melindungi d’iri sendiri dan orang pada sekitar kita.

Kategori
Regional

Parah ! Ini 10 Negara dengan Kematian COVID-19 Terbanyak di Dunia

Parah ! Ini 10 Negara dengan Kematian COVID-19 Terbanyak di Dunia

Parah ! Ini 10 Negara dengan Kematian COVID-19 Terbanyak di Dunia – Hari ini, Rabu (21/10/2020) hingga pukul 06.43 WIB, kasus COVID-19 pada dunia tercatat meningkat sebanyak 378.717 orang. Dengan demikian, total sebanyak 41.018.129 orang sudah terpapar virus SARS-CoV-2 tersebut.

Dari jumlah seluruh kasus tersebut, sebanyak 9.274.715 kasus atau 22,61 persen merupakan kasus aktif. Sedangkan 30.614.622 orang lainnya, sudah sembuh alias kembali menjadi negatif.

Namun, kasus yang berujung kematian pun terus bertambah. Per hari ini, ada 6.033 kasus tambahan. Total kasus kematian akibat COVID-19 pun menjadi 1.128.792 kasus. Negara-negara mana saja yang tercatat memiliki kasus kematian terbanyak ?

1.  Amerika Serikat , 226.053 orang meninggal karena COVID-19

Terlansikan dari http://utowndc.com/ .Penyebaran COVID-19 pada Amerika Serikat masih terus mengalami lonjakan. Hanya dalam 24 jam, tercatat 59.744 orang terpapar. Secara total, AS memiliki 8.516.601 kasus.

Untuk kasus kematian, tercatat penambahan sebanyak 831, maka total menjadi 226.053 kasus kematian. Ini adalah kasus kematian terbanyak pada bandingkan negara mana pun pada dunia. Walaupun demikian, kasus sembuh pada AS juga kian meningkat, saat ini berjumlah 5.541.606 kasus.

2. 10 negara dengan total kasus kematian COVID-19 tertinggi dunia

Setelah AS, Brasil menempati posisi ke dua sebagai negara dengan total kasus kematian tertinggi. Berikut ini 10 negara dengan kasus kematian COVID-19 tertinggi dunia per 21 Oktober 2020:

1. Amerika Serikat: 226.053 kasus kematian

2. Brasil: 154.888 kasus kematian

3. India: 115.950 kasus kematian

4. Meksiko: 86.338 kasus kematian

5. Britania Raya: 43.967 kasus kematian

6. Italia: 36.705 kasus kematian

7. Spanyol: 34.210 kasus kematian

8. Prancis: 33.885 kasus kematian

9. Peru: 33.875 kasus kematian

10. Iran: 31.034 kasus kematian

3. Indonesia jadi negara ke-16 dengan kasus kematian tertinggi pada dunia

Indonesia tercatat menduduki peringkat ke-16 sebagai negara dengan kasus kematian terbanyak pada dunia. Dari 368.842 kasus COVID-19 pada Indonesia, 12.734  antaranya berujung kematian.

Kasus aktif yang perlu tertangani sebanyak 62.455 atau 16,93 persen dari total kasus. Sedangkan, 293.653 orang lainnya sudah sembuh dari penyakit akibat virus corona ini

Entah sampai kapan corona ini hadir, sudah sekitar 7 bulan virus ini membunuh banyak hal dari segi masyarakat, keluarga, kerabat, dalam segi per ekonomian, pekerjaan. Tidak ada yang pernah menyangka akan seperti ini, jadi untuk kalian yang masih sehat , tolong pada rumah saja jika tidak ada keperluan yang begitu penting seperti bercakap ke luar beramai ramai. Bantu dunia ini sembuh dengan mengikuti protokol yang sudah ada dan menjaga kesehatan untu d’iri kita sendiri dan orang yang kita cintai.

Kategori
Regional

Tidak Peduli Pandemik, Jumlah Pernikahan di Aceh Tetap Tinggi

Tidak Peduli Pandemik, Jumlah Pernikahan di Aceh Tetap Tinggi

Tidak Peduli Pandemik, Jumlah Pernikahan di Aceh Tetap Tinggi – Meski dalam suasana pandemik virus corona atau COVID-19, jumlah pernikahan pada Provinsi Aceh terbilang tinggi selama kurun waktu 2020. Jumlah tersebut bahkan tidak jauh berbeda dari tahun sebelumnya.

Kepala Bidang Urusan Agama Islam Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Marzuki Ansari, mengatakan wabah COVID-19 sepertinya tidak mengurangi keinginan para calon pasangan pengantin ke daerah berjulukan Serambi Makkah itu untuk melangsungkan pernikahan.

Melansikan dari https://testyfesty.com/ . “Wabah tidak menghalangi niat baik para calon pengantin ke Aceh untuk menikah. Kita prediksikan jumlah ini akan terus meningkat hingga akhir tahun ini,” kata Marzuki, Jumat (16/10/2020).

1. Enam bulan pandemik jumlah pasangan yang menikah mencapai 24.165 pasangan

Enam bulan sejak pandemik COVID-19 pertama kali tertemukan ke Aceh, ternyata tidak mempengaruhi jumlah pasangan yang menikah. Angka pernikahan pada seluruh daerah Aceh lebih dari 20 ribu pasangan.

Berdasarkan catatan dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, selama periode Maret hingga September 2020, ada 24.165 pasangan yang menikah. Jika membandingkan tahun sebelumnya, hanya terpaut 3.400 pasangan atau ada 27.565 pasangan untuk periode yang sama pada tahun 2019.

Sementara itu, untuk total dari Januari hingga September 2020, ada 31.618 pasangan pada Aceh melangsungkan pernikahan. Sedangkan periode yang sama pada 2019, jumlah pernikahan mencapai 34.881 pasangan.

“Dari jumlah total peristiwa nikah tahun ini, 20.979 pasangan melaksanakan pernikahan ke Kantor Urusan Agama (KUA) dan 10.638 ke luar kantor,” kata kepala Bidang Urusan Agama Islam Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh tersebut.

2. Pada awal pandemik COVID-19, jumlah pernikahan hanya menurun 132 pasangan membandingkan tahun lalu

Kasus pertama COVID-19 yang menemukan  pada Indonesia pada Februari 2020 silam. Sementara itu, pada Provinsi Aceh sendiri wabah tersebut baru terdeteksi dan ketahui setelah ada salah seorang pasien meninggal dengan hasil swab terkonfirmasi positif pada Maret 2020 lalu. Sejak kasus pertama kali tertemukan, Aceh masuk dalam daerah yang terkena wabah virus mematikan tersebut.

3. Masyarakat Aceh tidak berpikir untuk menunda pernikahan dalam kondisi apa pun

Suasana pandemik COVID-19, menganggap  masyarakat Aceh bukanlah suatu penghalang untuk menyelenggarakan pernikahan. Menurut Marzuki, pernikahan tidak dapat tertunda dalam kondisi apa pun.

Oleh sebab itu, demi kelancaran pernikahan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh telah melakukan sosialisasi agar pernikahan melaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan.

“Selain itu, untuk mengantisipasi penyebaran wabah Corona pada Kantor Urusan Agama, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh juga telah mendistribusikan 274 wastafel, 5.263 masker dan 9.900 sarung tangan ke semua unit Kantor Urusan Agama pada Aceh,” katanya.

4. Ramadan mempengatuhi minimnya jumlah pernikahan  Aceh

Berdasarkan data Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, dalam dua tahun terakhir, tampak jumlah pernikahan nyaris rata-rata ke atas dua ribu pasangan yang menikah setiap bulannya.

Ada satu bulan yang pelaksanaan pernikahan tidak sampai seribu pasangan, yakni pada Mei. Selama dua tahun ini, pada bulan tersebut jumlah menikah hanya 941 pasangan untuk 2019 dan 232 pasangan pada 2020.

“Pada bulan Mei kita lihat tidak banyak pernikahan karena puasa Ramadan dan lebaran Idulfitri, jadi tidak banyak terjadi peristiwa nikah. Ini bukan hanya terjadi di tengah pandemik, sebelum pandemi juga demikian,” kata Marzuki.

Kategori
Regional

Kasus COVID-19 Global Naik hingga 700 Ribu Kasus dalam 3 Hari

Kasus COVID-19 Global Naik hingga 700 Ribu Kasus dalam 3 Hari

Kasus COVID-19 Global Naik hingga 700 Ribu Kasus dalam 3 Hari – Kasus virus corona atau COVID-19 di dunia masih terus bertambah. Situs World O Meter mencatat hingga Kamis (15/10/2020) pukul 07.30 WIB ada 38,7 juta orang pada dunia terjangkit virus corona.

Angka ini naik 700 ribu kasus dibanding Selasa, 13 Oktober 2020 di mana pada waktu tersebut tercatat sebanyak 38 juta kasus. Lansirkan dari http://utowndc.com/

1. Kasus aktif, pasien sembuh, dan yang meninggal

World O Meter mencatat dari 38,7 juta kasus, angka kematian akibat virus kini sebanyak 1.096.300 jiwa dan mereka yang sembuh 29.110.959 jiwa.

Kasus aktif virus corona sekarang ini tercatat sebanyak 8.520.628 yang terbagi menjadi 8.450.563 jiwa pasien dengan gejala dan 70.065 pasien dalam kondisi kritis.

2. Negara dengan penambahan kasus harian lebih dari 10 ribu kasus

Ada delapan negara yang tercatat penambahan kasus COVID-19 baru lebih dari 10 ribu. Yakni Spanyol (11,9 ribu kasus), Rusia (14,2 ribu kasus), Argentina (14,9 ribu kasus), Inggris (19,7 ribu kasus), Prancis (22,5 ribu kasus), Brasil (26,6 ribu kasus), AS (57,9 ribu kasus) dan India (67,9 ribu kasus).

3. Negara dengan penambahan kasus kematian terbanyak

Sebanyak 15 negara tercatat dengan penambahan kasus meninggal karena COVID-19 lebih dari 100 kasus. Yakni Prancis (104 meninggal), Ukhraina (107 meninggal), Polandia (116 meninggal), Afrika Selatan (123 meninggal). Serta Indonesia (129 meninggal), Inggris (137 meninggal), Kolombia (165 meninggal).

Spanyol (209 meninggal), Rusia (239 meninggal), Iran (279 meninggal), Argentina (349 meninggal), Meksiko (475 meninggal), India (694 meninggal), Brasil (716 meninggal), dan AS (951 meninggal).

Pemerintah melalui Satuan Tugas Penanganan COVID-19, menggelar kampanye 3 M : Gunakan Masker, Menghindari Kerumunan atau jaga jarak fisik dan rajin Mencuci tangan dengan air sabun yang mengalir. Jika protokol kesehatan ini melakukan dengan tersiplin, dalam harapkan dapat memutus mata rantai penularan virus. Menjalankan gaya hidup 3 M, akan melindungi d’iri sendiri dan orang pada sekitar kita. Ikuti informasi penting dan terkini soal COVID-19

Banyaknya kasus COVID – 19 pada negara Indonesia semakin tinggi dan memiliki dampak yang begitu besar untuk masyarakat sendiri. Hilangnya pekerjaan maupun mata pencaharian masyarakat penduduk. Sangat ter himbau sekali dari pemerintah untuk masyarakat Indonesia harus menaati peraturan protocol. Guna agar tidak meningkatnya angka kematian maupun angka kenaikan yang terkena covid – 19. Jadi untuk kalian mari bekerja sama agar melindungin d’iri sendiri dan orang tercinta kita.

Kategori
Regional

Siap-siap, Begini Tahapan Imunisasi Vaksin COVID-19

Siap-siap, Begini Tahapan Imunisasi Vaksin COVID-19

Siap-siap, Begini Tahapan Imunisasi Vaksin COVID-19 – Kementerian kesehatan saat ini sudah mempersiapkan imunisasi COVID-19 seiring target pemerintah mendapatkan vaksin pada kuartal IV atau akhir 2020. Simulasi uji coba vaksin COVID-19 saat ini sudah melakukan pada dua Kota yakni Kota Bogor, Jawa Barat dan Badung, Bali.

Sekretaris D’irektorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit M Budi Hidayat mengungkapkan persiapan simulasi uji coba merupakan bagian dari kesiapan Indonesia untuk melakukan vaksinasi massal saat vaksin definitif COVID-19 telah temukan.

“Kita nunggu (uji coba), saat ini kita siapkan dulu SOP, SDM dan logistik yang terperlukan untuk menyatakan kita siap melakukan vaksinasi massal,” kata Budi lansirkan dari http://utowndc.com/

Lalu bagaimana tahap imunisasi vaksin COVID-19?

1. Tahap pertama peserta akan d’iskrining

Budi menjelaskan dalam tahapan vaksinasi, peserta akan d’iskrining terlebih dahulu untuk mengetahui apakah yang bersangkutan memiliki penyakit komorbid atau tidak.

“Tahap tersebut sebagai anamnase. Jika peserta vaksinasi terindikasi memiliki penyakit penyerta (komorbid) maka akan terarahkan ke ruang pemeriksaan umum, lalu berikan surat rujukan untuk selanjutnya merujuk ke RS,” ujarnya.

2. Peserta akan imunisasi lagi 2 minggu kemudian

Sementara bagi peserta yang sehat, dapat menerima vaksinasi tahap pertama. Usai penyuntikan vaksin, peserta tidak langsung pulang, melainkan harus menunggu selama 30 menit guna melihat apakah ada efek samping atau tidak.

“Jika vaksinasi tahap pertama selesai, nanti peserta akan imunisasi lagi 2 minggu kemudian,” imbuhnya.

3. Tenaga kesehatan gunakan APD level 2

Ia menekankan bahwa keselamatan tenaga kesehatan dan peserta vaksinasi adalah prioritas utama. Untuk itu, para tenaga kesehatan yang bertugas menggunakan APD level 2 serta apron.

“Sementara bagi masyarakat harus menerapkan 3M yakni sebelum uji coba vaksin harus mencuci tangan dengan sabun terlebih dahulu, menggunakan masker dan menjaga jarak aman antar peserta,” terangnya.

4. Kemkes jamin keamanan vaksin saat peserta imunisasi

Ia memastikan bahwa vaksin yang akan memberikan kepada peserta imunisasi saat uji coba vaksin aman, sehingga tidak akan berdampak buruk bagi kesehatan, sebab vaksin terpilih telah melewati sejumlah rangkaian uji coba dan telah teruji secara klinis.

“Sekarang sedang teliti dan terupayakan untuk meminimalisir risiko-risiko yang akan terjadi, kalau memang ada risiko pasti tidak akan kita lakukan. Yang sudah diberikan ini, yang sudah aman,” katanya.

5. 30 juta dosis vaksin akan keterima Indonesia pada kuartal IV atau akhir 2020

Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga Hartarto, mengungkapkan 30 juta dosis vaksin akan terima Indonesia pada kuartal IV atau akhir 2020.

Airlangga menyebutkan jumlah vaksin itu berasal dari Sinovac, Sinopharm, dan Astra Zeneca.

“Pemerintah telah mengorder 50 juta vaksin dari Astra Zeneca dan sekarang telah berangkat untuk pemesanan pertama. Menteri Kesehatan, Menteri Luar Negeri, dan Menteri BUMN sedang mengurus pembelian vaksin itu,” ujarnya

Kategori
Recreation Camps

Wisata Nangorak Camp Sudah Dibuka Lagi untuk Umum

Wisata Nangorak Camp Sudah Dibuka Lagi untuk Umum

Wisata Nangorak Camp Sudah Dibuka Lagi untuk Umum – Akibat adanya pandemik virus corona, beberapa tempat wisata di berbagai daerah ditutup untuk sementara waktu. Setelah memasuki Mas New Normal atau Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) kini beberapa tempat wisata sudah mulai dibuka kembali untuk umum.

Kawasan yang menawarkan keindahan panorama alam ini, sudah memperbolehkan pengunjungnya untuk melakukan aktivitas camping kembali. Salah satunya seperti objek wisata Nangorak Camp di kawasan Gunung Kareumbi, Desa Margamekar, Kabupaten Sumedang.

Selain itu, letaknya juga tidak jauh dari pusat kota, jadi bagi Anda yang berniat untuk menghilangkan stres karena hampir tiga bulan berada di rumah, bercamping di tempat ini sangatlah cocok.

Kawasan perbukitan yang memiliki ketinggian antara 830 sampai 1.060 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini memang memiliki pemandangan yang sangat indah.

Selain bisa menikmati sejuknya udara pegunungan yang masih asri, di Nangorak Camp ini para pengunjung bisa melihat pemandangan kota Sumedang dengan jelas.

Tidak heran jika pengelola Nangorak Camp selalu menjanjikan kepuasan kepada pengunjungnya. Sebab apabila pengunjung sudah datang ke sana, mereka pasti akan ketagihan ingin kembali menikmati suasana alam di kawasan tersebut.

“Bagi para pecinta alam yang benar-benar gemar berkemah. Pokonya saya jamin pasti puas bila melakukan camping ground di Nangorak Camp,” kata Pengelola Nangorak Camp, Zenni Bima pada Selasa, Juli 2020.

Objek wisata Nangorak Camp, kata Zenni, memang sempat ditutup beberapa bulan akibat adanya wabah Covid-19. Namun setelah Pemkab Sumedang memberlakukan AKB, maka aktivitas camping ground di Nangorak Camp kini sudah mulai diperbolehkan.

“Nangorak Camp ini telah kami buka kembali sejak tanggal Juni 2020. Dan Alhamdulillah peminatnya ternyata langsung banyak. Bahkan bila malam libur (Sabtu dan Minggu) jumlah pengunjung yang berkemah di sini selalu membludak,” katanya.

Namun demikian, meski Nangorak Camp ini merupakan objek wisata alam, tapi pihak pengelola tetap akan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Mematuhi protokol kesehatan

Bahkan saat ini, pihak pengelola juga telah membentuk Gugus Tugas Covid-19 untuk mengawasi penerapan protokol kesehatan bagi para pengunjung.

“Saya selalu tegaskan kepada para pengunjung, agar mematuhi protokol kesehatan yang telah kami tetapkan,” ujarnya.

Untuk memastikan kepatuhan para pengunjung, maka Gugus Tugas Covid-19 Nangorak Camp, akan melakukan patroli ke setiap tenda pengunjung.

Hal itu dilakukan guna memastikan kalau di setiap tenda tidak terjadi kerumunan massa melebihi dari lima orang.

“Buka itu saja gugus tugas ini, nantinya akan mengecek suhu tubuh para pengunjung yang akan masuk ke kawasan perkemahan. Sekaligus akan mensosialisasikan protokol kesehatan yang harus diikuti oleh para pengunjung,” katanya.