Kategori
Regional

Bersiap Hadapi Dampak La Nina, Warga Lebak Ungsikan Berkas Penting

Bersiap Hadapi Dampak La Nina, Warga Lebak Ungsikan Berkas Penting

Bersiap Hadapi Dampak La Nina, Warga Lebak Ungsikan Berkas Penting – Fenomena La Nina yang terjadi pada akhir tahun ini membuat curah hujan tinggi pada Provinsi Banten. Kondisi ini berpotensi menyebabkan bencana banjir, longsor, angin kencang, dan gelombang pasang pada sejumlah daerah  Banten.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sebagian wilayah pada Indonesia, termasuk Banten, akan melanda fenomena La Nina hingga Desember 2020. Fenomena ini tertandai dengan curah hujan tinggi, yakni dari 20-40 persen.

Salah satu lokasi pada Banten yang rawan menerjang bencana adalah sepanjang Sungai Ciberang, Kabupaten Lebak. Jika sungai ini meluap kembali, bisa menyebabkan bencana lebih besar ketimbang awal 2020.

Lalu bagaimana persiapan warga yang tinggal sekitar bantaran Sungai Ciberang menghadapi ancaman bencana akibat fenomena La Nina?

1. Warga sudah siap mengungsi dan mengamankan berkas-berkas penting

Seorang warga Kecamatan Cipanas bernama Widodo (29) mengatakan, masyarakat pada wilayahnya saat ini masih trauma dengan bencana banjir bandang dan longsor yang menimpa sejumlah daerah pada Lebak pada awal 2020 , bertambah dengan informasi prediksi curah hujan tinggi pada akhir tahun.

Untuk mengantisipasi dampak bencana banjir bandang, warga kata Widodo, telah melakukan mitigasi bencana secara mandiri dengan mengamankan berkas dan barang penting. Sebagian warga juga berencana mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Melansir dari laman http://162.241.119.31/  . “Persiapan buat ngungsi mah udah ada, berkas-berkas penting udah terpisah-pisah biar pas ada bencana susulan gampang buat bawanya,” kata Widodo saat terkonfirmasi, Kamis (12/11/2020)

2. Pasca-bencana banjir bandang awal 2020, setiap malam warga tidak tenang

Ia menceritakan, pasca-bencana banjir bandang awal 2020 lalu, masyarakat pada wilayahnya hingga saat ini tidak bisa tidur dengan tenang, karena khawatir akan ada banjir bandang dan longsor susulan, terutama saat hujan turun.

Ketahui ada enam kecamatan terdampak banjir dan longsor awal tahun, yakni Curug Bitung, Sajira, Cipanas, Lebakgedong, Maja, dan Cimarga. Dari enam kecamatan itu, wilayah Curug Bitung, Lebak Gedong, dan Sajira mengalami kerusakan terparah.

Akibatnya, ribuan rumah dan fasilitas umum mengalami rusak berat. Bahkan hingga saat ini masih ada sekitar 115 kepala keluarga masih tinggal pada pengungsian atau  hunian sementara.

“Sebelumnya mah aman-aman aja tentram, gak kaya gini,” kata Widodo.

3. Pemerintah meminta aktif terjun ke daerah rawan bencana

Ia berharap, pemerintah bisa belajar dari bencana awal tahun agar lebih mengantisipasi dengan aktif terjun ke daerah-daerah rawan bencana. “Itu kurangnya apa? Apa yang harus memperbaiki biar gak ada bencana susulan lagi,” katanya.

Berdasarkan kajian BNPB, bencana baniir bandang dan longsor yang terjadi pada Lebak, Banten dan Bogor, Jawa Barat karena curah hujan yang tinggi dan aktivitas tambang emas ilegal pada Kawasan Gunung Halimum Salak.

Kategori
Regional

Merapi Berstatus Siaga, BPPTKG Minta Warga Lakukan 5 Hal

Merapi Berstatus Siaga, BPPTKG Minta Warga Lakukan 5 Hal

Merapi Berstatus Siaga, BPPTKG Minta Warga Lakukan 5 Hal – Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) telah menaikkan status Gunung Merapi dari waspada menjadi siaga sejak Kamis, 5 November 2020.

Menghindari terjadinya korban luka dan meninggal dunia, BPPTKG telah mengeluarkan larangan untuk beraktivitas pada radius 5 kilometer dari puncak Gunung Merapi. Berikut 5 hal yang harus melakukan warga saat Merapi berstatus siaga.

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) telah menaikkan status Gunung Merapi dari waspada menjadi siaga sejak Kamis, 5 November 2020.

Menghindari terjadinya korban luka dan meninggal dunia, BPPTKG telah mengeluarkan larangan untuk beraktivitas pada radius 5 kilometer dari puncak Gunung Merapi. Berikut 5 hal yang harus melakukan warga saat Merapi berstatus siaga.

1. Larangan penambangan pasir

Terlansir dari http://162.241.119.31/ .Penambangan pada sejumlah alur sungai yang berhulu Merapi dalam Kawasan Rawan Bencana III terrekomendasikan mwnghentikan.

2. Larangan kegiatan bagi pelaku wisata

Pelaku wisata meminta tidak melakukan kegiatan pada kawasan yang termasuk KRB III, termasuk kegiatan pendakian.

3. Amankan surat penting dan harta

Bagi warga yang bertempat tinggal pada daerah zona bahaya, mengharuskan mengumpulkan dan memasukkan semua surat penting ke dalam tas serta harta berharga lainnya. Hal ini bertujuan jika sewaktu-waktu harus mengungsi tidak ada surat dan barang yang tertinggal.

4. Menyiapkan tas siaga

Warga harus menyiapkan tas siaga yang pada dalamnya harus terisi pakaian, senter, obat-obatan pribadi, radio/HP/HT, makanan, minuman yang dapat makan dalam jangka waktu lama. Tas siaga ini harus meletakkan pada tempat yang mudah terjangkau.

5. Jika situasi tidak aman, segera mengungsi

Maka segera mengungsi jika terdengar suara bergemuruh hingga guguran lava yang terjadi terus menerus.

Sehingga, jumlah pengungsi pada barak pengungsian Merapi pada Kalurahan Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, semakin bertambah setiap harinya. Maka dari data terakhir Selasa (10/11/2020) malam, jumlah pengungsi mencapai 203.

Panewu Cangkringan, Suparmono, menjelaskan jika penambahan jumlah pengungsi tersebut terdominasi dari kalangan dewasa. Penambahan pengungsi tersebut terlatarbelakangi adanya kekhawatiran dari masyarakat akibat erupsi 2010 lalu. Total pengungsi dewasa berjumlah 58

Kategori
Regional

Wali Kota Balikpapan Sayangkan Penundaan Proyek Fly Over Muara Rapak

Wali Kota Balikpapan Sayangkan Penundaan Proyek Fly Over Muara Rapak

Wali Kota Balikpapan Sayangkan Penundaan Proyek Fly Over Muara Rapak – Beberapa proyek multi years Provinsi Kaltim meputuskan untuk menunda. Hal ini terumumkan oleh Ketua DPRD Provinsi Kaltim selaku Ketua Badan Anggaran DPRD Provinsi Kaltim saat pembahasan anggaran bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Provinsi Kaltim, Senin (9/11/2020) lalu.

Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi sangat menyayangkan tertundanya proyek multi years Provinsi Kaltim tersebut karena salah satu proyek itu adalah Pembangunan Fly Over Muara Rapak yang telah terpimpin oleh Gubernur Kaltim melalui APBD Provinsi Kalimantan Timur dengan skema Multi Years Contract (MYC) Tahun Anggaran 2021-2023.

Rizal mengatakan pembangunan Fly Over Muara Rapak merupakan solusi dari permasalahan kota dari sektor transportasi yang sudah ketahui oleh masyarakat dan menjadi kebutuhan khususnya masyarakat Balikpapan.

“Pembangunan ini sering terbahas dalam forum setingkat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), termasuk Forum Lalu-Lintas Angkutan Jalan tingkat Kota maupun Kaltim,” papar Wali Kota Balikpapan H.M. Rizal Effendi, melalui rilis tertulis pada Selasa (10/11/2020).

1. Anggaran real tak sebesar yang terencanakan

Pemerintah Kota Balikpapan telah merespons kebutuhan tersebut sejak sepuluh tahun lalu karena tingginya kecelakaan lalu lintas pada kawasan tersebut yang telah banyak memakan korban khususnya pada Tanjakan Muara Rapak.

Melansir dari http://162.241.119.31/ .Rizal menuturkan, Pemerintah Kota Balikpapan juga telah menyusun dokumen perencanaan, yakni Kajian Penataan Simpang Muara Rapak oleh Bappeda tahun 2010 dengan rekomendasi Pembangunan Fly Over.

Selain itu juga Detail Engineering Design (DED) oleh D’inas Tata Kota dan Perumahan tahun 2013 dengan estimasi anggaran sebesar Rp. 214,7 Miliar untuk desain 2 jalur 4 lajur sepanjang 550 meter.

Juga dokumen Perencanaan Pembebasan Lahan oleh D’inas Pekerjaan Umum tahun 2018 dengan estimasi pengadaan tanah seluas sekitar 1,5 hektare dan anggaran sebesar Rp300 Miliar dengan asumsi semua tanah dan bangunan membebaskan.

“Pada kenyataannya tidak sebesar itu biaya yang membutuhkan, karena sekitar 50 persen memiliki oleh PT Pertamina (Persero) dan Pemkot Balikpapan, apalagi ada review desain dari Pemprov Kaltim untuk mengurangi lajur dari empat lajur menjadi dua lajur,” paparnya.

2. Proses percepatan pengadaan tanah

Rizal melanjutkan, Pemerintah Kota Balikpapan juga telah mengirimkan surat kepada Gubernur Kaltim . Dengan tembusan Ketua DPRD Provinsi Kaltim untuk mengusulkan Pembangunan Fly Over Muara Rapak pada tanggal 27 Januari 2015. Serta surat terbaru pada 23 Oktober 2020 terkait dukungan Pemerintah Kota Balikpapan terhadap Pembangunan Fly Over Muara Rapak.

Sementara untuk percepatan pengadaan tanah, Rizal juga telah memberi instruksi kepada Asisten Tata Pemerintahan Setdakot Balikpapan Syaiful Bahri . Supaya berkoordinasi dengan camat, lurah, dan perangkat daerah agar urusan pembebasan tanah milik Pemerintah Kota Balikpapan dan PT. Pertamina (Persero) yang berada pada ruas Jalan Ahmad Yani bisa segera terselesaikan.

“Sehingga dari sisi Jl. Ahmad Yani ini lah agar dapat memulai pembangunan Fly Over tersebut pada tahun 2021,” paparnya.

3. Balikpapan akan menjadi kota penyangga ibu kota negara yang baru

Rizal berharap Ketua DPRD Provinsi Kaltim, terlebih anggota DPRD . Provinsi Kaltim daerah pemilihan (Dapil) Balikpapan agar Pembangunan Fly Over Muara Rapak dapat menjadi prioritas pada Tahun Anggaran 2021.

Hal ini sesuai rencana Gubernur Kaltim Isran Noor agar pembangunan fly over. Itu terlaksanakan dengan skema Multi Years Contract (MYC) Tahun Anggaran 2021-2023.

Ini merupakan kebutuhan dan prioritas untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan karena konflik pada persimpangan Muara Rapak. Serta karena kondisi geometrik pada Jalan Soekarno Hatta yang ternilai tidak ideal.

“Terlebih lagi dengan adanya pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) pada Provinsi Kalimantan Timur. Praktis hal tersebut sangat membutuhkan Balikpapan sebagai penyangga IKN dalam rangka melayani masyarakat Ibu Kota yang baru,” kata Rizal.

Kategori
Regional

Jangan Lupakan Sejarah! Ini 11 Sosok Pahlawan Nasional dari Sumut

Jangan Lupakan Sejarah! Ini 11 Sosok Pahlawan Nasional dari Sumut

Jangan Lupakan Sejarah! Ini 11 Sosok Pahlawan Nasional dari Sumut – Ada ratusan Pahlawan Nasional Indonesia yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Beberapa  antaranya berasal dari Sumatera Utara.

Ini 11 tokoh Sumatera Utara yang sudah tetapkan sebagai Pahlawan Nasional.

1. Sisingamangaraja XXI

Pahlawan ini lahir pada kelahiran tanah batak pada Bakara pada 1849, wafatnya pada Dairi 1907.

Sisingamangaraja XXI pernah menjadi pemimpin batak yang populer, d’irinya menggantikan ayahnya bernama Ompu Sohahuaon.

D’irinya melakukan gerilyawan untuk melawan kolonial Belanda lansirkan dari http://162.241.119.31/

2. T. Amir Hamzah

Pahlawan ini merupakan sosok Pangeran Indra Poetera yang sastrawan Indonesia angkatan Poedjangga Baroe dan Pahlawan Nasional Indonesia.

Tengkoe Amir Hamzah lahir pada tanggal 28 Februari 1911 pada Tanjung Pura daerah dengan tradisi sastra yang kuat. Langkat, Sumatera Utara.

Sehingga d’irinya sendiri memiliki kecintaan akan sejarah, adat-istiadat, dan pengetahuan sastra semakin bertumbuh.

Nah, buat Amir Bahasa Indonesia sebuah simbol dari kemelayuan, kepahlawanan, dan juga keislaman. Rasa cintanya terjadap Indonesia tertuangkannya lewat syair-syair yang indah.

Pada waktu wafatnya pada tanggal 20 Maret 1946 pada Kwala Begumit, Binjai, dan menetapkan dirinya sebagai pahlawan nasional pada tahun 1975.

3. Adam Malik

Pahlawan ini merupakan mantan Wakil Presiden Indonesia yang ketiga dan pernah menjadi Menteri pada beberapa bidang, termasuk Menteri Luar Negeri.

Lahirnya pada Pematangsiantar, 22 Juli 1917. Adam Malik mentetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada tanggal 6 November 1998.

4. Djamin Ginting

Selanjutnya, ada pahlawan bernama Letjen. Djamin Ginting lahir pada Desa Suka, Tiga Panah, Kabupaten Karo pada 12 Januari 1921.

Pahlawan ini merupakan suku Karo bermarga Ginting. D’irinya merupakan tokoh pejuang kemerdekaan yang menentang pemerintahan Hindia Belanda pada Tanah Karo.

Selain itu, cerita punya cerita Djamin seorang petinggi TNI yang berhasil menumpas pemberontakan Nainggolan pada Medan pada April 1958.

Djamin Ginting wafat tidak pada Indonesia. Namun, pada Ottawa, Kanada pada tanggal 12 Januari 1921. Sehingga ia terangkat sebagai Pahlawan Nasional Indonesia pada tanggal 7 November 2014.

5. T.B Simatupang

Untuk pahlawan ini merupakan suku batak yang bernama lengkapnya adalah Tahi Bonar Simatupang, lahir pada 28 Januari 1920 pada Sidikalang, Sumatera Utara.

D’irinya pernah menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Perang Republik Indonesia (KASAP) hingga tahun 1953. Sehingga T. B. Simatupang yang memberikan gelar sebagai Pahlawan Nasional pada tahun 2013. Wafatnya pada tanggal 1 Januari tahun 1990, pada Jakarta.

Nah, untuk mengenang jasanya. Wajah beliau mengabadikan pada pecahan uang logam pecahan Rp500 pada tanggal 16 Desember 2016.

6. Abdul Haris Nasution

A. H. Nasution berpangkat Jenderal TNI, yang menjadi salah satu sasaran dalam pembantaian Gerakan 30 September.

Tak hanya d’irinya yang menjadi korban. Namun, putri kesayangannya juga ikut menjadi korban saat peristiwa G30S PKI, Ade Irma Suryani dan ajudannya, Lettu Pierre Tandean.

Beliau pernah menjabat sebagai Menteri Pertahanan RI, juga Panglima Angkatan Perang RI, sehingga teranugerahi gelar Pahlawan Nasional pada November 2002.

Ferdinand Lumabntobing kelahiran Sibolga pada 19 Februari 1899, yang merupakan seorang dokter, politis sekaligus juga pejuang hak asasi pasukan buruh pada Indonesia.

D’irinya lulusan sekolah dari kedokteran STOVIA, yang pernah menjabat sebagai menteri padaberbagai departemen. Seperti Menteri Penerangan, Menteri Hubungan Antar Daerah, Menteri Transmigrasi dan Menteri Kesehatan.

Nah, selain itu beliau juga pernah menjabat sebagai pemimpin pada Sumatera Utara atau Gubernur Sumatera Utara.

8. KH. Zainul Arifin

Pahlawan ini merupakan seorang putra tunggal dari raja Barus, yaitu Sultan Ramali bin Tuangku Raja Barus Sultan Sahi Alam Pohan dengan perempuan bangsawan asal Kotanopan, Mandailing, Siti Baiyah boru Nasution.
D’irinya kelahiran Tapanuli Tengah pada tahun 1909. Dalam masa hidupnya, beliau merupakan seorang politisi dan gerilyawan.

9. Mayjen. D. I. Pandjaitan

Donald Izacus Pandjaitan, atau lebih kenal dengan D. I. Pandjaitan, merupakan salah satu pahlawan revolusi Indonesia berdarah batak, yang lahir pada Balige, 19 Juni 1925.

D. I. Pandjaitan merupakan seorang Jenderal Angkatan Darat yang menjadi salah satu korban pembantaian pada Gerakan 30 September.

Sehingga d’irinya ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada Oktober 1965. Dalam mengenang jasa-jasanya maka membangun Monumen Pancasila Sakti pada Lubang Buaya, Jakarta Timur.

10. Kiras Bangun

Kiras Bangun sosok Pahlawan Nasional Indonesia, bersuku Karo. IA juga kenal dengan nama Garamata.

D’irinya lahir pada tahun 1852 pada Batu Karang, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Perjuanganya kenal sebagai penentang penjajahan Belanda dengan menggalang kekuatan lintas agama pada Sumatera Utara dan Aceh.

Pada akhir perjuangannya kemudian membuang ke Cipinang bersama kedua anaknya. Selanjutnya, Beliau pun gugur pada 22 Oktober 1942 dan makamkan ke Desa Batukarang dan teranugrahi gelar Pahlawan Nasional pada 9 November 2005.

Nah, buat kamu tetap update pada jaman saat ini. Namun, jangan sekali-kali melupakan sejarah atau yang singkat “Jas Merah” yang mencetus oleh A.H Nasution.

Seperti yang katakan Presiden pertama, Bung Karno saat pidato “Djangan Sekali-kali Meninggalkan Sedjarah!” pada 17 Agustus 1966.

11. Prof. Drs. Lafran Pane

Pahlawan ini merupakan anak keenam keluarga Sutan Pangurabaan Pane dari istrinya yang pertama.

D’irinya merupakan sosok pendiri Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) yang lahir pada 5 Februari 1922 pada Padang Sidimpuan, Tapanuli Selatan Sumatera Utara dan Wafat pada 25 Januari 1991 pada Yogyakarta.

Beliau juga menjadi salah satu sarjana ilmu politik pertama pada Indonesia, selanjutnya Lafran Pane lebih tertarik pada lapangan pendidikan dan keluar dari Kementerian Luar Negeri dan masuk kembali ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Pada tahun lalu pada 2017. Beliau tetapkan oleh Presiden Joko Widodo sebagai pahlawan nasional yang kenal sangat sederhana.

Buat kamu tetap update ya pada jaman saat ini. Namun, jangan sekali-kali melupakan sejarah atau  singkat “Jas Merah” yang tercetus oleh A.H Nasution.

Seperti yang katakan Presiden pertama, Bung Karno saat pidato “Djangan Sekali-kali Meninggalkan Sedjarah!” pada 17 Agustus 1966.

Kategori
Regional

Merapi Status Siaga, Objek Wisata Pantai di Bantul Diserbu Wisatawan

Merapi Status Siaga, Objek Wisata Pantai di Bantul Diserbu Wisatawan

Merapi Status Siaga, Objek Wisata Pantai di Bantul Diserbu Wisatawan – Wisatawan memenuhi sejumlah objek wisata pada Kabupaten Bantul pas‎ca naiknya status Gunung Merapi dari Waspada (Level II) menjadi Siaga (Level III). Kenaikan status Merapi itu terbarengi dengan penutupan objek wisata yang berada pada radius lima kilometer dari puncak Gunung Merapi. Kondisi itu membuat banyak wisatawan mengalihkan tujuannya ke objek wisata pantai  Bantul.

Ribuan wisatawan mulai memadati sejumlah objek wisata pantai mulai dari Pantai Parangtritis, Depok, Gua Cemara hingga Pantai Baru yang ada pada Kecamatan Srandakan Kabupaten Bantul.

1. Sejak Sabtu (7/11/2020) hingga Minggu (8/11/2020) Pantai Parangtritis terpadati wisatawan‎

Merapi Status Siaga, Objek Wisata Pantai pada Bantul Terserbu WisatawanAnggota Sar Satlinmas Wilayah III Bantul. Ali Joko Sutanto.IDN Times/DaruwaskitaAnggota Sar Satlinmas Wilayah III, Kabupaten Bantul, Ali Joko Sutanto mengatakan sejak hari Sabtu (7/11/2020) hingga Minggu (8/11/2020) terjadi lonjakan wisatawan perbedaan libur akhir pekan seperti biasanya.

Melansirkan dari http://162.241.119.31/.”Banyak wisatawan dari luar kota baik yang menggunakan mobil pribadi maupun bus terus berdatangan. Demikian saat hari Sabtu (7/11/2020) kemarin wisatawan juga sangat banyak,” katanya saat menghubungi melalui sambungan telepon, Minggu (8/11/2020).

Mantan Koordinator Sar Satlinmas Wilayah III Bantul ini mengaku tak hanya wisatawan yang menggunakan mobil pribadi maupun bus wisata, banyak juga penggowes yang sejak pagi sudah masuk ke Pantai Parangtritis. Namun yang terbanyak adalah wisatawan yang menggunakan mobil pribadi atau bus wisata yang kebanyakan dari luar Yogyakarta.

“Kalau terlihat dari pelat nomor kendaraan banyak yang berasal dari luar Yogyakarta,”ucapnya.

“Mungkin ini juga dampak dari status Gunung Merapi yang menaikkan dari waspada ke siaga yang terikuti dengan penutupan sejumlah objek wisata yang berada pada kawasan rawan bencana erupsi Gunung Merapi,” katanya

2. Wisatawan pada Pantai Depok juga melonjak meski baru saja terlanda gelombang pasang‎

Tak hanya pada Pantai Parangtritis, wisatawan yang berkunjung ke Pantai Depok juga mengalami kenaikan signifikan. Hal ini bisa terlihat dari kantong-kantong parkir baik mobil maupun sepeda motor lumayan penuh. “Membandingkan libur akhir pekan seperti biasanya, hari ini kunjungan wisatawan meningkat tajam,” ujarnya.

“Kalau untuk data pasti berapa banyak pengunjung saya tidak tahu. Namun saya pastikan jumlah wisatawan melonjak tajam. Ribuan wisatawan yang saat ini berkunjung ke Pantai Depok, apalagi Pantai Parangtritis,” katanya.‎

Meski terkabarkan terjadi gelombang pasang yang menerjang rumah makan seafood yang ada pada Pantai Depok, wisatawan tidak terlihat takut. “Kondisi gelombang normal dan rumah makan seafood yang sempat rusak sudah terbenahi sehingga tidak ada kesan kerusakan akibat terterjang gelombang pasang,” ucapnya.

3. Tim gabungan ingatkan wisatawan untuk menerapkan protokol kesehatan‎

Sementara itu Komandan Pos Angkatan Laut (Posal) Pantai Samas, Serma MES Surawal mengatakan dari pemantauan yang melakukan ke Pantai Samas hingga Pantai Baru juga terjadi lonjakan wisatawan yang cukup banyak membandingkan libur akhir pekan sebelumnya. “Kalau ini hampir semua pantai yang ada pada wilayah Barat Kabupaten Bantul ramai. Mulai dari Pantai Gua Cemara hingga Pantai Kuwaru,” ujarnya.

Tim gabungan yang mentempatkan pada sejumlah pantai, kata Surawal, juga selalu memberikan imbauan kepada wisatawan untuk menerapkan protokol kesehatan dengan 3 M yakni menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan pada air yang mengalir dengan sabun. “Kita perketat pelaksanaan protokol kesehatan apalagi jumlah wisatawan melonjak cukup banyak yang berpotensi terjadinya penularan COVID-19 pada objek wisata,” katanya.‎

Kategori
Regional

Dekati Kemenangan, Joe Biden Dapat Pengamanan Setara Presiden AS

Dekati Kemenangan, Joe Biden Dapat Pengamanan Setara Presiden AS

Dekati Kemenangan, Joe Biden Dapat Pengamanan Setara Presiden AS – Pasukan Pengamanan Presiden Amerika Serikat memperketat pengamanan Joe Biden setelah calon presiden dari Partai Demokrat itu pada ambang batas kemenangan setelah memimpin dengan selisih 6.737 suara dari Trump.

Menurut laporan The Washington Post pada Jumat (6/11/2020), Paspampres menambah personelnya pada markas besar kampanye Biden pada Wilmington Delaware.

1. Pengamanan Biden setara dengan pengamanan Presiden AS

Meski belum secara sah menjadi orang nomor satu pada AS, pasukan pengamanan tambahan yang mengawal Biden setara dengan pengamanan untuk Presiden AS.

Terkait hal tersebut, Juru bicara Paspampres AS Catherine Milhoan membantah kenyataan. Ia juga tidak menjelaskan secara terbuka tentang perencanaan keamanan untuk presiden atau kandidat presiden.

2. Tambahan personel Paspampres AS biasanya melakukan menjelang pengumuman kemenangan

Terlansirkan dari http://162.241.119.31/ .Lusinan personel Paspampres telah melakukan pengamanan untuk kampanye Biden pada pusat konvensi Riverfront pada Wilmington ketika negara-negara bagian pada medan pertempuran utama sedang mengerjakan penghitungan jutaan surat suara dalam pemilihan sejak Selasa (3/11/2020).

Penambahan personel Paspampres AS tersebut biasanya melakukan untuk meningkatkan perlindungan presiden terpilih yang bersifat segera, setelah orang tersebut menyatakan sebagai pemenang dengan menugaskan sejumlah agen tambahan kepada presiden yang terpilih.

Peningkatan perlindungan itu terjadi hingga larut malam pemilu setelah salah satu kandidat unggul dan memberikan pidato kemenangan.

3. Joe Biden unggul tipis dari Trump

Sebelumnya, Joe Biden telah mengungguli lawannya dari Partai Republik, Donald Trump. Dalam perolehan suara sementara pada Pennsylvania . Per Jumat pagi waktu setempat atau Jumat malam WIB dengan jumlah suara yang telah terhitung mencapai 95 persen.

Biden memimpin dengan selisih 6.737 suara dari Trump, menurut data Edison Research, lembaga penelitian dan penyedia data pemilu AS, sebagaimana terkutip dari Reuters. Sementara itu proses penghitungan suara masih terus berlangsung pada negara bagian tersebut.

Secara persentase, keduanya mendapat perolehan suara yang berbeda tipis, Biden dengan 49,4 persen dan Trump 49,3 persen.

Calon presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Joe Biden memenangi suara pada Wisconsin, yang membuatnya memenangi enam battleground states. Hasil ini pun membawa Biden semakin memimpin raihan hasil hitung cepat pemilihan presiden negara adidaya tersebut.

Kategori
Regional

Ganjar Dapat Dukungan Buruh Hadapi Gugatan soal Kenaikan UMP Jateng

Ganjar Dapat Dukungan Buruh Hadapi Gugatan soal Kenaikan UMP Jateng

Ganjar Dapat Dukungan Buruh Hadapi Gugatan soal Kenaikan UMP Jateng – Kalangan buruh siap mendukung Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo dalam menghadapi gugatan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jateng, pada Pengadilan Tata Usaha Negara terkait dengan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2021 sebesar 3,27 persen.

“Kami mendukung gubernur dan akan menjadi tergugat intervensi apabila itu terjadi gugatan dari Apindo Jateng ke PTUN. Kami mendukung penuh keputusan Pak Ganjar,” kata Totok Susilo selaku Koordinator Daerah Federasi Serikat Buruh Garmen, Kerajinan Tekstil, Kulit, dan Sentra Industri Sepatu Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (FSB Garteks KSBSI) Jateng, usai menemui Ganjar pada kantor gubernur, Semarang, Kamis, 5 November 2020.

1. Buruh yakin penetapan UMP sudah sesuai formula upah

Totok menegaskan dukungan penuh itu terberikan karena pada dasarnya UMP 2021 yang mentetapkan Gubernur Ganjar, sudah sesuai formula upah. Menurut ia, penetapan kenaikan UMP pada angka 3,27 persen merupakan sikap yang luar biasa dari Gubernur Jateng.

Terlansirkan dari http://162.241.119.31/.”Walaupun dalam formula upah berdasarkan PP 78 ketemu pada angka 3,33 persen tetapi angka 3,27 persen itu sikap yang luar biasa karena Jabar, Banten, dan Sumut tidak ada kenaikan. Artinya Pak Ganjar telah melakukan d’iskresinya dengan kewenangan sebagai kepala daerah. Itu menunjukkan gubernur pro dengan rakyatnya,” ujar Ganjar.

2. Ganjar persilakan Apindo menggugat d’irinya

Ganjar mengatakan rencana gugatan terhadap Surat Keputusan Gubernur Nomor 561/48 Tahun 2020 tentang UMP Jawa Tengah Tahun 2021 yang naik sebesar 3,27 persen tersebut merupakan hak dari Apindo Jateng. D’irinya justru mendorong Apindo Jateng untuk meningkatkan komunikasi dan transparansi kepada buruh dan karyawan terkait kondisi perusahaan masing-masing.

Sehingga, “(Gugatan) itu haknya Apindo sih ya, tapi kalau kita melihat tadi dari para buruh kan kita belum selesai. Belum selesai karena setelah ini masih ada UMK, justru yang kita butuhkan antara buruh dan pengusaha bisa buka-bukaan, transparan, apakah perusahaannya untung atau rugi,” katanya saat bertanya terkait rencana gugatan dari Apindo Jateng.

Ganjar menjelaskan dari pertemuannya dengan para buruh garmen, tekstil, kulit, dan sepatu itu terketahui ternyata para buruh juga bersikap terbuka sebab transparansi dari perusahaan itu yang membutuhkan saat ini.

Katanya “Kalau mereka perusahaannya untung maka kita fair, kita naikkan bersama. Kalau kemudian rugi silakan bicara dengan kami. Kalau lah kemudian perusahaan rugi mereka (buruh) juga bisa mengerti kok kondisinya,” ujarnya.

3. Ganjar naikan UMP Jateng saat Menaker minta kepala daerah tidak menaikkan UMP

Sehingga Ganjar memutuskan menaikkan besaran Upah Minimum Provinsi (UMP) Jawa Tengah . Pada 2021 menjadi Rp1.798.979 atau naik sebesar 3,27 persen terbandingkan tahun ini yang hanya sebesar Rp1.742.015.

Lalu, Ganjar mengaku tidak menggunakan Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja dalam menetapkan kenaikan UMP Jateng 2021. Melainkan tetap berpegang teguh pada Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan.

Kategori
Regional

Keuangan 5 Zodiak Ini Diprediksi Agak Bermasalah pada November 2020

Keuangan 5 Zodiak Ini Diprediksi Agak Bermasalah pada November 2020

Keuangan 5 Zodiak Ini Diprediksi Agak Bermasalah pada November 2020 – Pengaturan keuangan menjadi hal yang sangat krusial, walaupun bukanlah hal yang paling utama. Terlebih di masa pandemik seperti saat ini. Orang-orang dituntut untuk lebih waspada dan hati-hati dalam pengelolaan keuangannya.

Nah sayangnya ada lima zodiak yang pada November 2020 ini terprediksi keuangannya agak bermasalah. Walaupun begitu, tetap ini hanyalah sebuah prediksi, tetap yang paling menentukan adalah d’iri kamu sendiri. Terpenting selalu waspada dan hati-hati ya. Mungkin sebaiknya mulai tahan d’iri untuk pengeluaran yang tidak begitu penting.

1. Cancer

Melansirkan dari http://162.241.119.31/.Sesungguhnya, aliran pemasukanmu cukup baik pada bulan November 2020 ini. Sayangnya, adanya kesalahpahaman terhadap rekan bisnis, teman, atau pasangan yang membuat pengeluaranmu juga semakin bertambah.

Kamu juga perlu memperbaiki sikapmu yang terlalu royal pada orang-orang terdekat. Apabila sebelumnya ada teman yang meminjam uangmu, jangan lupa untuk menagih uang tersebut kembali! Rasa gak enak malah membuat keuanganmu terhambat, lho!

2. Aries

Bulan November 2020 bukan bulan yang menjanjikan untuk keuanganmu, Aries. Aspek planet memberi pengaruh negatif pada rumah keuanganmu, sehingga kamu sulit untuk menumbuhkan finansialmu.

Yuk, coba rombak kembali perencanaan keuanganmu! Potong biaya-biaya yang sekiranya tak terlalu penting. Kamu juga meyarankan  untuk menghindari investasi spekulatif demi menghindari kerugian bulan ini.

3. Capricorn

Keuangan Capricorn akan cukup bergejolak bulan ini. Planet Mars melukai rumah keuanganmu. Aspek ini mungkin membuatmu kesulitan untuk mendapat keuntungan finansial, meski telah bekerja cukup keras.

Kamu juga harus siap menghadapi banyak tantangan dalam menuju kesuksesan finansial. Tidak apa mengalami sedikit cekcok dengan teman atau keluarga karena masalah keuangan. Pada akhirnya nanti, mereka akan menghormati keputusan finansialmu kok!

4. Aquarius

Aquarius harus banyak-banyak berhemat pada bulan November 2020 ini. Kamu rentan mengalami krisis finansial karena kesalahanmu dalam mengelola uang pada masa lalu. Akibatnya, kamu terpaksa memakai dana daruratmu bulan ini.

Pada tengah krisis, kamu mungkin tergoda untuk mengembangkan uang lewat spekulasi keuangan. Namun, aspek planet menyarankanmu untuk menghindarinya dahulu. Lebih baik, gunakan dana daruratmu untuk membiayai kehidupanmu sehari-hari.

5. Libra

Keuanganmu bulan ini akan banyak tersalurkan untuk kesehatan. Kamu atau orang pada sekitarmu mungkin perlu pengobatan, sehingga kamu perlu merogoh lebih banyak uang untuk kesembuhan. Masalah ini membuatmu perlu mengatur ulang keuanganmu.

Kamu perlu berhemat maksimal pada bulan November 2020 ini. Selain itu, kamu juga bisa menambah sumber pemasukanmu dengan melakukan pekerjaan sampingan. Pastikan pemasukanmu sebanding dengan pengeluaranmu bulan ini.

Nah itu lima zodiak yang memprediksi pada November 2020 keuangannya agak bermasalah. Apabila ada zodiak kamu sana, coba mulai instropeksi dan perbaiki pengaturan finansial kamu ya.

Kategori
Regional

Angka Sembuh Terus Bertambah, Positif Corona Aktif Tersisa 2.229 Kasus

Angka Sembuh Terus Bertambah, Positif Corona Aktif Tersisa 2.229 Kasus

Angka Sembuh Terus Bertambah, Positif Corona Aktif Tersisa 2.229 Kasus – Jumlah kasus virus corona atau COVID-19 aktif pada Kaltim terus berkurang. Secara kuantitas saat ini merupakan yang terendah sejak 24 September 2020. Hingga kini, jumlah positif aktif terlaporkan tersisa 2.229 kasus saja. Ini merupakan angka terendah sejak September 2020.

“Makanya kami terus imbau masyarakat bersama-sama taat dengan protokol kesehatan (prokes),” ujar Andi Muhammad Ishak, juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kaltim seperti  dari rilis Pemprov Kaltim pada Selasa (3/11/2020) petang.

1. Akumulasi positif COVID-19 pada Kaltim kini mencapai 14.497 kasus

Satgas Penanganan COVID-19 Kaltim melaporkan tambahan 152 kasus terkonfirmasi positif hingga pukul 12.00 Wita tadi. Penambahan terdiri dari Berau 1 kasus, Kutai Kartanegara 50 kasus, Kutai Timur 10 kasus, Paser 3 kasus, Penajam Paser Utara 1 kasus, Balikpapan 27 kasus, Bontang 12 kasus, dan Samarinda 48 kasus.

Dengan penambahan tersebut, akumulasi kasus positif COVID-19 pada Kaltim kini mencapai 14.497 atau 389,2 kasus per 100 ribu penduduk. Dengan tingkat kesembuhan saat ini mencapai 81,2 persen dan kematian 3,4 persen. Tingkat kesembuhan kembali menunjukkan peningkatan dari sehari sebelumnya 80,2 persen. Tak lepas dari jumlah 275 kasus terlaporkan sembuh pada Selasa ini, 123 lebih banyak dari kasus terkonfirmasi positif.

“Dengan penambahan pasien sembuh terlaporkan dari Berau 2 kasus, Kutai Barat 2 kasus, Kutai Kartanegara 72 kasus, Kutai Timur 11 kasus, Paser 7 kasus, Penajam Paser Utara 3 kasus, Balikpapan 30 kasus, Bontang 16 kasus, dan Samarinda 132 kasus,” tuturnya.

2. Jumlah kasus aktif pada Kaltim mencatatkan angka terendah sejak 24 September 2020

Hingga saat ini total kasus COVID-19 sembuh hingga saat ini sudah sebanyak 11.775 orang. Sedangkan kasus meninggal dunia juga terlaporkan bertambah 4 orang. Berasal dari Kutai Timur 1 kasus, Penajam Paser Utara 1 kasus, Balikpapan 1 kasus, dan Samarinda 1 kasus.

Membuat total kematian positif COVID-19 pada Kaltim mencapai 493 orang. Meski terus bertambah, secara persentase tingkat kematian pada Kaltim juga terus menurun. Dari 4 persen pada awal Oktober 2020, kini 3,4 persen. Per 3 November 2020 ini, jumlah kasus aktif pada Kaltim juga mencatatkan angka terendah sejak 24 September 2020.

Terlansirkan dari http://162.241.119.31/ .“Pada saat itu kasus aktif pada Kaltim sebanyak 2.148 dari 7.459 kasus atau 28,79 persen, saat ini 2.229 dari 14.497 atau 15,37 persen,” urainya.

3. Tetap d’isiplin dengan protokol kesehatan

Ia menambahkan, penting bagi warga untuk saling menjaga. Utamanya dengan d’isiplin menerapkan protokol kesehatan. Mulai dari jaga jarak, pakai masker dan rajin cuci tangan.

“Mari jaga d’iri dan jaga sesama,” pungkasnya.

Pemerintah melalui Satuan Tugas Penanganan COVID-19, menggelar kampanye 3M: gunakan Masker, Menghindari kerumunan atau jaga jarak fisik, dan rajin Mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir. Jika protokol kesehatan ini terlakukan dengan d’isiplin, berharapkan dapat memutus mata rantai penularan virus. Menjalankan gaya hidup 3M, akan melindungi d’iri sendiri dan orang pada sekitar kita.

Kategori
Regional

10 Tahun Erupsi Merapi, Mereka yang Mengungsi Tak Bisa Pulang ke Rumah

10 Tahun Erupsi Merapi, Mereka yang Mengungsi Tak Bisa Pulang ke Rumah

10 Tahun Erupsi Merapi, Mereka yang Mengungsi Tak Bisa Pulang ke Rumah – 10 tahun yang lalu, tepatnya hari Selasa, 26 Oktober 2010, Gunung Merapi mengalami erupsi dahsyat. Akibatnya sebanyak 367 orang meninggal dunia, 277 orang terluka dan 410.388 orang terpaksa mengungsi. Meski sudah satu dasawarsa berlalu, namun ingatan warga yang saat itu tinggal pada lereng Merapi masih kuat.

Anwar Shidqi, warga asal Srondokan, Wukirsari hingga saat ini terpaksa tetap tinggal pada Hunian Tetap (Huntap) Dongkelsari. Laki-laki berusia 44 tahun ini, masih ingat d’irinya bersama warga dusun lainnya terpaksa mengungsi dan tidak pernah kembali ke rumah. Selama setahun lamanya harus tinggal pada hunian sementara (huntara).

“Warga menetap pada Huntara selama kurang lebih 1 tahun. Setelah itu harus pindah mengungsi lagi karena hunian sementara membongkar untuk pembangunan huntap. Setelah itu 2013 Huntap sudah jadi dan warga masuk tinggal pada huntap,” ungkapnya pada Jumat (30/10/2020).

1. 3.612 KK harus terelokasi ke hunian tetap

Warga pun harus rela meninggalkan tempat tinggalnya dan pindah ke huntap yang telah tersediakan pemerintah. Tercatat sebanyak 3.612 KK dari 9 dusun harus pindah ke tempat yang lebih aman.

Bagi Anwar tidak ada pilihan lain selain harus pindah ke huntap, walaupun sejumlah keterbatasan terrasakan warga.

Terlansirkan dari http://162.241.119.31/ .”Lambat laun karena lama tinggal  sini ya menikmati juga. Karena ya mau tidak mau kita harus tetap bisa menikmati hidup  sini, walaupun dengan segala keterbatasannya. Untuk aktivitas keseharian warga tetap seperti dulu. Kalau petani ya bertami. Kalau saya sendiri sore dan malam jualan kebetulan bikin kolam,” katanya.

2. Mengaku memiliki keterbatasan lahan

Warga Huntap Dongkelsari, Windarwati mengaku rumahnya habis tertimbun saat erupsi Gunung Merapi 2010 lalu. Untuk itu bersama keluarganya, mau tidak mau harus meninggalkan rumahnya.

Hidup pada huntap sendiri bukanlah tanpa kendala. Ada sejumlah permasalahan dan aktivitas berbeda yang melakukan warga. Salah satunya adalah warga tak bisa lagi mengadakan kegiatan besar.

“Sebenarnya kalau dulu pada tempat lama tempatnya juga luas. Antara tempat satu dengan tetangga yang lain juga cukup jauh. Sekarang rumah cukup dekat, berhimpitan. Untuk melakukan kegiatan seperti dulu, hajatan besar-besaran tidak bisa. Sekarang ini terhalang dengan situasi rumah yang sempit,” tutur perempuan berusia 57 tahun ini.

3. Setiap hari harus tempuh jarak 6 km untuk mencari rumput

Senada dengan Windarwati, seorang warga pada Huntap Pagerjurang, Raymon mengaku sempat menolak pindah dengan alasan jarak huntap dengan Merapi masih cukup dekat, yakni 9 km. Selain itu, posisi huntap tidak terlalu jauh dengan Sungai Opak yang berhulu pada Gunung Merapi.

“Pada awal ada juga isu tanah yang kami tinggali mau menjadikan hutan lindung. Sempat jadi miss (salah paham) dengan pemerintah. Mediasi yang kami lakukan ternyata (tanah kami) menjadikan hutan rakyat dan tetap menjadi hutan milik. Ya akhirnya mau tidak mau ke huntap, kami mengungsi tidak pernah kembali ke rumah,” jelasnya.

Meski sudah tinggal pada huntap, Raymon mengaku setiap hari masih mencari mencari rumput bagi ternaknya yang terletakkan pada kandang komunal huntap. Setiap hari ia harus memacu sepeda motor sejauh 6 km untuk bisa mendapatkan rumput pada sekitar rumahnya dulu.

Menurutnya, aktivitas ini cukup berbeda saat masih tinggal pada rumah lama. Sebelum pindah ke huntap, ia tidak perlu mengeluarkan uang bensin untuk mencari rumput. Saat ini setiap harinya yang harus merogoh uang Rp10 ribu untuk jatah membeli bensin.

“Tanah lama kita hanya tertanami tanaman tahunan, maksimal untuk rerumputan. Tidak mungkin menggarap tanah lama karena jarak jauh. Akses lumayan parah karena gunakan (lalu lalang) tambang,” katanya.

Meski awalnya menolak tinggal pada huntap, saat ini Raymon mengaku tidak ingin kembali ke tanah lamanya, ancaman Gunung Merapi masih membuatnya khawatir.